Hari ini begitu indah, sangat menyenangkan dan membahagiakan kita dan keluarga. Mari kita menghisab diri sendiri hari ini, supaya dapat bersyukur dan terus bersyukur lebih baik lagi. Mata yang masih dapat melihat keindahan, telinga yang masih mampu mendengar suara merdu yang menenteramkan, darah yang masih mengalir sempurna dan jantung yang masih berdetak nan seirama yang menandakan kita masih diberikan kehidupan oleh Alloh swt. Maka sekali lagi bersyukurlah, karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya kita masih mendapatkan itu semua hingga detik ini.
Rasululloh saw, manusia terbaik sepanjang sejarah keberadaan manusia, mendo’akan kita, yaitu orang-orang yang tak pernah merasa lelah memperjuangkan risalah dakwah untuk kejayaan islam dan orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mentaati dan mengikuti jejak dan langkahnya. Semoga kelak kita ikut berkumpul bersama Beliau, para keluarganya, para sahabatnya serta pengikut-pengikutnya yang setia, Amin.
Andai kita sedang menuju suatu tempat dengan mengendarai suatu mobil dengan melewati jalan tol misalnya, kita tentu harus memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Berapa kecepatan kendaraan yang diperbolehkan, lajur mana yang boleh dilalui, di mana kita boleh berhenti, bagian jalan mana yang harus kita ambil jika sebagian jalannya rusak atau berlubang, ke arah mana jalan yang harus kita ambil, menghubungi siapa dan nomor berapa jika kendaraan kita bermasalah?
Rambu-rambu itu dibuat dengan semudah dan sejelas mungkin baik dilihat siang maupun malam hari, agar perjalanan kita tidak tersesat dan selamat sampai tujuan.
Demikianlah perumpamaan maksud diturunkannya Al Qur’an, yaitu sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pembeda yang benar dan yang salah.
“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda” (Al Baqarah (2): 185).
Al Qur’anlah yang menuntun kita dalam menjalani hidup dan kehidupan saat ini. Al Qur’an menunjukkan ke arah mana jalan yang harus kita ambil agar selamat, perbuatan apa yang harus kita hindari agar tidak terperosok jatuh dan kepada siapa kita menghamba dan menteladani, semuanya telah dijelaskan dalam Al Qur’an. Bagaikan cahaya, Al Qur’an menerangi kita semua, sehingga jelas mana yang hitam dan putih, mana yang lembut dan kasar, mana jalan yang benar dan salah. Maka pantaslah jika Al Qur’an disebut Al Qur’anul karim (Al Qur’an yang sempurna). Kesempurnaannya tidak saja dari keagungan isi kandungannya yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia tetapi juga dilihat dari keindahan bahasanya, ketelitian dan keseimbangannya, kedalaman katanya, kekayaan makna dan kebenarannya, kehebatan kesan yang ditimbulkannya dan masih banyak keagungan lainnya.
Al Qur’an dipahami dan dibenarkan oleh orang-orang dari profesi dan tingkat intelektual apapun, kesemuanya saling membenarkan isi kandungannya. Bahkan andai ada kajian atau penelitian tentang semua aspek dalam Al Qur’an yang menggunakan metoda ilmiah yang paling canggih sekalipun, kalau itu dilakukan dengan jujur, hasilnya pasti akan membenarkan Al Qur’an.
Zaman terus berlalu silih-berganti tetapi kandungan Al Qur’an masih tetap aktual. Jutaan kajian ilmiah dan kitab-kitab mengenai berbagai hal; sejarah, sains, politik, sosial dan lain-lain yang merujuk dan bersumber dari Al Qur’an telah dihasilkan. Tetapi kita yakin, kedalaman semua materi kajian-kajian itu kalau dibandingkan ilmu Alloh swt dalam Al Qur’an, tidak lebih dari satu tetes air dalam lautan. Wallohu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar