Tampilkan postingan dengan label Jerawat & Kosmetik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jerawat & Kosmetik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2012

Penyebab dan Pengobatan Stretch Mark



Stretch mark (tanda regangan) adalah guratan kulit berpola memanjang tidak beraturan. Garis-garis tersebut bervariasi panjangnya dari beberapa milimeter sampai belasan centimeter. Sebagaimana diketahui, kulit terdiri dari tiga lapisan utama:
  • Epidermis: lapisan luar kulit yang melindungi bagian dalam tubuh dan terdiri dari lapisan sel datar.
  • Dermis: lapisan pendukung kuat di tengah yang memberikan kekencangan dan fleksibilitas kulit.
  • Subkutis atau hipodermis: lapisan dalam kulit yang terdiri dari jaringan lemak dan ikat.
Stretch mark terjadi ketika lapisan dermis teregang melebihi daya fleksibilitasnya dalam waktu singkat. Akibatnya, dermis pecah sehingga membentuk stretch mark. Stretch mark sebenarnya hanya kerutan kulit, hanya  lapisan dermis yang terpengaruh sedangkan lapisan epidermis di atasnya tetap utuh.
Stretch mark dapat hadir di mana saja pada tubuh Anda, tetapi yang paling lazim adalah di tempat-tempat di mana lemak tersimpan atau di bagian kulit yang sering teregang. Tempat yang paling umum adalah perut (terutama dekat pusar), payudara, lengan atas, lengan bawah, punggung, paha, pinggul dan pantat. Selain mengganggu penampilan, stretch mark tidak berisiko kesehatan.

Penyebab

Stretch mark biasanya disebabkan oleh pembesaran tubuh yang membuat kulit meregang. Hormon-hormon tertentu juga berperan dalam pembentukannya. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum.
  • Kehamilan: selama kehamilan, dinding perut meregang untuk menampung rahim yang membesar. Stretch mark biasanya mulai terbentuk di trimester kedua kehamilan pada sekitar 50% ibu hamil.
  • Obesitas: kenaikan berat badan menyebabkan penumpukan lemak yang berlebihan sehingga meregangkan kulit.
  • Pubertas: selama pubertas, ada peningkatan simpanan lemak dan luas permukaan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas hormon pertumbuhan. Sekitar 70% remaja putri berusia 10-16 tahun terpengaruh, sementara hanya 40% remaja putra berusia 14-20 tahun yang terpengaruh.
  • Sindrom Cushing: penyakit gangguan sekresi hormon adrenalin ini menyebabkan obesitas yang meregangkan kulit.
  • Binaraga: peregangan kulit diakibatkan oleh pembesaran ukuran otot.
  • Edema: edema adalah pengumpulan cairan di ruang antar sel yang dapat terjadi di semua bagian tubuh. Edema karena penyakit ginjal dan hati dapat meregangkan kulit perut.
  • Berat badan: kenaikan atau penurunan berat badan yang cepat.
  • Krim atau lotion kortikosteroid: obat-obatan kortikosteroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan di kulit dapat mengurangi jumlah kolagen di kulit. Kolagen adalah sejenis protein di dermis yang diperlukan untuk menjaga kelenturan kulit. Kekurangan kolagen meningkatkan risiko pembentukan stretch mark.
  • Lain-lain: semua kondisi yang menghambat hasil sintesis kolagen di kulit.

Pengobatan

Kerutan stretch mark cenderung memudar sendiri dari waktu ke waktu. Pada remaja, pengobatan stretch mark tidak diperlukan karena pada akhirnya akan menghilang sepenuhnya. Beberapa pengobatan berikut dapat mempercepat proses pemudaran stretch mark:
  • Krim dan salep. Ada banyak krim dan salep yang mengklaim dapat menghilangkan stretch mark. Obat-obatan kulit itu mahal dan umumnya tidak menghilangkan stretch mark sepenuhnya. Bahan aktif yang digunakan antara lain adalah sintetis vitamin A (retinol) yang bekerja menghambat degradasi kolagen di dermis.
  • Terapi laser. Teknik laser yang disebut fractional laser resurfacing digunakan untuk membuat luka mikroskopis di kulit sehingga memancing pembentukan kolagen dan epidermis. Efektivitas terapi laser yang mahal ini juga masih belum diyakini sepenuhnya dan seringkali hanya memberikan perbaikan sementara dan tidak menghilangkan stretch mark sepenuhnya.
Pengobatan tradisional dengan krim lidah buaya, vitamin E, minyak biji mete, minyak lavender dll banyak dianjurkan untuk perawatan stretch mark. Namun, efektivitasnya diragukan.

Pencegahan

Cara terbaik untuk menghadapi stretch mark adalah mencegahnya. Stretch mark dapat dicegah dengan menghindari terjadinya peregangan kulit dan defisit kolagen:
  • Selama kehamilan, gunakanlah stagen di sekitar perut untuk mendukung beban rahim. Usahakan untuk mendapatkan kenaikan berat badan dalam rentang yang dianjurkan dan secara bertahap.
  • Hindari perubahan berat badan yang drastis dan pertumbuhan otot yang berlebihan.
  • Jangan menggunakan obat-obatan kulit kortikosteroid dalam waktu lama.

Rabu, 06 Juni 2012

Pengobatan Jerawat dan Penyakit Kulit Lainnya


Kulit yang halus, kencang dan segar membuat seorang tampak lebih muda dan mengesankan. Siapapun tidak akan menolak kulit yang sehat, segar, halus, cantik dan tampak awet muda. Bukankah kulit demikian yang didambakan setiap orang ?
Namun sayang, pengaruh lingkungan antara lain radikal bebas dari sinar ultraviolet, matahari, polutan, zat pengawet/pewarna makanan dan bertambanya usia menyebabkan kerusakan kulit. Kulit akan kehilangan kelenturan, kehalusan dan kelembutan.

Nourish Skin mengandung :
  • Lyophilized Marine Protein Complex dan Collagen
  • OPC, super antioksidan dari ekstrak biji anggur merah, antioksidan lain seperti betacarotene, Vitamin C, Vitamin E, Selenium berfungsi menetralisir efek kerusakan oleh radikal bebas.
  • Bioflavonoid, Spirulina algae dan Zinc.
NourishSkin adalah penemuan mutakhir dalam penelitian produk.NourishSkin membantu pria dan wanita segala umur untuk mendapatkan kulit yang sehat dan lembut.
Kegunaan : Membantu menjaga kesehatan badan dan kulit.

Cara Kerja NourishSkin:
Untuk proses regenerasi, sel kulit membutuhkan nutrisi berupa grup asam amino (Marine Protein dan Collagen). Di lapisan dermis kulit, Marine Protein Extract dan Collagen akan merangsang aktivitas sel fibroblast untuk memproduksi serat kolagen dan elastin baru, sehingga dengan terjadinya penambahan jaringan kolagen dan elastin, kulit menjadi tebal, kencang, lembab dan elastin. NourishSkin bekerja secara alami tanpa mengganggu keseimbangan hormonal tubuh.

Manfaat NourishSkin: 

Memperbaiki struktur kulit yang rusak, Menipiskan flek-flek hitam, Mengatasi jerawat, Mencegah penuaan dini, Mengencangkan kulit, Menjaga kelembaban kulit, Menghaluskan kulit.

Dosis: 
Dosis awal 2 bulan pertama dikonsumsi 2 x 1 tablet (pagi dan malam) setelah makan
Dosis pemeliharaan 1 x 1 tablet sesudah makan malam

Dapat dikonsumsi oleh Pria dan Wanita mulai usia remaja, dewasa, hingga lanjut usia (12 th keatas). Aman dikonsumsi jangka panjang, karena tidak mengandung unsur hormonal dan terbuat dari bahan alami.

Perhatian: 

Tidak dianjurkan untuk wanita hamil, ibu menyusui (kurang dari 6 bulan) dan penderita gagal ginjal

HARGA (Belum Termasuk Ongkos Kirim):
Nourish-Skin 15’S       : Rp. 108.000,-
Nourish-Skin 30’S       : Rp. 185.000,-
Nourish-Skin 60’S       : Rp. 355.000,-
PESAN DAN INFO BIAYA KIRIM, SMS KE: 08211 96 29 580

Kamis, 17 Mei 2012

Jerawat dan Emosional Remaja

Sebagian besar remaja pasti mengalami masalah dengan jerawat. Ternyata jerawat yang muncul ini tidak hanya menimbulkan masalah di kulit, tapi juga mempengaruhi kesehatan. Apa saja pengaruhnya?

Lebih dari 40 persen remaja menderita jerawat atau bekas jerawat di usia pertengahan remajanya, sebagian besar dikarenakan oleh adanya perubahan aktivitas hormonal. American Academy of Dermatology menuturkan kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan dan sosial yang serius bagi remaja.

Meskipun jerawat ini sangat umum di kalangan remaja, tapi masih banyak yang merasa marah atau malu jika memiliki jerawat, terutama jika memiliki jerawat nodular yang membuatnya menghindari situasi sosial.

Jerawat yang timbul bisa ringan hingga parah yang menyebabkan kista atau nodul. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi folikel rambut di kulit yang menyumbat sel kulit mati serta minyak. Dalam hal ini bakteri yang hidup di kulit juga bisa turut berperan.

Dalam Journal of Paediatrics and Child Health peneliti menemukan jerawat terkait dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi serta depresi pada remaja yang berusia antara 12-18 tahun, seperti dikutip dari Livestrong.

Sedangkan studi lain menemukan remaja yang mengunjungi dokter kulit untuk mengatasi masalah jerawat memiliki kesulitan emosional dan sosial yang setingkat dengan pasien epilepsi atau diabetes.

Serta ada pula bukti lain yang menunjukkan ketika gejala masalah mental atau emosional parah, maka remaja ini mengalihkannya dengan mengonsumsi makanan junk food sehingga membuat jerawat bertambah parah.

Untuk mengatasi jerawat ini bisa menggunakan pengobatan topikal atau pun melalui oral. Obat topikal biasanya mengurangi jerawat dengan berbagai cara misalnya mengangkat sel kulit mati dan mengurangi jumlah bakteri Propionibacterium acnes yang berperan dalam mengembangkan jerawat.

Salah satu cara mencegah jerawat adalah melakukan perawatan kulit yang tepat, misalnya dengan membersihkan wajah setiap hari terutama malam hari atau setelah beraktivitas, serta menggunakan make up noncomedogenic yang tidak menutupi pori.