Kamis, 15 Maret 2012

Tips Memilih Obat Penurun Berat Badan

Kegemukkan sering menjadi momok masalah bagi setiap orang karena mempengaruhi penampilan. Sementara penampilan adalah kunci utama kepercayaan diri seseorang untuk melakukan banyak hal. Untuk itu, sudah menjadi obsesi untuk menjadikan diri kita tampil segar, sehat, serta langsing.

Apotik di Indonesia umumnya menjual obat yang bekerja dengan 2 metode. Pertama, obat yang bekerja sentral yaitu bekerja di saraf pusat dengan cara menekan nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, menaikkan metabolisme sehingga seseorang cenderung berkeringat. Jenis obat dengan metode tersebut diantaranya Diethylpropion,Mazindol, Phentermine, Sibutramin. Namun hanya Diethylpropion yang mendapatkan izin edar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kedua,obat yang bekerja lokal, yaitu obat yang bekerja di usus dengan cara menghambat penyerapan zat gizi seperti lemak. Kemudian lemak dikeluarkan ketika anda buang air besar. Orlistat memiliki cara kerja demikian, dan telah mendapatkan izin edar oleh BPOM.

Namun sebelum memilih mengkonsumsi diantara 2 jenis obat tersebut, sebaiknya anda mengikuti tips-tips berikut ini:

1. Hubungi dokter anda
Tidak ada obat yang tidak memiliki efek samping termasuk obat anti obesitas ini, bahkan potensinya cenderung berbahaya. Disamping itu penggunaan untuk penurunan berat badan juga akan berbahaya jika sebenarnya anda sudah sehat dan memiliki tubuh ideal. Dan dokter nantinya akan mengkategorikan anda kepada pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau memiliki gangguan fisiologis lain. Perolehan obat ini pun harus disertai dengan resep dokter.

2. Laporkan pola Makan dan Gaya hidup Anda ke dokter
Catatlah setiap makanan yang anda makan. Hal ini diperlukan karena apakah diet anda termasuk tinggi lemak atau rendah lemak. Jika memang penyebabnya tinggi lemak maka anda akan diberi golongan obat penghancur lemak. Jika ternyata anda termasuk doyan makan maka anda diberi penekan nafsu makan. Dokter anda yang sudah terbiasa mengobati menggunakan obat jenis ini akan menentukan apakah anda perlu satu jenis atau kombinasi keduanya. Laporkan juga gaya hidup anda termasuk didalamnya adalah jenis pekerjaan anda. Apakah kegiatan anda sehari2? Bekerja di lapangan atau dikantor ? Olah raga apa yang anda lakukan ? Apakah anda memiliki waktu tidur yang cukup ?

3. Berikan waktu pengobatan
Penurunan berat badan ini tidak dapat langsung dilihat, namun memerlukan proses dan waktu. Penurunan 2-3 kg memerlukan perubahan pola makan, gaya hidup dan olahraga teratur. Hal ini kadang menyebabkan seseorang memutuskan bahwa obat tersebut tidak bekerja di 1 bulan pertama, padahal semestinya obat tersebut baru memberikan hasil setelah bulan kedua. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter berapa lama harus mengkonsumsi obat ini dan tentukan waktu pengamatan kurang lebih selama minimal 1 bulan.

4. Siapkan dana besar
Golongan obat-obatan yang berhubungan dengan estetika tubuh biasanya relatif mahal karena termasuk kosmeceutikal. Sebagai gambaran singkat Harga obat penurun berat badan bisa mencapai Rp. 10.000- Rp. 30.000 per tablet. Artinya jika anda mengkonsumsi 2 kali sehari selama satu bulan maka anda memerlukan dana sejumlah minimal Rp.600.ooo/bulan. Harga obat tersebut bisa lebih mahal lagi karena tidak semua apotik menyediakan dan terkadang dokter menyediakannya sendiri di tempat praktek.

5.Jangan terpengaruh dengan iklan
Sebaiknya anda menyelesaikan pengobatan sampai tuntas dan anda harus minum secara teratur dan rutin. Jangan sampai anda memutus pengobatan sebelum berkonsultasi dengan dokter/apoteker di apotek. Karena anda bisa saja membuang terlalu banyak uang untuk mengulangi pengobatan dari awal.

6. Perhatikan konsumsi obat-obatan yang lain
Beberapa obat dapat mempengaruhi berat badan anda jika dikonsumsi secara teratur, misalkan : golongan kortikosteroid , antidepresant, tranquilizer minor, anti panik, sulfonilurea, antipsikosis, atau yang paling sering menyebabkan kegemukan adalah Pil KB. Jadi sebaiknya anda melaporkan semua pengobatan yang sedang anda laksanakan kepada dokter anda. Disamping itu dengan mengetahui obat apa yang anda konsumsi dapat dihindari interaksi obat yang tidak diinginkan dari obat tersebut.

7. Pelajari berapa kalori kebutuhan anda sehari
Penghitungan kalori dibutuhkan untuk menentukan berapa dan apa yang sebaiknya anda makan untuk menurunkan berat badan anda. Jika anda ingin menurunkan berat badan anda dapat menurunkan jumlah kalori yang anda makan.

8.Ketahui apakah anda memiliki gangguan penyakit dan faktor genetik yang mempengaruhi
Hipothtiroid, Cushing syndrome dan Insulin resistensi dapat menyebabkan kegemukan, untuk itu anda harus memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter anda. Karena penyebab kegemukan bukan saja dari banyaknya asupan gizi yang kita makan.

Perlu anda ketahui bahwa penurunan berat badan belum tentu linear. Artinya jika bulan pertama anda turun 1 kg, belum tentu bulan kedua turun 2 kg karena masih banyak faktor lain yang menentukan penurunan berat badan
(sumber: tempo)