Jumat, 27 November 2015

Sabar dan Sholat Sebagai Penolong Manusia



Saat ini sangat kita rasakan, banyak sekali tuntutan-tuntutan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bersifat primer seperti sandang (pakaian), pangan (makanan) & papan (rumah), tetapi juga tuntutan kebutuhan sekunder yang saat ini, sepertinya sudah menjadi kebutuhan primer, seperti alat komunikasi (HP), kendaraan, televisi dan lain-lain. Di luar itu, tentu masih dan masih sangat banyak kebutuhan-kebutuhan lainnya, misalnya saja biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, biaya-biaya untuk membayar listrik, telepon/HP, biaya rekreasi, biaya untuk perawatan tubuh dan lain-lain. Di samping itu, dengan makin meningkatnya sifat-sifat konsumerisme sebagai akibat dari terbukanya era komunikasi global, tuntutan hidup ini tidak hanya cukup sekedar dipenuhi saja,

  • Baju, tidak cukup hanya yang dapat menutup aurat saja, inginnya yang bagus, yang bermerk, yang mahal
  • Rumah, tidak cukup hanya sekedar dapat melindungi diri dari panas dan hujan, tetapi inginnya yang megah, yang indah, yang antik, ada taman-tamannya, ada kolam renangnya dan lain-lain
  • HP, kendaraan & televisi inginnya yang paling mahal atau yang paling bagus

Maka saat ini, kita seakan-akan selalu dikejar-kejar untuk dapat memenuhi segala keinginan dan kebutuhan hidup itu semua. Kita dituntut untuk terus dan terus bekerja dan berusaha lebih keras lagi. Kita dituntut untuk terus dan terus untuk meningkatkan karir agar penghasilan meningkat, untuk meningkatkan kualitas pekerjaan agar pendapatan bertambah. Maka tuntutan-tuntutan yang begitu besar untuk memenuhi segala kebutuhan hidup itu semua, seringkali membuat seseorang mudah tergelincir dan akhirnya masuk ke jalan yang bathil. Terperosok ke dalam satu situasi yang mengabaikan hukum-hukum Alloh. Yang pada akhirnya, manusia seperti ini tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup di dunia, tidak pernah merasakan kebahagiaan hidup di dunia.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan(Al Baqoroh (2): 155)

Dari ayat di atas, maka ketakutan, kelaparan & kekurangan harta itu adalah cobaan dari Alloh untuk manusia. Maka sampai kapanpun, jika itu namanya masih disebut sebagai manusia, akan selalu diberikan cobaan-cobaan oleh Alloh swt. Walaupun menurut dirinya, dia sudah mempunyai kekayaan yang dulu dia cita-citakan, walaupun menurut dirinya, dia sudah menduduki pangkat dan jabatan yang dulu dia perjuangkan, walaupun menurut dirinya, dia sudah mempunyai segala-galanya yang dulu dia ingin-inginkan.   

Oleh karena manusia ditakdirkan untuk selalu takut, selalu lapar dan selalu kurang dalam segala hal, maka Alloh swt Yang Maha Pengasih & Penyayang, yang telah menciptakan manusia, dengan kekurangannya itu, Dia (Alloh) pasti juga memberikan obat atau cara agar manusia bisa terhindar dari sifat-sifat buruknya tersebut, agar manusia bisa merasakan ketenteraman dalam hidupnya, agar manusia memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya.
Inilah yang dibutuhkan oleh manusia yang menginginkan ketenteraman dan kebahagiaan dalam hidupnya. Inilah yang menolong manusia agar terhindar dari sifat-sifat buruknya.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya(Al Baqoroh (2): 45-46)

Sholat dan sabar, inilah dua hal yang dibutuhkan manusia dalam hidupnya.
Ada beberapa hal yang perlu kita maknai dari dua ayat tersebut di atas:

  1. Sholatlah yg khusu’ agar hasilnya, kita menjadi orang-orang yang sabar.
  2. Sholatlah dengan kesabaran, agar sholat kita menjadi khusu’ yang akhirnya seperti pada point di atas, yaitu menjadi orang yang sabar.
  3. Sabar dalam segala hal, berarti orang tersebut yakin akan pertolongan dan ketentuan Alloh. Maka kesabarannya itu akan makin mendekatkan dia kepada Alloh, salah satunya dia akan rajin sholat.

“ Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya (Al Furqon (25): 75)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar