Senin, 23 April 2012

Campak Penyebab & Pengobatannya


DEFINISI
Campak (Rubeola, Campak 9 hari) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.


PENYEBAB
Campak disebabkan oleh paramiksovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).

Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:
- bayi berumur lebih dari 1 tahun,
- bayi yang tidak mendapatkan imunisasi, dan
- remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.


GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:
- nyeri tenggorokan,
- hidung meler,
- batuk,
- nyeri otot,
- demam,
- mata merah, dan
- fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau).

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala di atas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40o Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

campak koplik spot
campak punggung

KOMPLIKASI
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

1. Infeksi bakteri
- Pneumonia
- Infeksi telinga tengah
2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:
- pemeriksaan darah,
- pembiakan virus, dan
- serologi campak.


PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.


PENCEGAHAN
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. (Sumber: spesialis.info)

Autisme


DEFINISI
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang biasanya muncul pada usia 1-3 tahun. Tanda-tanda autisme biasanya muncul pada tahun pertama dan selalu sebelum anak berusia 3 tahun. Autisme 2-4 kali lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.


PENYEBAB
Penyebab yang pasti dari autisme tidak diketahui, yang pasti hal ini bukan disebabkan oleh pola asuh yang salah. Penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.

Beberapa kasus mungkin berhubungan dengan:
- Infeksi virus (rubella kongenital atau cytomegalic inclusion disease)
- Fenilketonuria (suatu kekurangan enzim yang sifatnya diturunkan)
- Sindroma X yang rapuh (kelainan kromosom).


GEJALA
Penderita autisme klasik memiliki 3 gejala:
  • gangguan interaksi sosial
  • hambatan dalam komunikasi verbal dan non-verbal
  • kegiatan dan minat yang aneh atau sangat terbatas.
Sifat-sifat lainnya yang biasa ditemukan pada anak autis:
  • Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain
  • Tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya
  • Menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata
  • Menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri
  • Lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka
  • Jarang memainkan permainan khayalan
  • Memutar benda
  • Terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik
  • Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif
  • Tidak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal
  • Tertarik pada hal-hal yang serupa, tidak mau menerima/mengalami perubahan
  • Tidak takut akan bahaya
  • Terpaku pada permainan yang ganjil
  • Ekolalia (mengulang kata-kata atau suku kata)
  • Tidak mau dipeluk
  • Tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli
  • Mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk
  • Jengkel/kesal membabi buta, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas
  • Melakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang-goyang atau mengepak-ngepakkan lengannya)
  • Anak autis mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. Jika seseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami apa yang dikatakan kepadanya. Anak autis tidak mau menggunakan kata ganti yang normal (terutama menyebut dirinya sebagai kamu, bukan sebagai saya).
  • Pada beberapa kasus mungkin ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.
  • Kemampuan motorik kasar/halusnya ganjil (tidak ingin menendang bola tetapi dapat menyusun balok).
Gejala-gejala tersebut bervariasi, bisa ringan maupun berat. Selain itu, perilaku anak autis biasanya berlawanan dengan berbagai keadaan yang terjadi dan tidak sesuai dengan usianya.


DIAGNOSA
Autisme tidak dapat langsung diketahui pada saat anak lahir atau pada skrining prenatal (tes penyaringan yang dilakukan ketika anak masih berada dalam kandungan). Tidak ada tes medis untuk mendiagnosis autisme. Suatu diagnosis yang akurat harus berdasarkan kepada hasil pengamatan terhadap kemampuan berkomunikasi, perilaku dan tingkat perkembangan anak.

Karakteristik dari kelainan ini beragam, maka sebaiknya anak dievaluasi oleh suatu tim multidisipliner yang terdiri dari ahli saraf, psikolog anak-anak, ahli perkembangan anak-anak, terapis bahasa dan ahli lainnya yang berpengalaman di bidang autisme. Pengamatan singkat dalam satu kali pertemuan tidak dapat menampilkan gambaran kemampuan dan perilaku anak. Masukan dari orang tua dan riwayat perkembangan anak merupakan komponen yang sangat penting dalam menegakkan diagnosis yang akurat.


PENGOBATAN
Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak. Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain, tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitari kamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.

Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau isyarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaan dan gagasannya.

Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, apakah berupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi. Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota keluarga lainnya bisa menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.


Program intervensi dini

Hal terpenting yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan menitikberatkan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari, mengguanakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata.

Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia dibawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalami ketidakmampuan fisik atau kognitif.

Program intervensi dini terdiri dari:
- Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan/kegiatan tertentu)
- Terapi wicara dan bahasa
- Pendidikan masa kanak-kanak dini
- Perangsangan sensorik.

Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak austik yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.

Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif. Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda.

Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyebrang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak. Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.

Tidak mudah menerima kenyataan bahwa anak anda adalah seorang autis. Orang tua seringkali mengalami tahapan emosional berupa duka, menyangkal, marah, depresi dan menerima. Konsultasi dengan ahli dapat membantu keluarga menerima diagnosis ini, melangkah ke depan dan mencari jalan terbaik untuk membantu anak mencapai potensinya yang tertinggi.

Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif bisa semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan bisa membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Haloperidol terutama digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri. Fenfluramin, buspiron, risperidon dan penghambat reuptake serotonin selektif (fluoksetin, paroksetin dan sertralin) digunakan untuk mengatasi berbagai gejala dan perilaku pada anak autis.

Beberapa anak autis tumbuh dan menjalani hidup yang mandiri. Yang lainnya selalu membutuhkan dukungan dari lingkungan tempat tinggal dan tempatnya bekerja. Banyak ahli yang berpendapat bahwa masa depan anak autis sangat tergantung kepada besarnya kemampuan berbahasa yang dicapai oleh anak ketika berusia 7 tahun. (Sumbar: spesialis.info)

Osteoartritis


DEFINISI
Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.

Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun.
Bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi pria bisa terkena pada usia yang lebih muda.

Osteoartritis lutut

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sendi memiliki derajat gesekan yang rendah sehingga tidak akan mudah aus, kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan atau mengalami cedera.
Osteoartritis kemungkinan berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan).

Selanjutnya tulang rawan tumbuh terlalu banyak, tetapi pada akhirnya akan menipis dan membentuk retakan-retakan di permukaan.
Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang yang terletak dibawah kartilago tersebut, sehingga tulang menjadi rapuh.
Tulang mengalami pertumbuhan berlebihan di pinggiran sendi dan menyebabkan benjolan (osteofit), yang bisa dilihat dan bisa dirasakan. Benjolan ini mempengaruhi fungsi sendi yang normal dan menyebabkan nyeri.

Pada akhirnya, permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus.
Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kelainan sendi.

Osteoartritis dikelompokkan menjadi:
- Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui
- Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya adalah penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi, kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan).

Orang-orang yang pekerjaannya menyebabkan penekanan berulang pada sendi mempunyai resiko lebih besar untuk menderita osteoartritis.
Jenis pekerjaan ini misalnya pekerja tambang dan supir bis.

Obesitas diduga merupakan faktor utama dalam terjadinya osteoartritis, tetapi pembuktiannya belum cukup kuat.

GEJALA
Bila dilakukan x-ray pada orang-orang berusia 40 tahun, kebanyakan akan memperlihatkan mulai terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi penopang beban seperti sendi panggul; tetapi hanya sedikit yang memiliki gejala.

Gejala biasanya timbul secara bertahap dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit sendi.
Yang sering terkena adalah sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut.

Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala pertama.

Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendinya ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.

Kerusakan karena orteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar digerakkan dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan.
Pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) sering terjadi pada sendi di ujung jari tangan.

Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
Sendi panggul menjadi kaku dan kehilangan daya geraknya sehingga menggerakkan sendi panggul juga menimbulkan nyeri.

Osteoartritis sering terjadi pada tulang belakang. Gejala utamanya adalah nyeri punggung. Biasanya kerusakan sendi di tulang belakang hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan yang sifatnya ringan.
Osteoartritis pada leher atau punggung sebelah bawah bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang berlebih menekan persarafannya.

Kadang pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang tertekan, sehingga timbul gangguan penglihatan, vertigo, mual dan muntah.
Pertumbuhan tulang juga bisa menekan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan menelan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan foto rontgen.

PENGOBATAN
Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.

Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek dan tempat tidur yang dialasi dengan papan.

Untuk osteoartritis pada tulang belakang, dilakukan olah raga khusus dan jika penyakitnya berat, bisa digunakan penopang punggung.

Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.

Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan.
Untuk nyeri pada jari tangan dianjurkan merendam tangan dalam campuran parafin panas dengan minyak mineral pada suhu 47,8-52? Celsius atau mandi dengan air hangat.
Pemijatan oleh tenaga terlatih, traksi (penarikan) dan terapi pemanasan dalam dengan diatermi atau ultrasonik bisa dilakukan pada osteoartritis di leher.

Obat merupakan aspek yang tidak terlalu penting.
Obat pereda nyeri (misalnya acetaminofen) mungkin merupakan satu-satunya obat yang diperlukan.
Obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak atau terasa nyeri, bisa disuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam sendi.

Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan.
Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan.
Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri. Karena itu jika fungsi sendi menjadi terbatas, maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi. (Sumber: spesialis.info)

Kemandulan


DEFINISI
Kemandulan adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Kemandulan primer adalah istilah yang digunakan jika pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak. Jika sebelumnya pasangan suami istri pernah memiliki anak (minimal 1 kali kehamilan), tetapi kehamilan berikutnya belum berhasil dicapai, maka digunakan istilah kemandulan sekunder.


PENYEBAB
Sekitar 30-40% kasus disebabkan oleh faktor pria, seperti:

1. Masalah pada sperma

Pada pria dewasa, sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis. Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.

Dari testis kiri dan kanan, sperma bergerak ke dalam epididimis (suatu saluran berbentuk gulungan yang terletak di puncak testis menuju ke testis belakang bagian bawah) dan disimpan di dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi. Dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius. Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen, yang kemudian mengalir menuju ke uretra dan dikeluarkan ketika ejakulasi.

Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan:
* Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.
Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5? (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantung zakar) yang berada diluar rongga tubuh.

Faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin).
* Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali. Jika di dalam semen tidak terdapat fruktosa (gula yang dihasilkan oleh vesikula seminalis) berarti tidak terdapat vas deferens atau tidak terdapat vesikula seminalis atau terdapat penyumbatan pada duktus ejakulatorius.
* Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum. Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.
* Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya, yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis. Kelainan ini lebih sering ditemukan pada pria yang telah menjalani pembedahan panggul (terutama pengangkatan prostat) dan pria yang menderita diabetes. Ejakulasi retrograd juga bisa terjadi akibat kelainan fungsi saraf.

2. Impotensi

3. Kekurangan hormon

4. Polusi lingkungan.

5. Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual.

40-50% kemandulan disebabkan oleh faktor wanita:

1. Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.

2. Disfungsi ovulasi (kelainan pada proses pelepasan sel telur oleh ovarium/sel telur). Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur). Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi hari pertama. Sel telur yang dilepaskan ini siap dibuahi oleh sperma yang berasal dari pria.

Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi (amenore), maka dicari terlebih dahulu penyebabnya lalu dilakukan pengobatan untuk merangsang terjadinya ovulasi. Kadang ovulasi tidak terjadi akibat tidak dilepaskannya GnRH (donadotropin-releasing hormone) oleh hipotalamus.

3. Kelainan hormon.

4. Kekurangan gizi.

5. Kista ovarium.

6. Infeksi panggul.

7. Tumor.

8. Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim).
Lendir pada serviks bertindak sebagai penyaring yang menghalangi masuknya bakteri dari vagina ke dalam rahim. Lendir ini juga berfungsi memperpanjang kelangsungan hidup sperma.
Lendir pada serviks adalah kental dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali pada fase folikuler dari siklus menstruasi.
Selama fase folikuler, terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma. Selanjutnya sperma menuju ke rahim lalu ke tuba falopii dan terjadilah pembuahan di tuba falopii.

9. Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur).

10. Kelainan pada tuba falopii.
Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii.
Penyebab yang utama adalah:
- Infeksi
- Endometriosis
- Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi.

Diperkirakan sebanyak 10-20% pasangan mengalami kemandulan. Merupakan hal yang penting untuk tidak menunda kehamilan lebih dari 1 tahun; kemungkinan hamil pada pasangan yang sehat dan keduanya berusia dibawah 30 tahun serta melakukan hubungan seksual secara teratur adalah hanya sebesar 25-30%/bulan. Puncak kesuburan seorang wanita adalah pada usia 20 tahunan; jika usia wanita diatas 30 tahun (terutama diatas 35 tahun), maka kemungkinan hamil adalah sebesar kurang dari 10%/bulan. Selain faktor yang berhubungan dengan usia, resiko kemandulan juga meningkat pada:

* Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual)
* Penyakit menular seksual
* Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini, 10-15% wanita menjadi mandul)
* Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria)
* Gondongan (pria)
* Varikokel (pria)
* Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita)
* Siklus menstruasi anovulatoir
* Endometriosis
* Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim
* Penyakit menahun (misalnya diabetes).


GEJALA
Gejalanya berupa:

* Tidak kunjung hamil
* Reaksi emosional (baik pada istri, suami maupun keduanya) karena tidak memiliki anak.

Kemandulan sendiri tidak menyebabkan penyakit fisik, tetapi dampak psikisnya pada suami, istri maupun keduanya bisa sangat berat. Pasangan tersebut mungkin akan menghadapi masalah pernikahan (termasuk perceraian), depresi dan kecemasan.


DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:

* Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah, pergerakan, kecepatan pergerakan dan bentuk sperma. 2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini, suami tidak boleh melakukan ejakulasi.
* Pengukuran suhu tubuh basal.
Setiap pagi, sebelum beranjak dari tempat tidur, dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita, jika terjadi peningkatan sebesar 0,5-1? Celsius berarti sedang terjadi ovulasi.
* Memperhatikan perubhan pada lendir servikal. Pada fase ovulatoir, lendir menjadi basah, elastis dan licin.
* Postcoital test (PCT).
PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.

Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi.

Dalam keadaan normal, lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7,6-10 cm tanpa terputus. Bila dilihat dengan mikroskop, lendir tampak seperti pohon pakis.
* Kadar progesteron serum.
* Biopsi endometrium
* Biopsi testis (jarang dilakukan)
* Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual.
* Progestin challenge
* Kadar hormon pada suami dan istri.
* Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui rahim sampai ke tuba falopii.
* Histeroskopi.
* Laparoskopi untuk melihat rongga panggul.
* Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak.



PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Bisa diberikan untuk mencoba menambah pembentukan sperma pada pria. Tetapi Clomifene tampaknya tidak dapat meningkatkan kemampuan gerak sperma maupun mengurangi jumlah sperma yang abnormal dan belum terbukti mampu menambah kesuburan. Pada pria yang hanya memiliki sedikit sperma yang normal, bisa dilakukan inseminasi buatan, baik melalui prosedur pembuahan in vitro maupun GIFT (gamete intrafallopian tube transfer). Pada azospermia, bisa dipertimbangkan pembuahan dengan sperma dari donor. Varikokel bisa diatasi dengan pembedahan.

Bagi wanita yang tidak mengalami ovulasi dalam waktu lama (anovulasi kronis) bisa diberikan Clomifene. Pada awalnya menstruasi dirangsang dengan obat lain, yaitu medroksiprogesteron acetat. Kemudian diberikan Clomifene selama 5 hari. Biasanya ovulasi akan terjadi 5-10 hari (rata-rata 7 hari) setelah pemberian Clomifene dihentikan dan 14-16 hari setelah ovulasi akan terjadi menstruasi.

Jika setelah pemberian Clomifene tidak terjadi menstruasi, maka dilakukan tes kehamilan.

Jika hasilnya negatif, siklus pengobatan diulangi dengan menambah dosis Clomifene sampai terjadi ovulasi atau sampai tercapai dosis maksimum. Jika telah ditentukan dosis Clomifene yang bisa merangsang terjadinya ovulasi, maka dosis ini diberikan minimal selama 6 siklus pengobatan lagi. Kebanyakan wanita akan bisa hamil pada siklus keenam, dimana terjadi ovulasi.

Sekitar 75-80% wanita yang mendapatkan Clomifene akan mengalami ovulasi, tetapi hanya 40-50% yang berhasil hamil. Sekitar 5% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2). Efek samping dari klomifen adalah hot flashes, pembengkakan perut, nyeri tekan pada payudara, mual, gangguan penglihatan dan sakit kepala. Sekitar 5% dari wanita yang diobati dengan Clomifene mengalami sindroma hiperstimulasi ovarium, dimana ovarium menjadi sangat besar dan sejumlah besar cairan berpindah dari aliran darah ke rongga perut. Untuk mencegah terjadinya sindroma ini, maka diberikan dosis Clomifene terendah yang masih efektif.

Jika pemberian Clomifene tidak berhasil merangsang ovulasi, maka dicoba diberikan terapi hormonal dengan human menopausal gonadotropin (HMG). Hormon ini diekstrak dari air kemih wanita pasca menopause. HMG memerlukan biaya besar dan memiliki efek samping yang berat, karena itu pemakaiannya dibatasi hanya jika penyebab kemandulan sudah pasti merupakan kelainan ovulasi. HMG disuntikkan ke dalam otot dan dosisnya disesuaikan dengan respon penderita terhadap hormon tersebut. HMG berfungsi merangsang pematangan folikel di ovarium. Untuk memantau pematangan ini, dilakukan pengukuran kadar hormon estradiol dan pemeriksaan USG panggul.

Setelah folikel matang diberikan suntikan hormon lain, yaitu human chorionic gonadotropins (HCG) untuk merangsang ovulasi. Lebih dari 95% wanita yang diberi hormon ini mengalami ovulasi, tetapi kehamilan hanya terjadi pada 50-75% penderita. 10-30% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2). Efek samping dari HMG adalah sindroma hiperstimulasi ovarium, yang terjadi pada 10-20% penderita.

Kemandulan akibat tidak dilepaskannya hormon GnRH oleh hipotalamus bisa diatasi dengan memberikan GnRH buatan untuk merangsang ovulasi. Jika penyebabnya adalah kelainan pada lendir servikal, maka bisa dilakukan inseminasi intrauterin, yaitu memasukkan semen langsung ke dalam rahim sehingga tidak perlu melewati lendir. Atau diberikan obat untuk mengencerkan lendir (misalnya guaifenesin).

Teknik Pembuahan
Setelah semua pengobatan lain gagal menghasilkan kehamilan, maka lebih banyak pasangan mandul yang beralih ke fertilisasi in vitro (bayi tabung). Prosedur ini terdiri dari perangsangan ovarium, pemulihan pelepasan sel telur, pembuahan sel telur, penumbuhan embrio di laboratorium kemudian penanaman embrio pada rahim wanita.

Untuk merangsang ovarium sehingga banyak sel telur yang matang, diberikan kombinasi klomifen, HMG dan agonis GnRH (obat yang merangsang pelepasan gonadotropin oleh kelenjar hipofisa).

Dengan panduan USG, dimasukkan sebuah jarum melalui vagina atau perut ke dalam ovarium dan diambil beberapa sel telur dari folikelnya. Di laboratorium, sel telur ditempatkan di dalam cawan pembiakan dan dibuahi oleh sperma pilihan (sperma yang paling aktif).

Setelah sekitar 40 jam, 3-4 embrio dipindahkan dari cawan biakan ke dalam rahim itu melalui vagina. Embrio lainnya bisa dibekukan dalam larutan nitrogen untuk cadangan bila tidak terjadi kehamilan. Setiap kali sel telur yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam rahim, peluang berkembangnya seorang bayi cukup bulan hanya sekitar 18-25%.

Jika penyebab kemandulan pada wanita tidak diketahui atau jika penyebabnya adalah endometriosis tetapi fungsi tuba falopiinya normal, maka dilakukan GIFT (gammete intrafallopian tube transfer). Sel telur dan sperma pilihan diperoleh melalui prosedur yang sama dengan pada fertilisasi in vitro, tetapi sel telur tidak dibuahi di laboratorium. Sel telur dan sperma dimasukkan ke dalam ujung tuba falopii melalui dinding perut (pada proses laparoskopi) atau melalui vagina (dipandu oleh USG), sehingga pembuahan terjadi di dalam tuba falopii. Angka keberhasilan pada GIFT adalah sekitar 20-30%.

Variasi dari fertilisasi in vitro dan GIFT adalah pemindahan embrio yang lebih matang (zygote intrafallopian tube transfer), pemakaian sel telur dari donor dan pemindahan embrio yang telah dibekukan ke dalam rahim wanita lain.

PROGNOSIS
Sekitar 85-90% kasus, kemungkinan penyebabnya bisa diketahui. Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan. Tanpa pengobatan, 15-20% kasus pada akhirnya akan mengalami kehamilan.


PENCEGAHAN
Kemandulan seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual, karena itu dianjurkan untuk menjalani perilaku seksual yang aman guna meminimalkan resiko kemandulan di masa yang akan datang. Penyakit menular seksual yang paling sering menyebabkan kemandulan adalah gonore dan klamidia. Kedua penyakit ini pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala dan gejala baru timbul setelah terjadinya penyakit peradangan panggul atau salpingitis. Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan, kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan.

Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan komplikasinya pada pria (orkitis). Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan.

Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak. (Sumber: spesialis.info)

Resiko-Resiko Selama Kehamilan


DEFINISI
Selama kehamilan, sebuah masalah bisa terjadi atau sebuah kondisi bisa terbentuk membuat kehamilan beresiko tinggi. Contohnya, wanita hamil bisa terkena sesuatu yang bisa menghasilkan kerusakan kelahiran (teratogens), seperti radiasi, kimia-kimia tertentu, obat-obatan, atau infeksi. Atau sebuah gangguan bisa terjadi. Beberapa gangguan berhubungan dengan (adalah komplikasi dari) kehamilan

Obat-obatan
Beberapa obat-obatan yang digunakan selama kehamilan menyebabkan kerusakan kelahiran. Misalnya alkohol, isotretinoin (digunakan untuk mengobati jerawat akut), beberapa antikonsulvan, litium, beberapa antibiotik (seperti streptomisin, kanamisin, dan tetrasiklin), thalidomide, warfarin, dan penghambat enzim angiotensin-converting (ACE) (digunakan selama akhir trismester kedua). Menggunakan obat-obatan yang menghambat kerja folic acid (seperti methotrexate immunosuppressant atau antibiotik trimethoprim) juga bisa menyebabkan cacat sejak lahir (kekurangan asam folat meningkatkan resiko memiliki bayi cacat sejak lahir). Menggunakan kokain bisa menyebabkan cacat sejak lahir, pelepasan plasenta yang prematur (placental abruption), dan kelahiran prematur. Merokok meningkatkan resiko memiliki seorang bayi dengan berat lahir rendah. Awal kehamilan, wanita ditanyakan apakah mereka menggunakan obat-obatan tersebut. Terutama sekali yang perlu diperhatikan adalah alkohol, kokain, dan merokok.

Gangguan Yang Terjadi Selama Kehamilan
Selama kehamilan, wanita bisa mengalami gangguan yang tidak berhubungan langsung dengan kehamilan. Beberapa gangguan meningkatkan masalah beresiko pada wanita hamil atau janin. Hal tersebut termasuk gangguan yang menyebabkan demam tinggi, infeksi, dan gangguan yang membutuhkan operasi perut. Gangguan-gangguan tertentu lebih mungkin terjadi selama kehamilan karena banyak perubahan kehamilan terjadi di dalam tubuh wanita. Misalnya penyakit thromboembolic, anemia, dan infeksi saluran kemih.

1. Demam : sebuah gangguan yang menyebabkan suhu lebih besar dari 103º F (39.5ºC) selama trimester pertama meningkatkan resiko dari keguguran dan kerusakan otak atau spinal cord pada bayi. Demam pada akhir kehamilan meningkatkan resiko persalinan sebelum waktunya.

2. Infeksi : beberap infeksi yang terjadi secara kebetulan selama kehamilan dapat menyebabkan cacat sejak lahir. Campak jerman (rubella) bisa menyebabkan cacat sejak lahir, terutama sekali pada jantung dan bagian dalam mata. Infeksi cytomegalovirus bisa melewati plasenta dan merusak hati dan otak janin. Infeksi virus lainnya yang bisa membahayakan janin atau menyebabkan kerusakan kelahiran termasuk herpes simplex, dan cacar air (varicella). Toksoplasma, infeksi protozoa, bisa menyebabkan keguguran, kematian janin, dan cacat sejak lahir serius. Listeriosis, infeksi bakteri, juga bisa membahayakan janin. Infeksi bakteri pada vagina (seperti bakteri vaginosis) selama kehamilan bisa menyebabkan persalinan sebelum waktunya atau membran yang berisi janin gugur sebelum waktunya. Pengobatan pada infeksi dengan antibiotik bisa mengurangi kemungkinan masalah-masalah ini.

3. Gangguan yang membutuhkan operasi : selama kehamilan, gangguan yang membutuhkan operasi emergensi meliputi perut mungkin dijalankan. Jenis operasi ini meningkatkan resiko persalinan sebelum waktunya dan menyebabkan keguguran, khususnya pada awal kehamilan. Juga, operasi biasanya ditunda selama mungkin kecuali jika kesehatan jangka panjang si wanita kemungkinan terpengaruhi.

Jika radang usus buntu terjadi selama kehamilan, operasi untuk mengangkat usus buntu (appendectomy) dilakukan dengan segera karena pecahnya usus buntu bisa menjadi fatal. Appendectomy tidak mungkin membahayakan janin atau menyebabkan keguguran. Meskipun begitu, radang usus buntu kemungkinan sulit untuk dikenali selama kehamilan. Rasa kram menyakitkan pada radang usus buntu menyerupai kontraksi rahim, yang mana biasa selama kehamilan. Usus buntu ditekan ke bagian atas perut sebagai proses kehamilan, sehingga letak rasa sakit pada radang usus buntu kemungkinan tidak seperti yang diharapkan.

Jika kista ovarium terjadi selama kehamilan, operasi biasanya ditunda hingga 12 minggu kehamilan. Kista kemungkinan menghasilkan hormon yang membantu kehamilan dan seringkali hilang tanpa pengobatan. Meskipun begitu, jika kista atau massa lain membesar, operasi kemungkinan diperlukan sebelum 12 minggu. Beberapa massa kemungkinan bersifat kanker.

Kerusakan pada usus selama kehamilan bisa jadi sangat serius. Jika kerusakan mengarah ke ganggren usus dan radang selaput perut (peradangan pada membran yang melintasi rongga perut), seorang wanita bisa keguguran dan nyawanya dalam bahaya. Operasi exploratory biasanya dilakukan dengan segera ketika wanita hamil mengalami gejala-gejala kerusakan usus, terutama jika mereka pernah menjalani operasi perut atau infeksi perut.

4. Penyakit thromboembolic : di Amerika Serikat, penyakit thromboembolic merupakan penyebab utama kematian pada wanita hamil. Pada penyakit thromboembolic, gumpalan darah terbentuk di dalam pembuluh darah. Mengalir melalui aliran darah dan menghalangi arteri. Resiko pada pembentukan penyakit thromboembolic meningkat sekitar 6 sampai 8 minggu setelah melahirkan. Kebanyakan komplikasi menyebabkan penggumpalam darah akibat dari penyakit yang terjadi selama melahirkan. Resiko bertambah banyak setelah operasi sessar dibandingkan setelah melahirkan normal.

Penggumpalan darah biasanya terbentuk di pembuluh luar pada kaki seperti thrombophlebitis atau di dalam darah seperti pembuluh dalam thrombosis. Gejala-gejala termasuk pembengkakan, rasa sakit di betis, dan urat. Akutnya gejala tersebut tidak ada hubungannya dengan penyakit parah. Gumpalan bisa pindah dari kaki menuju paru-paru, dimana bisa menghalangi satu atau lebih arteri pada paru-paru. Penyumbatan ini, disebut emboli paru-paru, bisa mengancam nyawa, jika gumpalan menghambat arteri yang mensuplai otak, menghasilkan stroke. Penggumpalan darah bisa juga terjadi pada pelvis.

Wanita yang mengalami pembekuan darah pada kehamilan sebelumnya bisa diberikan heparin (sebuah antikoagulan) selama kehamilan berikutnya untuk mencegah pembentukan gumpalan darah. Jika wanita memiliki gejala yang diduga pembekuan darah, ultrasonografi Doppler kemungkinan dilakukan untuk memeriksa pembekuan. Jika pembekuan darah diketahui, heparin mulai diberikan tanpa menunda. Heparin kemungkinan disuntikkan ke dalam pembuluh (secara infus) atau di bawah kulit (subkutan). Heparin tidak melalui plasenta dan tidak membahayakan janin. Pengobatan dilanjutkan untuk 6 sampai 8 minggu setelah melahirkan, ketika resiko pembekuan darah tinggi. Setelah melahirkan, warfarin kemungkinan digunakan sebagai pengganti heparin. Warfarin bisa digunakan dengan mulut, memiliki resiko komplikasi rendah dibandingkan heparin., dan bisa digunakan oleh wanita yang menyusui.

Jika emboli paru-paru diduga, ventilasi paru-paru dan perfusion scan kemungkinan dilakukan untuk memastikan diagnosa. Prosedur ini meliputi menyuntikkan bahan radio aktif dalam jumlah sedikit ke dalam pembuluh. Prosedur ini aman selama kehamilan karena dosis bahan radio aktif kecil. Jika diagnosa pada emboli paru-paru tetap tidak pasti, angiography paru-paru dibutuhkan.

5. Anemia : kebanyakan wanita hamil mengalami beberapa tingkat anemia karena zat besi dibutuhkan untuk menghasilkan sel darah merah pada janin. Anemia bisa muncul selama kehamilan karena kekurangan asam folat. Anemia biasanya dapat dicegah atau diobati dengan menggunakan zat besi dan suplemen asam folat selama kehamilan. Meskipun begitu, jika anemia menjadi parah dan berlangsung lama, kapasitas darah untuk membawa oksigen menurun. Akibatnya, janin tidak bisa mendapatkan cukup oksigen, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normal, khususnya pada otak. Wanita hamil yang mengalami anemia berat bisa menjadi lelah berlebihan, nafas tersengal-sengal, sakit kepala berkunang-kunang. Resiko persalinan preterm meningkat. Jumlah pendarahan normal selama persalinan dan melahirkan bisa menyebabkan anemia yang sangat membahayakan pada wanita ini. Wanita dengan anemia lebih mungkin mengalami infeksi setelah melahirkan. Juga, jika asam folat berkurang, resiko memiliki bayi dengan cacat lahir pada otak dan tulang belakang, seperti spina bifida, meningkat.

6. Infeksi saluran kemih : infeksi saluran kemih biasa selama kehamilan, kemungkinan disebabkan melebarnya rahim memperlambat aliran air seni dengan menekan pipa yang menghubungkan ginjal dengan kantung kemih (ureters). Ketika air seni mengalir lambat, bakteri tidak bisa membilas pada saluran air seni. meningkatkan resiko sebuah infeksi. Infeksi ini meningkatkan resiko persalinan preterm dan cepat luruh pada selaput yang mengandung janin. Kadangkala infeksi pada kantung kemih atau ureter menyebar ke saluran air seni dan menuju ginjal, menyebabkan. Pengobatan terdiri dari terapi antibiotik.


Komplikasi Kehamilan
Komplikasi kehamilan adalah masalah yang terjadi hanya selama kehamilan. Hal itu bisa mempengaruhi wanita tersebut, janin, atau keduanya dan bisa terjadi pada waktu berlainan selama kehamilan. Misalnya, komplikasi seperti plasenta salah tempat (plasenta previa) atau pelepasan prematur pada plasenta dari uterus (placental abruption) bisa menyebabkan pendarahan dari vagina selama 3 bulan terakhir pada kehamilan. Wanita yang berdarah pada waktunya berisiko kehilangan bayi atau pendarahan berlebihan (hemorrhaging) atau sekarat selama persalinan dan melahirkan. Meskipun begitu, kebanyakan komplikasi kehamilan bisa di obati secara efektif.

Beberapa masalah yang terjadi dari kelainan hormon selama kehamilan hanya kejadian minor, gejala sementara pada wanita hamil. Misalnya, pengaruh hormon normal pada kehamilan bisa memperlambat pergerakan pada empedu melalui pembuluh empedu, cholestasis pada kehamilan bisa terjadi. Gejala paling jelas adalah rasa gatal di seluruh tubuh (biasanya pada beberapa bulan terakhir kehamilan). Tidak terdapat ruam. Jika rasa gatal hebat, cholestyramine bisa diberikan. Gangguan ini biasanya dipecahkan setelah melahirkan tetapi cenderung sembuh pada kehamilan berikutnya.

1. Hyperemesis gravidarum : hyperemesis gravidarum adalah rasa mual yang luar biasa keras dan muntah berlebihan selama kehamilan. Hyperemesis gravidarum berbeda dari morning sickness biasa. Jika wanita seringkali muntah dan menderita mual berkelanjutan mereka kehilangan berat badan dan menjadi dehidrasi, mereka menderita hyperemesis gravidarum. Jika wanita kadangkala muntah tetapi bertambah berat badan dan tidak dehidrasi, mereka tidak mengalami hyperemesis gravidarum. Penyebab hyperemesis gravidarum tidak diketahui.

Karena hyperemesis gravidarum bisa mengancam nyawa wanita hamil dan janin, wanita yang menderita harus dirawat di rumah sakit. Cairan infus dimasukkan ke dalam pembuluh untuk memberikan cairan, gula (glukosa), elektrolit, dan kadangkala vitamin. Wanita yang mengalami komplikasi tidak diijinkan untuk makan atau minum apapun untuk paling tidak 24 jam. Obat penenang, antiemetik, dan obat-obatan lain diberikan sesuai kebutuhan. Setelah wanita rehidrasi dan muntahnya reda, mereka bisa mulai makan yang sering, makanan yang dihaluskan dengan porsi sedikit. Ukuran porsi tersebut meningkat jika mereka bisa menerima banyak makanan. Biasanya, muntah berhenti dalam beberapa hari. Jika gejala kambuh, pengobatan diulangi. Jarang, jika terus kehilangan berat badan dan gejala berlangsung lama meskipun diobati, wanita diberikan makan melalui pipa lurus melalui hidung dan turun ke kerongkongan menuju usus kecil selama diperlukan.

2. Preeclampsia : sekitar 5 % wanita hamil mengalami preeclampsia (toxemia pada kehamilan). Pada komplikasi ini, peningkatan pada tekanan darah disertai dengan protein pada air kencing (proteinuria). Preeclampsia biasanya terjadi antara minggu ke 20 pada kehamilan dan akhir minggu pertama setelah melahirkan. Penyebab preeclampsia tidak diketahui. namun lebih sering pada wanita yang hamil untuk pertama kali, yang membawa dua atau lebih janin, yang memiliki preeclampsia pada kehamilan berikutnya, yang telah memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan pembuluh darah, atau yang menderita penyakit sel sickle. Hal ini juga lebih sering terjadi pada anak gadis berusia 15 tahun atau lebih muda dan wanita berumur 35 tahun atau lebih tua.

Berbagai macam preeclampsia akut, disebut sindrom HELLP, terjadi pada beberapa wanita. Terdiri dari hal-hal berikut di bawah ini :
* Hemolysis (kerusakan sel darah merah)
* Kenaikkan kadar enzim hati, mengindikasikan kerusakan hati
* Jumlah platelet rendah, membuat darah tidak bisa menggumpal dan meningkatkan resiko pendarahan selama dan sesudah persalinan.

1 dari 200 wanita yang menderita preeclampsia, tekanan darah menjadi cukup tinggi untuk menyebabkan kejang; kondisi ini disebut eclampsia. Seperempat kasus pada preeclampsia terjadi setelah melahirkan, biasanya pada 2 sampai 4 hari pertama. Jika tidak diobati segera, eclampsia kemungkinan fatal.

Preeclampsia bisa menyebabkan pelepasan prematur pada plasenta dari rahim (placental abruption). Bayi pada wanita yang menderita preeclampsia 4 atau 5 kali lebih mungkin cepat mengalami masalah setelah melahirkan dibandingkan dengan bayi pada wanita yang tidak mengalami komplikasi. Bayi kemungkinan kecil disebabkan kerusakan plasenta atau disebabkan lahir secara prematur.

Jika preeclampsia ringan terjadi pada kehamilan dini, istirahat di rumah kemungkinan tercukupi, tetapi beberapa wanita harus menemui dokter sesering mungkin. Jika preeclampsia bertambah parah, wanita biasanya dirawat di rumah sakit. Di sana, mereka dirawat di tempat tidur dan diawasi ketat sampai janin cukup matang untuk dilahirkan dengan selamat. Antihipertensis kemungkinan diperlukan. Beberapa jam sebelum melahirkan, magnesium sulfate kemungkinan diberikan secara infus untuk mengurangi resiko kejang. Jika preeclampsia terjadi dekat tanggal kelahiran, persalinan biasanya diinduksi dan bayi dilahirkan.

Jika preeclampsia parah, bayi tersebut kemungkinan dilahirkan dengan operasi sessar, yang merupakan jalan pintas, kecuali servik cukup terbuka (dilated) untuk segera melahirkan normal. Cepat melahirkan mengurangi resiko komplikasi pada wanita dan janin. Jika tekanan darah tinggi, obat-obatan untuk merendahkan tekanan darah, seperti hydralazine atau labelatol, kemungkinan diberikan secara infus sebelum melahirkan dilakukan. Pengobatan pada sindrom HELLP biasanya sama pada preeclampsia berat.

Setelah melahirkan, wanita yang sudah menderita preeclampsia atau eclampsia dipantau dengan ketat untuk 2 sampai 4 hari karena mereka meningkatkan resiko serangan. Sebagaimana kondisi mereka terus menerus diperbaiki, mereka dianjurkan untuk berjalan. Mereka bisa menetap di rumah sakit untuk beberapa hari, tergantung pada keakutan preeclampsia tersebut dan komplikasinya. Setelah kembali ke rumah, wanita ini bisa memerlukan obat-obatan untuk merendahkan tekanan darah, secara khusus, mereka harus checkup setidaknya setiap 2 minggu untuk beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Tekanan darah mereka bisa tetap tinggi untuk 6 sampai 8 minggu. Jika tetap tinggi, penyebabnya kemungkinan tidak berhubungan dengan preeclampsia.

3. Diabetes selama kehamilan : sekitar 1 sampai 3% wanita hamil mengalami diabetes selama kehamilan. Gangguan ini dikenal dengan diabetes gestational. Tidak terdeteksi dan tidak terobati, diabetes gestational bisa meningkatkan resiko pada masalah kesehatan wanita hamil dan janin dan resiko kematian pada janin. Diabetes gestational paling sering terjadi pada wanita obesitas dan kelompok etnis tertentu, terutama orang asli amerika, pulau pasifik, dan wanita meksiko, Indian, dan keturunan asia.

Kebanyakan wanita dengan diabetes gestational mengalami hal itu dikarenakan mereka tidak menghasilkan cukup insulin sebagaimana kebutuhan insulin meningkat dalam kehamilan tua. Lebih banyak insulin dibutuhkan untuk mengendalikan peningkatan kadar gula (glukosa) di dalam darah. Beberapa wanita bisa memiliki diabetes sebelum hamil, tetapi tidak diketahui sampai mereka hamil.

Beberapa dokter secara rutin memeriksa setiap wanita hamil untuk diabetes gestational. Dokter lain memeriksa hanya wanita yang memiliki faktor resiko untuk diabetes, seperti obesitas dan latar belakang etnis tertentu. Tes darah digunakan untuk mengukur kadar gula garah dengan alat pantau gula darah rumahan.

Pengobatan terdiri dari menghilangkan makanan bergula tinggi dari makanan, makan untuk menghindari kelebihan berat badan selama kehamilan, dan, jika kadar gula darah tinggi, diberikan insulin. Setelah melahirkan, diabetes gestational biasanya hilang. Meskipun begitu, banyak wanita menderita diabetes gestational mengalami diabetes jenis 2 sewaktu mereka menjadi tua.

4. Ketidakcocokan Rh : ketidakcocokan Rh terjadi ketika seorang wanita hamil memiliki darah Rh-negatif dan janin memiliki darah Rh-positif, menurun dari ayah yang memiliki darah Rh-positif. Sekitar 13% pernikahan di amerika serikat, laki-laki yang memiliki darah Rh-positif dan wanita memiliki darah Rh-negatif.

Faktor Rh adalah molekul yang terjadi pada permukaan sel darah merah pada beberapa orang. Darah ber Rh-positif jika sel darah merah memiliki faktor Rh dan Rh-negatif jika tidak memiliki. Masalah dapat terjadi jika janin memiliki darah Rh-positif memasuki aliran darah wanita tersebut. Sistem kekebalan tubuh wanita tersebut bisa mengenali sel darah janin sebagai benda asing dan menghasilkan antibodi, disebut antibody Rh, untuk menghancurkan sel darah merah janin. produksi pada antibodi ini disebut sensitization Rh.

Selama kehamilan pertama, sensitization Rh adalah tidak mungkin, karena tidak ada jumlah signifikan pada darah janin mungkin untuk memasuki aliran darah wanita tersebut sampai melahirkan. Sehingga janin atau bayi yang baru lahir jarang mengalami masalah. Meskipun begitu, sekali wanita menjadi sensitif, masalah lebih mungkin terjadi dengan setiap kehamilan berikutnya dimana darah janin adalah Rh positif. Pada setiap kehamilan, wanita tersebut menghasilkan antibodi Rh lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak.

Jika antibodi Rh melintasi plasenta menuju janin, mereka bisa menghancurkan beberapa sel darah merah janin. Jika sel darah merah cepat dihancurkan dibandingkan janin menghasilkan yang baru. Janin bisa mengalami anemia. beberapa kerusakan disebut penyakit hemolytic pada janin (erythroblastosis fetalis) atau bayi yang baru lahir (erythroblastosis neonatorum ). Pada kasus berat, janin bisa mati.

Pada kunjungan pertama ke dokter selama kehamilan, wanita diskrining untuk menentukan apakah mereka memiliki darah dengan Rh-positif atau Rh-negatif. Jika mereka memiliki darah Rh-negatif, darah mereka diperiksa untuk antibodi Rh dan jenis darah ayah dipastikan. Jika sang ayah memiliki darah Rh-positif, sensitivitas Rh sebagai suatu resiko. Pada beberapa kasus, darah pada wanita hamil diperiksa untuk antibodi Rh secara bertahap selama kehamilan. Kehamilan bisa diproses sebagimana biasa selama tidak ada antibodi terdeteksi.

Jika antibodi terdeteksi, langkah-langkah kemungkinan diambil untuk melindungi janin, bergantung pada seberapa tinggi kadar antibodi. Jika kadar menjadi terlalu tinggi, amniocentesis kemungkinan dilakukan. Pada prosedur ini, jarum dimasukkan melalui kulit untuk menarik cairan dari kantung ketuban. Kadar bilirubin (pigmen kuning dihasilkan dari penguraian sel darah merah yang normal) diukur pada contoh cairan. Jika kadar ini terlalu tinggi, janin diberikan transfusi darah. biasanya transfusi diberikan sampai janin cukup matang untuk dilahirkan dengan selamat. Kemudian persalinan diinduksi. Bayi tersebut bisa memerlukan tambahan transfusi setelah lahir. Kadangkala tidak ada transfusi yang diperlukan sampai setelah lahir.

Sebagai tindakan pencegahan, wanita yang memiliki darah Rh-negatif diberikan suntikan antibodi Rh pada 28 minggu kehamilan dan dalam 72 jam setelah melahirkan bayi yang memiliki darah Rh-positif, bahkan setelah keguguran atau aborsi. Antibodi yang diberikan disebut Rh0, D) immune globulin. Pengobatan ini menghancurkan setiap sel darah merah dari bayi yang telah memasuki aliran darah wanita tersebut. Dengan demikian, tidak terdapat sel darah merah dari bayi untuk memicu produksi antibodiy oleh wanita ini, dan kehamilan berikutnya biasanya tidak membahayakan.

5. Lemak hati pada kehamilan : gangguan langka ini terjadi ke arah kehamilan tua. Penyebab tersebut tidak diketahui. gejala-gejala termasuk mual, muntah, perut tidak nyaman, dan penyakit kuning. Gangguan tersebut bisa segera memburuk, dan gagal hati bisa terbentuk. Diagnosa didasarkan pada tes fungsi hati dan kemungkinan dipastikan dengan biopsi hati. Dokter bisa menyarankan untuk segera menghentikan kehamilan. Resiko kematian untuk wanita dan janin adalah tinggi, tetapi mereka yang bertahan sepenuhnya sembuh. Biasanya, gangguan tersebut tidak berulang pada kehamilan berikutnya.

6. Peripartum cardiomyopathy : dinding jantung kemungkinan rusak pada kehamilan tua atau setelah melahirkan, menyebabkan peripartum cardiomyopathy. Penyebab tersebut tidak diketahui. peripartum cardiomyopathy cenderung terjadi pada wanita yang telah beberapa kali hamil, yang lebih tua, yang kandungannya kembar, atau yang mengalami preeklamsia. Pada beberapa wanita, fungsi jantung tidak kembali normal setelah kehamilan. Mereka bisa mengalami peripartum cardiomyopathy pada kehamilan berikut. Wanita ini harusnya tidak hamil kembali. Peripartum cardiomyopathy bisa terjadi pada gagal jantung yang diobati.

Masalah-masalah dengan cairan ketuban : terlalu banyak cairan ketuban (polyhydramnios) pada selaput yang mengandung janin (kantung ketuban) meregangkan rahim dan memberi tekanan pada diafragma wanita hamil. Komplikasi ini bisa menyebabkan masalah-masalah pernafasan berat untuk wanita atau persalinan sebelum waktunya.

Terlalu banyak cairan cenderung menumpuk ketika wanita hamil mengalami diabetes, mengandung lebih dari satu janin (kehamilan ganda), atau menghasilkan antibodi Rh menuju darah janin. Penyebab lain adalah kerusakan lahir pada janin, khususnya penyumbatan kerongkongan atau kerusakan pada otak dan tulang belakang (seperti spina bifida). Sekitar separuh waktu, penyebab tersebut tidak diketahui.

Cairan ketuban yang terlalu sedikit (oligohydramnios) bisa juga menyebabkan masalah-masalah. Jika jumlah cairan sangat berkurang, paru-paru janin kemungkinan tidak matang dan janin kemungkinan tertekan, mengakibatkan kelainan bentuk; kombinasi pada kondisi ini disebut sindrom Potter.

Cairan ketuban yang terlalu sedikit cenderung terbentuk ketika janin mengalami kerusakan pada saluran kemih, tidak berkembang seperti yang diharapkan, atau meninggal. Penyebab lain termasuk penggunaan penghambat enzim angiotensin-converting (ACE), seperti enalapril atau captopril, pada trisemester ke-2 dan ke-3. Obat-obatan ini diberikan selama kehamilan hanya ketika mereka harus digunakan untuk mengobati gagal jantung berat atau tekanan darah tinggi. Menggunakan obat-obatan nonsteroidal antiimflammatory (NSAIDs) di akhir kehamilan bisa juga mengurangi jumlah cairan ketuban.

7. Plasenta previa : plasenta previa adalah penanaman pada plasenta sepanjang atau di dekat servik, lebih rendah pada bagian atas rahim. Plasenta bisa seluruhnya atau sebagian menutupi pembukaan servik. Plasenta previa terjadi dalam 1 dari 200 kelahiran, biasanya pada wanita yang mengalami lebih dari sekali kehamilan atau yang mengalami kelainan struktur pada rahim, seperti fibroid.

Plasenta previa dapat menyebabkan pendarahan tanpa nyeri dari vagina yang secara tiba-tiba terjadi pada kehamilan tua. Darah kemungkinan merah menyala. Pendarahan bisa menjadi besar, membahayakan nyawa pada wanita dan janin.

Ultasonografi membantu dokter mengindentifikasi plasenta previa dan membedakannya dari suatu pelepasan plasenta secara prematur (placenta abruption)

Ketika mengalami pendarahan parah, wanita dirumah sakitkan sampai melahirkan, khususnya jika plasenta terletek di sepanjang servik. Wanita yang mengalami pendarahan parah memerlukan transfusi darah berulang. Ketika pendarahan ringan dan melahirkan tidak segera terjadi, dokter biasanya menganjurkan istirahat total di rumah sakit. Jika pendarahan berhenti, wanita biasanya dianjurkan untuk berjalan. Jika pendarahan tidak terjadi, mereka biasanya dipulangkan ke rumah, disiapkan dimana mereka bisa kembali dengan mudah ke rumah sakit. Operasi sessar hampir selalu dilakukan sebelum persalinan dimulai. Jika wanita dengan plasenta previa akan bersalin, plasenta cenderung menjadi lepas sangat cepat, menghentikan suplai oksigen bayi. Kebocoran oksigen bisa mengakibatkan kerusakan otak atau masalah-masalah lain pada bayi.

8. Placental abruption (abruptio placentae) : placental abruption adalah pelepasan prematur dari plasenta dengan posisi normal dari dinding rahim. Plasenta bisa lepas tidak lengkap (kadangkala hanya 10 sampai 20%) atau secara utuh. Penyebabnya tidak diketahui. pelepasan plasenta terjadi dalam 0.4 sampai 3.5% pada seluruh kelahiran. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami tekanan darah tinggi (termasuk preeklampsia) dan pada wanita yang menggunakan kokain.

Rahim berdarah dari tempat dimana plasenta menempel. Darah bisa melewati servik dan keluar dari vagina sebagai pendarahan luar, atau kemungkinan terjebak di belakang plasenta sebagai pendarahan concealed. Gejala-gejala tergantung pada tingkat pelepasan dan jumlah darah yang hilang (yang kemungkinan banyak). Gejalanya bisa termasuk nyeri perut tiba-tiba berlanjut atau kram, lunak ketika perut ditekan, dan membal. Pelepasan prematur pada plasenta bisa menyebabkan penyebarluasan penggumpalan di samping pembuluh darah (disseminated intravascular coagulation), gagal ginjal, dan pendarahan ke dalam dinding rahim, khususnya pada wanita hamil yang juga mengalami preeklampsia. Ketika plasenta lepas, suplai oksigen dan nutrisi untuk janin kemungkinan berkurang.

Wanita dengan pelepasan plasenta prematur dirawat di rumah sakit. Pengobatan yang umum adalah istirahat total. Jika gejala-gejala berkurang, wanita dianjurkan untuk berjalan dan kemungkinan dikeluarkan dari rumah sakit. Jika pendarahan berlanjut atau memburuk (diduga janin tersebut tidak mendapat cukup oksigen) atau jika kehamilan mendekati masanya, melahirkan dini seringkali terbaik untuk wanita dan bayi tersebut. Jika tidak mungkin melahirkan dengan normal, operasi sessar dilakukan. (Sumber: spesialis.info)

Eksim


Eksim atau Dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik atau dermatitis atopik.

Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat mereka berumur diatas 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, namun tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidupnya. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan.


Apa Saja Gejala Eksim?

Dimanapun lokasi timbulnya eksim, gejala utama yang dirasakan pasien adalah gatal. Terkadang rasa gatal sudah muncul sebelum ada tanda kemerahan pada kulit. Gejala kemerahan biasanya akan muncul pada wajah, lutut, tangan dan kaki, namun tidak menutup kemungkinan kemerahan muncul di daerah lain.

Daerah yang terkena akan terasa sangat kering, menebal atau keropeng. Pada orang kulit putih, daerah ini pada mulanya akan berwarna merah muda lalu berubah menjadi cokelat. Sementara itu pada orang dengan kulit lebih gelap, eksim akan mempengaruhi pigmen kulit sehingga daerah eksim akan tampak lebih terang atau lebih gelap.


Apa Yang Menjadi Penyebab Eksim?

Penyebab dari eksim sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli mencurigai eksim berhubungan dengan aktifitas daya pertahanan tubuh (imun) yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit. Oleh karena itu, eksim banyak ditemukan pada keluarga dengan riwayat penyakit alergi atau asma.

Tiap tiap orang mempunyai pencetus eksim yang berbeda beda. Ada orang yang setelah memegang sabun atau deterjen akan merasakan gatal yang luar biasa, ada pula yang disebabkan oleh bahan atau alat rumah tangga yang lain. Gejala yang timbul pun bervariasi, ada yang gatalnya ringan tetapi rasa panas yang dominan, ada pula yang sebaliknya. Infeksi saluran nafas bagian atas atau flu juga bisa menjadi pencetus timbulnya eksim. Stress yang dialami penderita akan membuat gejala menjadi lebih buruk.

Meskipun penyembuhan eksim sangat sulit dilakukan, namun pada banyak kasus, pasien dapat mengurangi terjadinya kekambuhan dengan melakukan pengobatan yang tepat dan menghindari iritan/alergen yang menyebabkan eksim. Perlu diingat, penyakit ini tidak menular dan tidak akan menyebar dari satu orang ke orang yang lain.


Bagaimana Cara Pengobatannya?

Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kulit masih sedikit basah, seperti saat habis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit. Kompres dingin juga diduga dapat mengurangi rasa gatal yang terjadi.

Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan. Untuk kasus kasus yang berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid dan apabila pada daerah eksim telah terinfeksi maka bisa diberikan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang diberikan.


Bagaimana Cara Pencegahannya?

Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :
Jaga kelembaban kulit.
Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
Kurangi Stress.
Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi. (Sumber: spesialis.info)

Keloid (Keloidosis)


DEFINISI
Keloid adalah pertumbuhan proliferatif pada jaringan fibrosa, yang muncul di atas kulit yang mengalami cedera atau diatas luka operasi. Jika terdapat lebih dari 1 keloid, maka disebut keloidosis.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Kebanyakan orang tidak pernah memiliki keloid, sedangkan yang lainnya membentuk keloid setelah mengalami cedera ringan bahkan setelah gigitan serangga, suntikan atau bekas jerawat. Lebih sering ditemukan pada orang berkulit gelap.


GEJALA
Keloid tampak sebagai benjolan yang licin, berwarna pink muda dan berbentuk seperti kubah. Keloid bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau rasa gatal, dan ukurannya bisa jauh lebih besar daripada lukanya sendiri. Pada masa penyembuhan luka, terbentuk jaringan parut yang pada awalnya berwarna merah. Beberapa bulan kemudian jaringan parut ini akan mendatar dan warnanya memudar.

Keloid bisa terbentuk di bagian tubuh manapun, tetapi cenderung lebih banyak ditemukan di dada bagian atas dan bahu. Keloid tidak pernah berubah menjadi keganasan dan hanya menimbulkan masalah kosmetik saja.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Pengangkatan keloid melalui pembedahan atau dengan sinar laser, yang diikuti oleh penyuntikan corticosteroid, belum memberikan hasil yang memuaskan. Corticosteroid yang disuntikkan langsung ke keloid dan dilakukan secara berulang dengan jarak sekitar 1 bulan, biasanya bisa memperkecil keloid dan mengurangi iritasi.

Keloid juga bisa diobati dengan gel silikon. krioterapi (pembekuan dengan larutan nitrogen) atau radioterapi. Perubahan warna akibat pengaruh sinar matahari bisa dicegah dengan menutup keloid dengan plester selama berada dibawah sinar matahari atau dengan mengoleskan tabir surya. (Sumber: spesialis.info)