Sildenafil (1-[4-ethoxy-3-(6,7-dihydro-1-methyl-7-oxo-3-propyl-1H-pyrazolo[4,3-d]pyrimidin-5-yl) phenylsulfonyl]-4-methylpiperazine) adalah obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri paru. Sildenafil
bekerja dengan cara menghambat enzym cGMP-spesifik phosphodiesterase 5, yaitu enzim yang dapat menunda degradasi cGMP yang mengatur aliran
darah di daerah penis. Sildenafil juga dapat melemaskan otot-otot dinding arteri sehingga dapat menurunkan resistensi dan
tekanan arteri paru. Di samping itu, sildenafil juga dapat meningkatkan kapasitas latihan pada
pria dan wanita.
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan penis untuk
mempertahankan ereksi yang memuaskan dalam menyelesaikan hubungan seksual.
Disfungsi
ereksi (impotensi) disebabkan karena beberapa hal antara lain :
1. Faktor
fisik:
a. Penggunaan obat-obatan, seperti obat penenang (sedative,
antidepresan), antihipertensi, diuretik, obat penurun berat badan, obat maag, alkohol,
nikotin dan golongan opiat.
b. Gangguan aliran darah ke daerah penis yang disebabkan beberapa
hal seperti adanya pengerasan pembuluh nadi, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes atau
penyakit peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis).
- Gangguan persarafan pada penis antara lain karena diabetes, stroke, cedera tulang belakang, pembedahan daerah panggul dan kecanduan alkohol.
- Gangguan hormonal yang menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon-hormon tubuh, meliputi disfungsi testis (gangguan fungsi buah zakar), penyakit ginjal, liver dan kecanduan alkohol
2.
Faktor mental
a. Depresi,
sehingga dapat mengurangi stamina dan kemampuan seksual pria.
- Stress karena berbagai sebab dapat mengakibatkan gangguan ereksi.
- Kecemasan yang terus-menerus dan terjadi dalam waktu lama.
- Informasi yang keliru mengenai seks seperti ketakutan berlebihan, terburu-buru dan lain sebagainya.
Sebelum menggunakan sildenafil,
pastikan tidak mempunyai beberapa kondisi di bawah ini:
- Mempunyai penyakit jantung atau masalah irama jantung (aritmia)
- Dalam 6 bulan terkahir pernah mengalami kegagalan jantung, stroke, atau penyakit jantung kongestif;
- Mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi) atau tekanan darah rendah (hipotensi)
- Mempunyai penyakit arteri koroner;
- Mempunyai penyakit hati dan atau ginjal
- Mempunyai gangguan sel darah merah seperti anemia, multiple myeloma atau leukemia.
- Mempunyai kelainan perdarahan seperti hemophilia.
- Mempunyai penyakit pada pencernaan, misalnya ulkus lambung.
- Mempunyai penyakit mata retinitis pigmentosa.
- Cacat fisik pada penis (seperti penyakit Peyronie),
- Jika dilarang dokter untuk melakukan hubungan seksual karena alasan kesehatan.
Perhatian:
- Jangan mengambil sildenafil bersama obat-obat jantung dan atau aritmia golongan nitrat (nitrogliserin, dinitrate, mononitrate), karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara mendadak.
- Sildenafil dapat menurunkan aliran darah ke saraf mata yang menyebabkan kehilangan penglihatan secara mendadak.
- Jangan menggunakan sildenafil jika sedang atau merencanakan hamil, kecuali atas persetujuan dokter. Menurut FDA: sildenafil termasuk kategori B.
- Gunakan sildenafil sesuai petunjuk dokter, jangan menggunakan dosis yang lebih besar atau lebih kecil.
- Sildenafil dapat meningkatkan ereksi ½ jam setelah diminum. Perhatikan efek samping sildenafil seperti pusing, mual, nyeri, mati rasa/kesemutan di dada, lengan, leher, atau rahang, jika itu terjadi cepat hubungi dokter.
- Jangan gunakan sildenafil bersama alkohol dan obat-obat impotensi lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar