Selasa, 17 April 2012

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)



Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit kronis yang paling banyak dijumpai. Seseorang dianggap mengidap hipertensi bila secara berulang hasil pemeriksaan tekanan darahnya melebihi 140/90 mm Hg. Ada dua jenis hipertensi:
  • Hipertensi primer/esensial di mana tidak ada hal spesifik yang menjadi penyebabnya. Sekitar 90-95% hipertensi adalah jenis ini.
  • Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit lain, misalnya karena stress, sakit ginjal, preeklamsia, atau apnea (sesak napas saat tidur).
Berbagai studi menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko kematian dan penyakit. Bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70% pasien hipertensi kronis akan meninggal karena jantung koroner atau gagal jantung, 15% terkena kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami gagal ginjal. Untungnya, peningkatan kesadaran dan kontrol atas hipertensi telah berhasil menekan risikonya hingga 50%.

Tanda atau gejala hipertensi

Hipertensi primer biasanya tidak menimbulkan gejala sampai setelah menahun. Penemuan hipertensi biasanya terjadi pada saat pemeriksaan rutin atau kunjungan ke dokter. Beberapa gejala hipertensi primer yang mungkin dirasakan:
  • Sakit kepala, biasanya di pagi hari sewaktu bangun tidur
  • Bingung
  • Bising (bunyi “nging”) di telinga
  • Jantung berdebar-debar
  • Penglihatan kabur
  • Mimisan
  • Hematuria (darah dalam urin)
  • Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi
Hipertensi sekunder menunjukkan gejala yang sama, dengan sedikit perbedaan yaitu tekanan darah biasanya turun bila pengukuran dilakukan pada posisi berdiri.

Mengurangi risiko hipertensi

Pada hipertensi sekunder, hipertensi harus diatasi dengan menghilangkan penyebabnya. Walaupun hipertensi primer tidak memiliki penyebab spesifik, ada sejumlah faktor risiko yang memicu kehadirannya. Berikut adalah hal yang mengurangi risiko Anda bila sudah terkena hipertensi primer:
1. Jalani pola atau gaya hidup yang lebih sehat:
  • berhenti merokok
  • mengurangi berat badan (bila kegemukan)
  • mengurangi konsumsi garam sehingga asupan sodium kurang dari 100 mmol/hari
  • melakukan olah raga 30-45 menit per hari.
  • bila Anda menderita diabetes, jaga kondisi agar kadar gula darah terkendali
2. Dengan bantuan obat-obatan, usahakan untuk mengendalikan tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg (atau 135/85 mmHg bila menderita diabetes). Ada tiga kategori umum obat antihipertensi, yaitu yang berfungsi mengurangi volume darah (diuretic), menekan resistensi pembuluh darah (vasodilator) dan mengurangi kerja jantung (cardioinhibitory). Penting untuk diingat bahwa obat-obat antihipertensi adalah obat keras yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi tanpa bimbingan dokter.

Efek Negatif Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi yang tidak boleh diremehkan. Tekanan darah tinggi dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan Anda. Untuk mencegah potensi masalah, Anda perlu memantau dan mengendalikan tekanan darah Anda.
Berikut adalah efek negatif hipertensi yang tidak terkelola:

1. Efek pada pembuluh darah

Tekanan tinggi yang berkelanjutan pada pembuluh darah membuat dinding arteri menjadi rusak. Akibatnya, dinding arteri akan memulihkan diri sehingga lebih tebal, lebih keras dan kurang elastis. Kondisi ini disebut aterosklerosis atau pengerasan arteri. Anda dapat mengalami aterosklerosis secara alami oleh proses penuaan, tetapi tekanan darah tinggi dapat mempercepat prosesnya. Arteri yang mengeras dan kaku lebih rentan untuk pecah dan tersumbat, yang menyebabkan kerusakan pada organ-organ yang seharusnya disuplai darah oleh pembuluh tersebut.
Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan aneurisma. Aneurisma terjadi ketika sebagian arteri menjadi lemah dan menggelembung seperti balon karena tekanan ekstra terus-menerus.  Aneurisma berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun dan seringkali tidak menimbulkan gejala. Jika gelembung ini pecah, perdarahan yang berbahaya dapat terjadi di dalam tubuh.  Aneurisma dapat terjadi di mana saja, namun paling umum pada aorta yang memasok darah ke perut, panggul, dan kaki (aneurisma aorta perut).

2. Efek pada jantung

Jika pembuluh darah Anda menyempit dan mengeras, jantung Anda harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah. Jantung adalah sebuah massa otot, dan seperti massa otot lainnya kerja keras itu membuat jantung Anda membesar. Ventrikel kiri dapat menebal atau mengeras (hipertrofi ventrikel kiri). Hal ini tidak baik. Jantung Anda akan melar dan sejumlah darah yang seharusnya terpompa ke tubuh Anda tetap berada di dalam jantung. Akhirnya, jantung Anda mulai melemah karena tidak bisa terus-menerus bekerja keras untuk memompa darah. Ketika jantung tidak bisa lagi memompa darah dengan sempurna ke pembuluh-pembuluh arteri, Anda memiliki apa yang dikenal sebagai gagal jantung atau payah jantung.
Jika arteri jantung (arteri koroner) tersumbat sehingga tidak memungkinkan darah mengalir bebas ke dalam jantung Anda, Anda mengalami apa yang disebut sebagai penyakit jantung koroner. Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner karena tekanan darah yang terus-menerus tinggi membebani dinding arteri. Seiring waktu, tekanan ekstra ini dapat merusak arteri. Pembuluh arteri yang terluka lebih mungkin untuk menyempit dan mengeras oleh deposit lemak (plak).

3. Efek pada otak

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembuluh-pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat. Jaringan otak akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Kondisi ini dikenal sebagai stroke, yang dapat menyebabkan masalah serius dan bahkan kematian. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama stroke.
Selain stroke, hipertensi juga dapat menyebabkan demensia, penyakit otak yang mengakibatkan masalah berpikir, berbicara, penalaran, visi memori, dan gerakan. Ada beberapa penyebab demensia. Salah satu penyebabnya, demensia vaskular, adalah hasil dari penyempitan dan penyumbatan arteri yang memasok darah ke otak.

4. Efek pada ginjal

Ginjal adalah organ penting lain yang dapat rusak oleh tekanan darah tinggi. Jika arteri yang memasok darah ke ginjal rusak, jaringan ginjal tidak mendapatkan darah yang dibutuhkan dan secara bertahap akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Kondisi ini disebut penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal. Kondisi ini sangat berbahaya karena kerusakan ginjal dapat meningkatkan tekanan darah lebih tinggi lagi.

5. Efek pada mata

Pembuluh-pembuluh darah kecil memasok darah ke mata. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil sehingga suplai darah ke mata berkurang atau terhenti. Retinopati hipertensi terjadi ketika retina rusak karena tekanan darah tinggi. Retina adalah lapisan jaringan di bagian belakang mata yang mengubah cahaya yang masuk mata menjadi sinyal saraf yang dikirim ke otak.  Semakin lama tekanan darah tinggi, semakin parah kerusakan yang mungkin terjadi pada retina.  Saraf di mata mungkin juga dapat mati karena kekurangan pasokan darah. Kondisi ini disebut neuropati optik iskemik. Semua kondisi tersebut dapat menyebabkan penglihatan kabur atau kebutaan total.

Tips Sehat Hipertensi
Dengan menerapkan 9 hal berikut, Anda dapat hidup lebih lama dan lebih sehat meskipun memiliki hipertensi:

1. Hadapilah kenyataan

Hal ini mungkin kelihatan sepele, namun sebenarnya sangat penting. Langkah pertama untuk mengelola tekanan darah adalah menyadari bahwa Anda memiliki masalah dengannya. Tanpa mengakui masalahnya, Anda akan menjalani hidup seperti biasanya– yang sungguh bisa berbahaya. Anda akan tetap makan tanpa kendali, tidak memonitor tekanan darah Anda, menganggap enteng gejala-gejala yang tidak biasa dan mengabaikan anjuran untuk meminum obat.

2. Kurangi berat badan

Tekanan darah biasanya juga terkait dengan berat badan. Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Setiap pengurangan satu kg berat badan bisa menurunkan tekanan darah sampai 4 poin. Bila Anda hanya memiliki hipertensi ringan, penurunan ini bisa membuat Anda bebas obat.

3. Miliki tensimeter pribadi

Bila Anda sudah didiagnosis hipertensi, sangat dianjurkan untuk memiliki alat pengukur tekanan darah (tensimeter) sendiri di rumah. Tensimeter rumah memiliki beberapa manfaat:
  • Memperingatkan Anda bila Anda memiliki tekanan darah tinggi yang berbahaya sehingga Anda dapat segera mendapatkan pengobatan.
  • Menghemat uang Anda, karena Anda tidak harus bolak-balik ke dokter.
Dengan perkembangan teknologi, kini tensimeter sangat mudah digunakan dan semakin terjangkau harganya. Jika Anda kesulitan menggunakan alat tersebut, Anda bisa meminta pasangan Anda atau orang lain untuk membantu Anda. Tekanan darah harus dicek pada waktu dan kondisi yang hampir sama setiap hari.

4. Mulailah berolahraga

Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga memberikan manfaat tambahan pada tekanan darah tinggi. Olahraga aerobik 20-30 menit, 3 kali seminggu, dapat menurunkan tekanan darah 8 poin sampai setengah hari pada penderita hipertensi ringan. Olahraga yang paling bermanfaat untuk penderita hipertensi adalah berjalan, jogging, menaiki tangga, senam, berenang, bersepeda, tenis, dan olahraga lain yang meningkatkan denyut nadi dan mempertahankannya sampai setidaknya 20 menit. Olahraga non-aerobik seperti angkat beban, push-up dan sit-up tidak dianjurkan. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memulai program olahraga, terutama bila sebelumnya Anda jarang melakukannya. Bila tekanan darah Anda sangat tinggi, dokter biasanya tidak menyarankan berolahraga sebelum tekanan darah Anda terkontrol.

5. Ambil obat antihipertensi Anda

Hipertensi sangat berbahaya karena biasanya tidak menimbulkan gejala sampai pada tahap yang fatal (makanya disebut “silent killer”). Berbeda dengan diabetes, Anda mungkin tetap merasa nyaman meskipun tidak minum obat. Namun, di dalam tubuh penyakit tersebut tetap menggerogoti Anda dengan merusak pembuluh arteri di mata, merusak ginjal, membuat bengkak jantung Anda, dll. Beberapa obat bermanfaat untuk mengobati hipertensi dengan mengurangi tekanan darah dan membantu Anda mengurangi risiko stroke, penyakit jantung, masalah mata, demensia atau gagal jantung.

6. Biasakan lidah Anda dengan makanan yang kurang asin

Selera kita sebenarnya sangat bisa dilatih. Bila Anda terbiasa makan makanan yang asin, pengurangan sedikit garam akan membuat Anda berkurang selera. Namun, itu hanya sementara. Setelah sekian lama, lidah Anda akan terbiasa. Berbagai studi menyebutkan adanya korelasi kuat antara asupan garam dan tekanan darah tinggi. Untuk menurunkan tekanan darah Anda, cobalah untuk mencapai target ideal 6 gram per hari dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, asupan idealnya adalah 4,5 gram per hari.
Bagaimana Anda mengetahui asupan garam Anda? Satu sendok teh garam setara dengan 2 gram, hampir setengah asupan harian yang Anda butuhkan. Jumlah garam yang terkandung pada makanan kemasan dapat dilihat pada labelnya. Di sana biasanya terdapat keterangan berapa kandungan natrium-nya (dalam miligram, 1000 miligram = 1 gram). Untuk mengetahui berapa kandungan garamnya (natrium klorida), Anda bisa mengalikan jumlah natrium sebesar 2,5. Jadi, 1000 mg natrium kurang lebih berasal dari 2500 mg garam.

7. Berhentilah merokok

Segeralah berhenti merokok jika Anda didiagnosis hipertensi. Nikotin membuat darah lebih kental dan mudah menggumpal sehingga meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit arteri koroner. Berhenti merokok langsung menurunkan risiko Anda. Dua tahun setelah Anda berhenti merokok, risiko penyakit arteri koroner Anda sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.

8. Ikuti rencana diet DASH

Rencana diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dianjurkan oleh para dokter di AS untuk penderita hipertensi.
Menu 2000 kalori/hari
Rencana Diet DASH
Jenis makanan
Porsi
Beras dan serealia
(termasuk 3 porsi gandum utuh setiap hari)
7 – 8
Buah
4 – 5
Sayuran
4 – 5
Susu dan produk susu rendah lemak
2 – 3
Daging, unggas, dan ikan
2 atau kurang
Kacang-kacangan, biji-bijian dan kedelai
4 – 5
per minggu
Lemak dan gula
terbatas
Dalam studi yang disponsori oleh Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, diet DASH terbukti memberikan manfaat tambahan untuk mengurangi tekanan darah hanya dalam 14 hari. Rencana diet ini didasarkan pada susunan makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran, susu rendah lemak atau tanpa lemak, dan biji-bijian dengan komposisi (untuk rencana makan 2.100 kalori):
  • Karbohidrat = 55% dari kalori
  • Lemak = 27% dari kalori
  • Lemak jenuh = 6% dari kalori
  • Protein = 18% dari kalori
  • Sodium = 2.300 mg
  • Kalium = 4.700 mg
  • Kalsium = 1.250 mg
  • Magnesium = 500 mg
  • Kolesterol = 150 mg
  • Serat = 30 g

9. Cobalah bersikap santai

Mengambil waktu untuk bersantai setiap hari dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah. Carilah beberapa teknik relaksasi yang Anda sukai dan lakukanlah secara teratur. Contoh praktek relaksasi antara lain meditasi di tempat yang tenang selama 15- 20 menit, bersyukur atas hal-hal positif dalam hidup Anda, dan terlibat dalam kegiatan yang menenangkan seperti senam tai chi atau mendengarkan musik. Musik yang menenangkan pikiran terbukti bermanfaat bagi penderita hipertensi. Sebuah studi pada 41 orang lanjut usia menunjukkan bahwa mereka yang mendengarkan musik untuk relaksasi dapat menurunkan tekanan darah mereka. Penemuan tersebut dipresentasikan pada Konferensi Tahunan ke-62 American Heart Association (2008).

(Sumber: Majalah Kesehatan)

Sabtu, 14 April 2012

Hepatitis B


Fakta

  • Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis.
  • Virus ini ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi - tidak melalui kontak biasa.
  • Sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia telah terinfeksi dan sekitar 350 juta hidup dengan infeksi kronis. Sekitar 600.000 orang diperkirakan meninggal setiap tahun akibat hepatitis B.
  • Sekitar 25% orang dewasa dapat menjadi kronis akibat terinfeksi selama masa kanak-kanak kemudian meninggal akibat kanker hati atau sirosis (parut pada hati).
  • Virus hepatitis B, 50-100 kali lebih menular dibandingkan HIV.
  • Virus hepatitis B sangat bahaya bagi petugas kesehatan.
  • Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif.


Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa manusia yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Hepatitis B merupakan masalah utama kesehatan global dan jenis yang paling berbahaya dari virus hepatitis karena dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan berisiko tinggi terjadi kerusakan hati (sirosis) dan kanker hati.
Di seluruh dunia kurang lebih dua miliar orang diperkirakan telah terinfeksi virus hepatitis B (HBV), dan lebih dari 350 juta orang dalam jangka panjang memiliki resiko terinfeksi hati kronis. Pada tahun 1982 telah tersedia vaksin hepatitis B yang 95% efektif dapat mencegah virus hepatitis B.

Gejala

Virus hepatitis B dapat menjadi penyakit akut dengan beberapa gejala yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir diantaranya menguningnya kulit dan mata (jaundice), urin gelap, kelelahan ekstrim, mual, muntah dan nyeri perut. Untuk memulihkan seseorang membutuhkan beberapa bulan hingga satu tahun dari virus hepatitis B ini.

Wilayah Endemik Hepatitis B

Endemik Hepatitis B terjadi di China dan bagian Asia lainnya yang kebanyakan terinfeksi selama masa kanak-kanak. Kira-kira 8-10% dari populasi orang dewasa terinfeksi secara kronis. Tingginya tingkat infeksi kronis juga ditemukan di Amazon dan bagian selatan Eropa Timur dan Tengah. Di Timur Tengah dan sub-benua India 2-5% penduduknya terinfeksi secara kronis. Sedangkan di Eropa Barat dan Amerika Utara kurang dari 1% dari populasi di Eropa Barat dan Amerika Utara terinfeksi.

 

Penularan

Virus hepatitis B menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain (air mani dan cairan vagina) dari orang yang terinfeksi. Cara penularannya sama dengan yang terjadi pada penularan HIV/AIDS, tetapi  tingkat penularannya bisa 50-100 kali dibanding HIV. Virus hepatitis B dapat bertahan hidup di luar selama 7 hari yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Penularan hepatitis B yang umum terjadi yaitu:
  • perinatal (dari ibu ke bayi saat lahir)
  • melalui kontak dengan peralatan rumah tangga yang telah terinfeksi
  • melalui jarum suntik dari orang yang terinfeksi
  • melalui transfusi darah
  • kontak seksual
Virus Hepatitis B tidak menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi,
Masa inkubasinya adalah sekitar 30-180 hari, rata-rata 90 hari dan dapat dideteksi antara 30-60 hari setelah infeksi menetap.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis B. Perawatan ditujukan untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan gizi yang memadai, termasuk penggantian cairan yang hilang dari muntah dan diare.
Hepatitis B kronis dapat diobati dengan obat-obat tertentu termasuk interferon dan agen anti-virus lainnya. Kanker hati sering terjadi pada orang-orang saat usia produktifnya yang dapat menyebabkan kematian bebarapa bulan setelah diagnosa. Pasien dengan sirosis kadang-kadang diberikan transplantasi hati dengan berbagai keberhasilan.

 

Pencegahan

Semua bayi harus mendapatkan vaksin hepatitis B yang diberikan dalam tiga atau empat dosis terpisah dalam jadwal imunisasi rutin. Di daerah di mana terjadi endemik penularan dari ibu ke bayi, maka vaksinasi pertama terhadap bayi harus sesegera mungkin diberikan dalam waktu 24 jam setelah lahir. Vaksinasi yang lengkap dapat memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis B sebesar 95% sampai dewasa muda. Setelah usia 40 tahun perlindungannnya sampai 90% dan 65-75% setelah usia 60 tahun. Anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun dan sebelumnya tidak divaksinasi harus menerima vaksin. Orang-orang di kelompok risiko tinggi juga harus divaksinasi.
(Sumber WHO)

Jumat, 13 April 2012

Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)


Definisi Hipotensi

Tekanan darah rendah atau hipotensi terjadi bila tekanan darah lebih rendah dari biasanya, yang berarti jantung, otak dan bagian tubuh lain tidak mendapatkan cukup darah.
Biasanya, seseorang disebut menderita hipotensi bila tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg . Namun hal itu tidak berlaku bagi setiap orang. Ada orang yang tekanan darah normalnya selalu rendah dan tidak merasakan gangguan. Sementara, ada orang yang bertekanan darah di atas angka tersebut dan mengalami masalah hipotensi. Faktor yang paling penting adalah adanya perubahan tekanan darah dari kondisi normal. Tekanan darah normal manusia berada pada kisaran 90/60 sampai  130/80 mm Hg, namun penurunan yang signifikan, bahkan hanya 20 mm Hg, dapat menyebabkan masalah bagi sebagian orang.

Jenis-Jenis Hipotensi

Ada tiga jenis utama hipotensi:
  • Hipotensi ortostatik. Hipotensi ortostatik disebabkan oleh perubahan tiba-tiba posisi tubuh, biasanya ketika beralih dari berbaring ke berdiri, dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik atau menit. Hipotensi jenis ini juga dapat terjadi setelah makan dan sering diderita oleh orang tua, orang dengan tekanan darah tinggi dan orang dengan penyakit Parkinson.
  • Hipotensi Dimediasi Neural (NMH dalam singkatan bahasa Inggris). NMH paling sering mempengaruhi orang dewasa muda dan anak-anak dan terjadi ketika seseorang telah berdiri untuk waktu yang lama.
  • Hipotensi akut akibat kehilangan darah tiba-tiba (syok)

Gejala Hipotensi

Gejala tekanan darah rendah antara lain:
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Pingsan
  • Pusing
  • Kantuk
  • Lemas

Penyebab hipotensi

Penyebab hipotensi  bervariasi antara lain karena:
  • Dehidrasi.
  • Efek samping obat  seperti alkohol, anxiolytic, beberapa antidepresan, diuretik, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, analgesik.
  • Masalah jantung seperti perubahan irama jantung (aritmia), serangan jantung, gagal jantung.
  • Kejutan emosional, misalnya syok yang disebabkan oleh infeksi yang parah, stroke, anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam nyawa dan trauma hebat.
  • Perdarahan, dll.  Anda sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau spesialis jika sering pingsan atau hipotensi mengganggu kualitas hidup Anda.
  • Diabetes tingkat lanjut

Pengobatan

  • Hipotensi pada orang sehat yang tidak menimbulkan masalah biasanya tidak memerlukan perawatan.
  • Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala tekanan darah rendah, Anda mungkin memerlukan pengobatan, yang tergantung pada penyebabnya.
  • Jika hipotensi ortostatik disebabkan oleh obat-obatan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau memberikan obat yang berbeda. Jangan berhenti minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan lain untuk hipotensi ortostatik termasuk penambahan cairan untuk mengobati dehidrasi atau memakai selang elastis untuk meningkatkan tekanan darah di bagian bawah tubuh.
  • Mereka yang menderita hipotensi jenis NMH harus menghindari pemicu, seperti berdiri untuk waktu yang lama. Pengobatan lain melibatkan banyak minum cairan dan meningkatkan jumlah garam dalam makanan. (Pengobatan ini harus atas rekomendasi dokter  karena terlalu banyak garam juga dapat berbahaya bagi kesehatan).
  • Hipotensi akut yang disebabkan oleh syok adalah kedaruratan medis. Anda mungkin akan diberi transfusi darah intravena, obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah dan kekuatan jantung, serta obat lainnya seperti antibiotik.

Beberapa Tips bagi Penderita Hipotensi

  • Banyak wanita penderita hipotensi yang memiliki tingkat zat besi sangat rendah karena menstruasi yang sangat banyak. Mintalah nasihat spesialis bila membutuhkan suplemen penambah darah.
  • Terjatuh sangat berbahaya bagi orang tua karena dapat membuat cedera  patah tulang dan komplikasi lainnya. Selalu dampingi orang tua Anda yang menderita hipotensi berat.
  • Bila Anda merasakan gejala penurunan tekanan darah, Anda harus segera duduk atau berbaring  dan mengangkat kaki Anda di atas ketinggian jantung.
  • Jika tekanan darah rendah menyebabkan seseorang pingsan, segeralah cari perawatan medis. Jika orang tersebut tidak bernafas, segeralah lakukan pertolongan bantuan pernafasan.
(Sumber: Majalah Kesehatan)

Diabetes Mellitus (Kencing Manis)


Pendahuluan
Diabetes mellitus adalah penyakit di mana tubuh tidak dapat mengatur kadar gula dalam darah.  Pada orang sehat kadar gula darah diatur oleh beberapa hormon terutama insulin yang dihasilkan oleh pankreas.  Insulin akan mengikat gula untuk diangkat melalui peredaran darah ke tujuannya di seluruh sel-sel tubuh yang digunakan sebagai bahan bakar.

Pada pasien diabetes, gula akan tetap berada dalam darah, yang membuat sel-sel tubuh “kelaparan” dan juga merusak jaringan tubuh lain yang terpapar dengan darah berkadar gula yang tinggi.

Pasien dengan diabetes bisa pada kondisi tidak dapat memproduksi insulin (Tipe 1), atau tidak dapat menghasilkan insulin yang dibutuhkan secara cukup (Tipe 2), atau keduanya.  Yang kita bahas di sini adalah yang tipe 2, atau diabetes yang didapat setelah dewasa karena faktor gaya hidup.

Fakta tentang Diabetes Mellitus
  • 90% dari semua kejadian DM adalah tipe 2
  • DM tipe 2 biasa terjadi pada usia > 45 tahun
  • 20% dewasa di AS terdiagnosis pradiabetes, yang rata-rata menjadi diabetes dalam kurun waktu 10 th
  • 17 juta orang (6.2%) penduduk AS menderita DM
  • Sepertiga dari orang DM awalnya tidak tahu bahwa mereka terkena DM
  • 1 juta kasus DM baru terdiagnosis per tahun di AS
  • Merupakan penyebab 200 ribu kematian karena penyakit setiap tahun di AS
·         Setiap detik ada 6 orang meninggal di dunia karena penyakit DM (langsung atau tidak langsung).

Perjalanan Penyakit
Sebelum menjadi DM, pasien akan masuk dulu dalam kondisi pradiabetes. Yang sudah terjadi peningkatan gula darah namun masih di bawah dari batas diagnosis untuk sebuah diabetes.  Pasien pra diabetes akan rentan terkena penyakit jantung dan stroke.  Pradiabetes dapat disembuhkan sempurna dengan merubah gaya hidup.

Pada kondisi sudah diabetes, walau pun pankreas ada panda kondisi dapat memproduksi insulin, tapi tubuhnya sudah tidak dapat menggunakan insulin secara adekuat (insulin resistance).  Kondisi ini membuat pankreas lebih banyak menghasilkan insulin.

Pada pasien DM dapat terjadi sindroma metabolik di mana terjadi hipertensi, tinggi kadar lemak dalam darah, obesitas, dan gangguan pembukuan darah, serta sering terjangkit penyakit jantung.

Penyebab Diabetes
Penyebab diabetes adalah gaya hidup dengan faktor resiko sbb:
1.     Tekanan darah tinggi
2.     Kadar trigleserida yang tinggi
3.     Gestational diabetes (diabetes karena kehamilan)
4.     Makan terlalu banyak makanan berlemak
5.     Mengkonsumsi alkohol
6.     Overweight dan obesitas
7.     Faktor usia
8.     Faktor genetik

Komplikasi Diabetes
·         Kondisi hiperglikemi dalam jangka panjang akan merusak retina (sampai dengan terjadi kebutaan), ginjal (sampai gagal ginjal), syaraf (dari mati rasa sampai dengan serangan stroke), serta pembuluh darah (sampai terjadi serangan jantung).
·         Bersama dengan tingginya kadar lemak (cholesterol dan trigliserid) meningkatkan resiko serangan jantung, kerusakan pembuluh darah, dan kerusakan ginjal.
·         Mudah terkena infeksi dan susah sembuh bila terjadi infeksi.
·         Terjadi hipoglikemi, yang bisa terjadi karena salah minum obat, lupa makan, kelebihan olah raga, atau minum alkohol.
·         Hyperosmolar hyperglycemic nonketotic syndrome yang dapat menyebabkan      kematian.
 
Gejala Diabetes
1.     Gampang letih (fatigue).
2.     Turun berat badan.
3.     Gampang haus (polydipsia)
4.     Banyak sekali kencing (polyuria)
5.     Banyak makan (polyphagia).
6.     Luka yang susah untuk sembuh.
7.     Sering terkena penyakit infeksi.
8.     Gangguan emosi.
9.     Gangguan penglihatan 

Kapan Mencari Pertolongan Medis
Bila belum terdiagnosis DM
1.     Sering mengalami gejala di atas.
2.     Ketika periksa gula darah sudah melebihi 200 mg/dL.
3.     Atau sering kadar gula < 70 mg/dL.

Bila sudah terdiagnosis DM
1.     Gangguan mental yang serius.
2.     Mual dan muntah yang tidak hilang dengan pengobatan biasa.
3.     Demam tinggi (> 38.5 oC).
4.     Kadar gula yang tinggi melebihi 400 mg/dL.
5.     Terjadi luka yang besar di kaki.
6.     Sakit yang sangat pada dada atau bagian perut. 

Penanganan Diabetes
Dilakukan sendiri
1.     Mengatur gaya hidup (diet, olahraga, istirahat, stress).
2.     Berhenti merokok dan menghindari minuman beralkohol.
3.     Rutin mengontrol gula darah dengan alat yang dapat dilakukan sendiri.

Dilakukan Dokter
·       Sangat tergantung dari kondisi pasien dan jenis komplikasi yang sudah dideritanya. 
·       Dokter akan selalu meminta secara rutin memeriksa kadar gula darah puasa, 2 jam setelah makanan, dan kadar HbA1C minimal sebulan sekali.
·       Memberikan obat-obatan diabetes oral seperti:
a.     Sulfonylurea; menstimulasi pankreas.
b.     Biguanides; mengurangi produksi gula di liver.
c.      Alpa-glucosidase inhibitors; menghambat penyerapan karbohidrat.
d.     Thiazolidinediones; meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.
e.     Meglitinides; menstimulasi pankreas.
f.      D-phenylalaninie; menstimulasi pankreas.
g.     Amylin synthetic; hormon lain pankreas.
·       Memberikan suntikan insulin yang dilakukan sendiri di rumah ketika akan makan.
Contohnya: Humulin, Novolin, Humalog, Novolog, Apidra, dll. 

Prognosis Diabetes
·       Harapan hidup orang yang terkena diabetes pada usia 40 tahun, 5-10 tahun kurang dari rata-rata populasi.
·       Serangan jantung adalah komplikasi paling bahaya yang sering menjadi pembunuh pasien diabetes.
·       Dengan kontrol gula yang teratur dan menjaga gaya hidup serta menjaga kadar lemak dalam darah secara ketat dapat meningkatkan harapan hidup lebih tinggi. 

Pencegahan Diabetes
1.     Mengontrol dan menjaga berat badan seimbang.
2.     Rutin berolahraga.
3.     Berhenti merokok.
4.     Menghindari konsumsi alkohol.
5.     Menangani kadar lemak yang tinggi dalam darah.
6.     Bila sudah pada kondisi pradiabetes: mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat.
7.     Cukupkan minum air dan hindari kelebihan natrium.
(Dari http://indramuhtadi.weebly.com)

Kamis, 12 April 2012

Pantangan dan Anjuran Makanan bagi Penderita Asam Urat


(Majalah Kesehatan). Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.

                                                                               Pantangan Asam Urat

Daftar
Makanan Tinggi Purine
Makanan
Asam Urat
(mg/100g)
Teobromin (kafein cokelat)
2300
Limpa domba/kambing
773
Hati sapi
554
Ikan sarden
480
Jamur kuping
448
Limpa sapi
444
Daun melinjo
366
Paru-paru sapi
339
Kangkung, bayam
290
Ginjal sapi
269
Jantung sapi
256
Hati ayam
243
Jantung domba/kambing
241
Ikan teri
239
Udang
234
Biji melinjo
222
Daging kuda
200
Kedelai & kacang-kacangan
190
Dada ayam dg kulit
175
Daging ayam
169
Daging angsa
165
Lidah sapi
160
Ikan Kakap
160
Tempe
141
Daging bebek
138
Kerang
136
Udang Lobster
118
Tahu
108
Perubahan gaya hidup, konsumsi obat tertentu dan menghindari makanan yang berkadar purin tinggi dapat mengendalikan asam urat. Berikut adalah makanan tinggi purin yang menjadi pantangan bagi penderita asam urat. (Ingat bahwa masing-masing orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan. Makanan yang sangat cepat menimbulkan serangan asam urat pada satu orang belum tentu menimbulkan efek yang sama pada yang lainnya).
  • Alkohol dan soft drink
  • Melinjo dan emping
  • Kacang-kacangan
  • Jamur, bayam matang, dan sawi
  • Daging kambing
  • Jeroan dan gajih (lemak)
  • Kerang-kerangan
  • Bebek dan kalkun
  • Salmon, mackerel, sarden, kepiting, udang, dan beberapa ikan lainnya
  • Krim dan Es krim

Anjuran

Beberapa hal berikut dianjurkan untuk mengurangi asam urat:
  • Jangan minum aspirin (bila membutuhkan obat pengurang sakit, pilih jenis ibuprofen dan lainnya)
  • Perbanyak minum air putih– terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal– untuk mengeluarkan kristal asam urat di tubuh.
  • Makan makanan yang mengandung potasium tinggiseperti:
    • Sayuran dan buah-buahan
    • Kentang
    • Alpukat
    • Susu dan yogurt
    • Pisang
  • Makan buah-buahan kaya vitamin C, terutama jeruk dan strawberry
  • Aktif secara seksual(Berita bagus! Seks ternyata memperlancar produksi urin sehingga menurunkan kadar asam urat).
  • Konsumsi salah satu produk alami yang dapat menyembuhkan asam urat seperti sidaguri, habbatussauda, brotowali, teh hijau, dll.

Selasa, 10 April 2012

Penawar Racun Tomcat Ternyata Sederhana

REPUBLIKA.Peneliti Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, Rasmi R,S.St.M.Si berhasil menemukan pembasmi atau penawar racun tomcat yakni minyak goreng yang diaduk bersama dengan garam dapur.
"Obat penawar tersebut kemudian bisa dioleskan pada kulit yang terkena racun. Obat penawar ini juga berlaku untuk semua jenis serangga sebagai pertolongan pertama," kata Rasmi R di Padang, Selasa (10/4).
Menurut dia, khusus untuk tomcat, racunnya mengandung paederin yang hanya menyebabkan kulit mengalami iritasi atau melepuh. Namun demikian, katanya, yang lebih dikwatirkan adalah infeksi sekunder setelah terjadi luka.
"Penawar racun tomcat itu secara cepat dan mudah diperoleh adalah dengan minyak goreng yang diaduk dengan garam dapur. Garam dan minyak goreng banyak tersedia pada setiap dapur rumah tangga," katanya.
Setiap orang pasti tahu apa itu garam, selain disukai karena rasanya yang khas juga disukai karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan tubuh. Di dalam garam terkandung natrium yang dapat membantu keseimbangan cairan tubuh manusia.
Garam juga bermanfaat seperti dalam membasmi kuman, sebab garam memiliki antiseptik yang berfungsi mematikan penyakit yang disebabkan jamur dan bakteri.
Ia menjelaskan, banyak orang yang pernah disengat tawon, disengat kala jengking atau kena ulat bulu, akan tetapi rasa gigitannya akan berbeda. Kalau disengat tawon rasanya kepala dan muka akan membesar dan terasa sakit, kalau kala jengking lain lagi, sakitnya sampai ke jantung karena darah anda membawa racun ke jantung.
Namun kalau ulat bulu atau tomcat hanya sekedar panas dan gatal. Bisa terjadi iritasi kulit atau menimbulkan borok, namun kalau disengat tawon bisa membuat pembuluh darah anda pecah dan meninggal dunia kalau digigit tawonnya 100 ekor lebih.
Sementara itu tomcat (Paedreus litoralis), adalah binatang predator hama padi di lahan sawah, bukan binatang yang secara tiba-tiba turun dari langit dan menyerang manusia.
Jika dibandingkan dengan racun yang dikeluarkan oleh tanaman untuk melindungi dirinya dari gangguan luar, contohnya pohon aren (Arenga pinnata) justru berbahaya yakni terletak pada getah buahnya serta rambut halus yang terbang dari buahnya.
"Kalau kena getahnya, kita akan merasakan gatal sekali dan semua kulit akan merah serasa terbakar," katanya.
Bagi yang pernah terkena racun ini, tidak akan berani mendekat pohon aren lagi karena sudah tahu bagaimana sakitnya.
Bagi yang terkena getah aren, tentunya akan berlarian kian kemari sambil menggaruk semua badan dan jika tidak diberi penawar mungkin kulit anda akan terkelupas karena digaruk atau jatuh pingsan saking tidak bisa menahan rasa gatal itu, katanya.