GBS merupakan penyakit yang berhubungan dengan autoimun.
Gangguan pada sistem imun itu membuat tubuh seseorang menghasilkan suatu
antibodi yang merusak sistem saraf dan tak jarang berakhir pada kelumpuhan.
Secara epidemiologi, GBS termasuk penyakit sangat jarang.
Angka kejadiannya kurang lebih sekitar antara 0,5 sampai 1,5 setiap 100.000
penduduk dan ini angkanya hampir sama di seluruh negara, baik pada negara maju
atau berkembang. Kasus GBS umumnya cenderung lebih banyak terjadi pada pria
ketimbang wanita.GBS dapat dialami semua usia, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tapi puncaknya, yang banyak kita dapati adalah pada pasien usia produktif,
Kelainan neurologi (saraf) apapun penyebabnya seringkali memberikan gejala klinis yang hampir sama. Pada awalnya, gejala GBS hanya berupa rasa kesemutan dan sifatnya simetris (kanan dan kiri sama) kemudian kelemahan. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesalahan, maka diagnosa perlu segera ditegakkan.
Gejala GBS yang lebih spesifik dibandingkan dengan kelumpuhan lain adalah keluhannya biasanya dimulai dari ujung-ujung jari kaki atau tangan, kemudian berlanjut pada kelumpuhan,
Untuk mendiagnosis penyakit GBS, selain dengan gejala yang timbul dan analisa cairan otak, juga dapat dilakukan pemeriksaan EMG dan kecepatan hantar saraf dimana akan memberikan informasi pada awal gejala penyakit.
Pemulihan dan perbaikan pasien GBS sangat ditentukan oleh kecepatan dalam memberikan terapi, sehingga perlu menegakkan diagnosis sedini mungkin. Jenis terapi yang direkomendasikan saat ini adalah dengan pemberian Intra Vena Imunoglobulin (IvIG) dan plasmapharesis atau pengambilan antibodi yang merusak dengan jalan penggantian plasma darah.
GBS menjadi salah satu penyebab kelumpuhan yang utama setelah era panyakit polio. GBS adalah penyakit akut, tetapi kalau ditangani dengan baik, maka dapat memperbaiki kualitas hidup pasien,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar