Air rebusan angkak atau beras
merah yang difermentasi dipercaya dapat meningkatkan jumlah trombosit pada pasien
demam berdarah. Tapi berdasarkan penelitian, angkak lebih efektif menurunkan
kolesterol dibandingkan menaikkan trombosit pasien demam berdarah (DB).
“Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan
angkak dapat menaikkan trombosit, tapi penelitian di barat menunjukkan angkak
memiliki efek untuk menurunkan kadar kolesterol total yakni kolesterol jahat
(LDL) dan trigliserida,” ujar dr Hardhi Pranata, SpS.
dr Hardhi menuturkan angkak merupakan hasil fermentasi beras
merah dengan menggunakan kapang Monascus
purpureus. Angkak sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai
suplemen untuk meningkatkan aliran darah sehingga dapat menyehatkan tubuh.
“Di dalam angkak terdapat kandungan kelompok statin yaitu
Lovastatin yang merupakan komponen bioaktif untuk menurunkan kadar kolesterol
dalam darah. Komponen ini berguna sebagai inhibitor dari enzim HMG-CoA yang bekerja membentuk kolesterol
di hati, sehingga pembentukan kolesterol dapat dicegah,” ujar dokter yang
menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia.
Namun dr Hardhi memperingatkan bahwa tidak semua orang bisa
mengonsumsi air rebusan angkak. Untuk beberapa orang yang sedang mengonsumsi
obat aspirin, ginko-biloba, obat anti agregasi trombosit atau cenderung
mengalami pendarahan (bleeding)
tidak boleh sama sekali mengonsumsi angkak. Karena hal ini justru bisa memicu
terjadinya perdarahan yang lebih parah.
“Karenanya saya tidak menganjurkan pasien demam bedarah
mengonsumsi angkak, dengan angkak atau tidak trombosit pasien bisa normal
kembali dengan banyak minum apa pun. Jadi selama ini orang hanya salah
pengertian saja. Yang sebenarnya angkak baik untuk menurunkan kolesterol,” ujar
dokter yang berpraktik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Pada pasien demam berdarah, jumlah trombosit yang turun
akibat trombosit keluar dari aliran darah. Tapi jika kondisi pasien sudah
membaik, maka dengan sendirinya trombosit akan masuk kembali ke dalam aliran
darah dan jumlahnya kembali normal.
Bagi pasien demam berdarah yang diperlukan adalah tetap
mengonsumsi cairan yang cukup baik air putih, teh, jus buah, susu atau cairan
lainnya. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat membuat pembuluh
darah mengecil (shock) sehingga bisa berakibat fatal.
“Sebaiknya jika mengalami demam segera lakukan cek darah,
jika jumlah trombosit normal lakukan pemeriksaan kedua setelah 6-12 jam untuk
melihat kembali jumlah trombositnya. Karena banyak orang yang kecolongan demam
berdarah akibat tidak melakukan pemeriksaan darah ulang dan mengira hanya demam
biasa,” ujar dr Hardhi.
dr Hardhi menyarankan agar masyarakat tidak melakukan
pengobatan sendiri sebelum mengetahui dengan pasti kondisinya, terutama pada
orang yang memiliki komplikasi tertentu. Lakukan cek darah secara rutin serta
ketahui dengan pasti apa penyebab demam untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Yg terpenting untuk pasien dgn demam berdarah adalah menjaga asupan cairan karena nantinya trombosit akan meningka dgn sendiri nya. Jika butuh peningkatan kadar dgn cepat, dpt dilakukan transfusi darah. "medicinesia"
BalasHapus