Saat ini sangat kita rasakan, banyak sekali tuntutan-tuntutan
untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang
bersifat primer seperti sandang (pakaian), pangan (makanan) & papan (rumah),
tetapi juga tuntutan kebutuhan sekunder yang saat ini, sepertinya sudah menjadi
kebutuhan primer, seperti alat komunikasi (HP), kendaraan, televisi dan
lain-lain. Di luar itu, tentu masih dan masih sangat banyak kebutuhan-kebutuhan
lainnya, misalnya saja biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, biaya-biaya
untuk membayar listrik, telepon/HP, biaya rekreasi, biaya untuk perawatan tubuh
dan lain-lain. Di samping itu, dengan makin meningkatnya sifat-sifat
konsumerisme sebagai akibat dari terbukanya era komunikasi global, tuntutan
hidup ini tidak hanya cukup sekedar dipenuhi saja,
- Baju, tidak cukup hanya yang dapat menutup aurat saja, inginnya yang bagus, yang bermerk, yang mahal
- Rumah, tidak cukup hanya sekedar dapat melindungi diri dari panas dan hujan, tetapi inginnya yang megah, yang indah, yang antik, ada taman-tamannya, ada kolam renangnya dan lain-lain
- HP, kendaraan & televisi inginnya yang paling mahal atau yang paling bagus
Maka saat ini, kita seakan-akan selalu dikejar-kejar untuk dapat memenuhi segala keinginan
dan kebutuhan hidup itu semua. Kita dituntut untuk terus dan terus bekerja dan
berusaha lebih keras lagi. Kita dituntut untuk terus dan terus untuk meningkatkan karir agar
penghasilan meningkat, untuk meningkatkan kualitas pekerjaan agar pendapatan
bertambah. Maka tuntutan-tuntutan yang begitu besar untuk memenuhi segala
kebutuhan hidup itu semua, seringkali membuat seseorang mudah tergelincir dan
akhirnya masuk ke jalan yang bathil. Terperosok ke dalam satu situasi yang
mengabaikan hukum-hukum Alloh. Yang pada akhirnya, manusia seperti ini tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup di dunia, tidak pernah merasakan kebahagiaan hidup di dunia.
“ Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”
(Al Baqoroh (2): 155)
Dari ayat di atas, maka ketakutan,
kelaparan & kekurangan harta itu adalah cobaan dari Alloh untuk manusia.
Maka sampai kapanpun, jika itu namanya masih disebut sebagai manusia, akan
selalu diberikan cobaan-cobaan oleh Alloh swt. Walaupun menurut dirinya, dia
sudah mempunyai kekayaan yang dulu dia cita-citakan, walaupun menurut dirinya, dia
sudah menduduki pangkat dan jabatan yang dulu dia perjuangkan, walaupun menurut
dirinya, dia sudah mempunyai segala-galanya yang dulu dia ingin-inginkan.
Oleh karena
manusia ditakdirkan untuk selalu takut, selalu lapar dan selalu kurang dalam
segala hal, maka Alloh swt Yang Maha Pengasih & Penyayang, yang telah
menciptakan manusia, dengan kekurangannya itu, Dia (Alloh) pasti juga
memberikan obat atau cara agar manusia bisa terhindar dari sifat-sifat buruknya
tersebut, agar manusia bisa merasakan ketenteraman dalam hidupnya, agar manusia
memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya.
Inilah yang
dibutuhkan oleh manusia yang menginginkan ketenteraman dan kebahagiaan dalam
hidupnya. Inilah yang menolong manusia agar terhindar dari sifat-sifat buruknya.
“
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi
orang-orang yang khusyu', (yaitu)
orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka
akan kembali kepada-Nya” (Al Baqoroh
(2): 45-46)
Sholat dan
sabar, inilah dua hal yang dibutuhkan manusia dalam hidupnya.
Ada beberapa
hal yang perlu kita maknai dari dua ayat tersebut di atas:
- Sholatlah yg khusu’ agar hasilnya, kita menjadi orang-orang yang sabar.
- Sholatlah dengan kesabaran, agar sholat kita menjadi khusu’ yang akhirnya seperti pada point di atas, yaitu menjadi orang yang sabar.
- Sabar dalam segala hal, berarti orang tersebut yakin akan pertolongan dan ketentuan Alloh. Maka kesabarannya itu akan makin mendekatkan dia kepada Alloh, salah satunya dia akan rajin sholat.
“ Mereka itulah orang yang dibalasi
dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka
disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya” (Al Furqon
(25): 75)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar