Sabtu, 14 April 2012

Hepatitis B


Fakta

  • Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis.
  • Virus ini ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi - tidak melalui kontak biasa.
  • Sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia telah terinfeksi dan sekitar 350 juta hidup dengan infeksi kronis. Sekitar 600.000 orang diperkirakan meninggal setiap tahun akibat hepatitis B.
  • Sekitar 25% orang dewasa dapat menjadi kronis akibat terinfeksi selama masa kanak-kanak kemudian meninggal akibat kanker hati atau sirosis (parut pada hati).
  • Virus hepatitis B, 50-100 kali lebih menular dibandingkan HIV.
  • Virus hepatitis B sangat bahaya bagi petugas kesehatan.
  • Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif.


Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa manusia yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Hepatitis B merupakan masalah utama kesehatan global dan jenis yang paling berbahaya dari virus hepatitis karena dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan berisiko tinggi terjadi kerusakan hati (sirosis) dan kanker hati.
Di seluruh dunia kurang lebih dua miliar orang diperkirakan telah terinfeksi virus hepatitis B (HBV), dan lebih dari 350 juta orang dalam jangka panjang memiliki resiko terinfeksi hati kronis. Pada tahun 1982 telah tersedia vaksin hepatitis B yang 95% efektif dapat mencegah virus hepatitis B.

Gejala

Virus hepatitis B dapat menjadi penyakit akut dengan beberapa gejala yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir diantaranya menguningnya kulit dan mata (jaundice), urin gelap, kelelahan ekstrim, mual, muntah dan nyeri perut. Untuk memulihkan seseorang membutuhkan beberapa bulan hingga satu tahun dari virus hepatitis B ini.

Wilayah Endemik Hepatitis B

Endemik Hepatitis B terjadi di China dan bagian Asia lainnya yang kebanyakan terinfeksi selama masa kanak-kanak. Kira-kira 8-10% dari populasi orang dewasa terinfeksi secara kronis. Tingginya tingkat infeksi kronis juga ditemukan di Amazon dan bagian selatan Eropa Timur dan Tengah. Di Timur Tengah dan sub-benua India 2-5% penduduknya terinfeksi secara kronis. Sedangkan di Eropa Barat dan Amerika Utara kurang dari 1% dari populasi di Eropa Barat dan Amerika Utara terinfeksi.

 

Penularan

Virus hepatitis B menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain (air mani dan cairan vagina) dari orang yang terinfeksi. Cara penularannya sama dengan yang terjadi pada penularan HIV/AIDS, tetapi  tingkat penularannya bisa 50-100 kali dibanding HIV. Virus hepatitis B dapat bertahan hidup di luar selama 7 hari yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Penularan hepatitis B yang umum terjadi yaitu:
  • perinatal (dari ibu ke bayi saat lahir)
  • melalui kontak dengan peralatan rumah tangga yang telah terinfeksi
  • melalui jarum suntik dari orang yang terinfeksi
  • melalui transfusi darah
  • kontak seksual
Virus Hepatitis B tidak menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi,
Masa inkubasinya adalah sekitar 30-180 hari, rata-rata 90 hari dan dapat dideteksi antara 30-60 hari setelah infeksi menetap.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis B. Perawatan ditujukan untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan gizi yang memadai, termasuk penggantian cairan yang hilang dari muntah dan diare.
Hepatitis B kronis dapat diobati dengan obat-obat tertentu termasuk interferon dan agen anti-virus lainnya. Kanker hati sering terjadi pada orang-orang saat usia produktifnya yang dapat menyebabkan kematian bebarapa bulan setelah diagnosa. Pasien dengan sirosis kadang-kadang diberikan transplantasi hati dengan berbagai keberhasilan.

 

Pencegahan

Semua bayi harus mendapatkan vaksin hepatitis B yang diberikan dalam tiga atau empat dosis terpisah dalam jadwal imunisasi rutin. Di daerah di mana terjadi endemik penularan dari ibu ke bayi, maka vaksinasi pertama terhadap bayi harus sesegera mungkin diberikan dalam waktu 24 jam setelah lahir. Vaksinasi yang lengkap dapat memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis B sebesar 95% sampai dewasa muda. Setelah usia 40 tahun perlindungannnya sampai 90% dan 65-75% setelah usia 60 tahun. Anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun dan sebelumnya tidak divaksinasi harus menerima vaksin. Orang-orang di kelompok risiko tinggi juga harus divaksinasi.
(Sumber WHO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar