Kita adalah makhluk kecil, yang sangat lemah, sangat mudah tergoda dan terjerumus dalam dosa-dosa, suka berbuat dzolim kepada sesama manusia, suka merendahkan orang lain, suka berbuat maksiat, suka sombong dan merasa diri kita ini lebih baik dari orang lain, suka riya dan masih banyak dosa-dosa lainnya yang sering kita lakukan. Dosa dari mata kita, telinga kita, tangan kita, hati kita, mulut kita, perut kita, otak kita, hati kita.
Maka jika Engkau ya Alloh, ingin menghinakan diri ini, maka hinakan
diri ini saat di dunia ini saja. Mungkin kita pantas dihinakan karena dosa-dosa
yang kita lakukan. Biarlah diri ini hina dalam pandangan manusia. Mudah-mudahan
kehinaan ini menjadikan kita mau mendekat kepada-Mu ya Alloh, mudah-mudahan
kehinaan ini menjadi jalan taubat kepada-Mu ya Alloh, mudah-mudahan kehinaan
ini menjadi jalan untuk memperbaiki diri ini dan menjadi jalan untuk hanya melakukan
perbuatan yang baik saja.
Tapi aku memohon kepada-Mu ya Alloh, jangan Kau hinakan diri ini pada
hari ketika manusia dibangkitkan. Hari dimana harta,
jabatan, kedudukan, pangkat dan popularitas tidak lagi berguna dan tidak lagi
bisa menolong atau bahkan sekedar meringankan. Hari dimana anak-anak laki-laki
dan orang-orang yang selama ini bisa menjaga dan melindungi kita tidak lagi berguna dan tidak
akan mampu menolong kita. Hari dimana rumah-rumah yang kuat, bangunan-bangunan
dan benteng-benteng yang kokoh, tempat-tempat yang aman dan tersembunyi tidak akan
lagi berguna dan tidak dapat lagi melindungi diri kita ini. Hari dibangkitkan
merupakan hari perhitungan diri ini atas amal dan perbuatan kita ketika hidup di
dunia. Maka masukkanlah diri ini di hari itu ya Alloh, ke dalam golongan orang-orang
yang berhati bersih, yang berhati bersih, yang berhati bersih dan golongan orang-orang bertakwa.
“ Dan janganlah Engkau hinakan aku pada
hari mereka dibangkitkan, (yaitu)
di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang
menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan (di hari itu) didekatkanlah surga
kepada orang-orang yang bertakwa”.
(Asyu’ara (26): 87 – 90)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar