Sabtu, 23 Maret 2013

Faktor Resiko Serangan Jantung Mendadak



Penyempitan pembuluh darah koroner jantung memiliki peranan utama terjadinya kematian mendadak. Penyempitan pembuluh darah ini dapat disebabkan oleh plak yang terbentuk akibat timbunan kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah. Jika penyempitannya sudah mencapai 80 persen (20 persen yang dapat dilewati darah), dapat menyebabkan darah mengental atau menggumpal, sehingga tidak ada darah yang masuk ke jantung.

Penyempitan pembuluh darah tidak memandang usia dan bisa terjadi apabila seseorang memiliki faktor-faktor risiko terjadinya serangan jantung.
Serangan jantung bisa didahului dengan gejala-gejala sebelumnya seperti nyeri dada dan sesak, namun bisa juga tanpa ada gejala apapun.

Ada dua faktor risiko serangan jantung mendadak yaitu:
1.      Faktor yang tidak dapat diubah
Terdiri dari faktor keturunan (genetik), usia dan jenis kelamin. Besarnya masing-masing faktor dalam mempengaruhi risiko penyakit jantung berbeda-beda pada setiap orang.

Pada faktor genetik, tergantung pada kadar lipoprotein dalam darah. Semakin kuat faktor genetik sehingga dapat mempengaruhi tingginya kadar protein, maka semakin tinggi pula risiko serangan jantung.
Pada faktor usia, semakin tua usia seseorang, kekenyalan pembuluh darahnya semakin berkurang.
Sedangkan faktor jenis kelamin, laki-laki lebih rentan mengalami penyumbatan pembuluh darah dibandingkan perempuan. Perempuan memiliki hormon estrogen yang mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah.

2.     Faktor yang dapat diubah
Faktor ini berhubungan dengan gaya hidup seperti kebiasaan merokok, kurang olahraga, memiliki kadar kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes) dan stres.
Penyumbatan pembuluh darah tak menunjukkan gejala spesifik, sehingga banyak orang tak sadar jika dirinya sudah memiliki sumbatan.  Bila sudah ada yang tersumbat, kinerja jantung dapat terganggu. Olahraga berat bisa menjadi sangat berbahaya karena dapat memicu serangan jantung.

Untuk mencegah serangan jantung, perlu dihindari faktor-faktor risikonya. Lakukan pola makan yang sehat yaitu rendah lemak dan rendah garam, teratur berolahraga (ringan – moderat), jangan merokok dan hindari minum alkohol.
Apabila memiliki penyakit kencing manis atau kadar kolesterol tinggi, cepat lakukan pengobatan untuk memperkecil risiko serangan jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar