Kalau puasa Ramadhan tujuannya hanya untuk menahan lapar & haus saja, maka pasti banyak orang yang tidak akan sanggup berpuasa, atau kalau ikut puasapun, nilai puasanya tidak maksimal. Sholat tarawih/qiyamullail jadi malas, membaca Al Qur'an juga malas dan mengerjakan ibadah-ibadah lain juga ikut malas.
Tapi kalau niat berpuasa tujuannya agar menjadi orang yang bertakwa kepada Alloh sesuai perintah puasa pada Surat Al Baqarah (2): 183, maka insya Alloh dalam melaksanakan puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lain di dalamnya akan semangat mengerjakannya.
Apa itu takwa? Sebegitu pentingkah takwa bagi manusia sampai Nabi-Nabi pun diperintahkan juga agar bertakwa kepada Alloh SWT.
Di dalam Al Qur'an ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang makna takwa serta ciri-ciri orang yg bertakwa. Dari itu semua minimal terdapat 3 ciri manusia takwa:
1. Total Keimanannya kepada Alloh dan semua yang terkait dengan-Nya: (malaikat-malaikat, kitab-kitab yang diturunkan, para Nabi & Rasul, perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, takdir-takdir-Nya dan sebagainya).
2. Semua yang dimiliki (harta, jabatan, ilmu, popularitas, jiwa dan raga) semuanya bernilai akhirat. Berguna bagi Islam dan bermanfaat bagi manusia, alam dan makhluk lainnya.
3. Hatinya lapang (lapang dada). Hatinya jauh dari kata benci kepada orang lain, bisa menahan amarah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, mudah memberi maaf kepada orang lain, selalu bersyukur atas apa saja yang diterima dan bersabar jika ditimpa musibah atau cobaan.
Bagaimana cara menggapai sifat takwa tersebut:
1. Dirikan sholat dan terus perbaiki sholat-sholat kita supaya bisa tepat waktu & khusyu. Sholat fardhu harus berjamaah (pria) dan yang sunah dirikan minimal 12 rakaat per hari. Lalu senantiasa menghidupkan malam untuk beribadah ( sholat tahajud & dzikir kepada Alloh). Dan di waktu sahr (kira-kira 20 menit sebelum Subuh) banyak-banyak memohon ampunan (istighfar) kepada Alloh SWT.
2. Perbaiki dan perbanyak amal-amal saleh. Niatkan setiap hari di awal waktu, agar semua aktivitas yang akan dijalankan pada hari itu semuanya bernilai pahala. Jika akan mencari rizki, niatkan bahwa rizki yang akan kita cari itu rizki yang halal sumbernya, lalu halal cara mendapatkannya dan berkah menggunakannya.
3. Interaksi dengan Al Qur'an
Al Qur'an itu kurikulum hidup, petunjuk hidup, tempat kita dibimbing dalam perjalanan kehidupan ini. Interaksi dengan Al Qur'an bisa berupa: membaca, memahami, menghafal & mengamalkan isi Al Qur'an. Dan kalau ingin mencontoh praktek isi Al Qur'an dalam kehidupan nyata, maka tauladani kehidupan Nabi Muhammad Saw (alhadist). Sedangkan orang-orang yang mengerti isi kandungan Al Qur'an saat ini adalah para ulama, para mubaligh/ah, maka ikuti taklim-taklimnya.
Dan Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk mewujudkan segala amalan-amalan takwa tersebut. Ramadhan mengingatkan kepada kita untuk menghadirkan Alloh dalam semua aktifitas kita, di semua waktu kehidupan kita. Di siang-siangnya, di malam-malamnya, saat di masjid, saat di rumah, saat di kantor, saat luang maupun saat sibuknya. Di Ramadhan Alloh telah mengingatkan, bahwa saat malampun jangan pernah kau lupa dengan Alloh, banyak berkah Alloh di malam-malam itu, diingatkan Alloh saat kita qiyamullail, saat sahur, saat tadarus dan lain-lain. Sedangkan kebaikan-kebaikananya saat Ramadhan dilipatgandakan pahalanya serta dosa-dosa diampuni. Ya dosa-dosa yang banyak membebani hati dan menghalangi hati untuk menerima segala kebaikan dan petunjuk Alloh. Sehingga dengan terhapusnya dosa-dosa itu, hati kita menjadi lapang (qolbun salim) sehingga akan mudah masuknya kebaikan dan hidayah Alloh SWT.
Maka jika kita bisa bener-benar memaksimalkan amalan-amalan di Ramadhan, manusia akan bisa meraih sifat-sifat ketakwaan.
Takwa adalah kemuliaan manusia di hadapan Alloh SWT. Kalau manusia sudah mulia dihadapan Alloh, maka tidak perlu lagi menginginkan sanjungan kemuliaan dari manusia.
Dan jangan lupa, bahwa sifat-sifat ketakwaan itu sesungguhnya kebutuhan, keinginan dan harapan manusia, agar bisa menjalani kehidupan ini dengan sukses dan akhirnya bahagia. Sifat takwa itu modal segalanya untuk sukses dalam hidup, di kantor, di rumah, saat berbisnis, saat bertetangga, bersekolah, berteman dan lain-lain. Sifat apa yang diinginkan oleh orang tua terhadap anak-anaknya?, tentu anak-anak yang soleh/solehah, patuh & hormat pada orang tua, yang rajin. Nah itu semua sifat orang-orang takwa. Sifat apa yang diinginkan oleh seorang atasan terhadap bawahannya, pasti ingin yang jujur, loyal, gesit. Nah itu semua sifat orang-orang takwa. Begitu juga ayah/ibu yang baik, pedagang yang jujur, pemimpin yang adil pasti karena dia punya sifat-sifat takwa.
Jadi takwa itu kebutuhan manusia untuk sukses dalam hidup (dunia & akhirat). Takwa itu sifat terunggul manusia dibandingkan dengan yang lain. Jadi kalau orientasi puasa Ramadhan kita agar kita bisa menjadi manusia-manusia yang unggul, punya sifat-sifat terbaik, terpuji sehingga mudah meraih kesuksesan baik d dunia dan akhirat, maka dalam berpuasa kita benar-benar akan dijalankan dengan sungguh-sungguh serta dengan senang hati mengerjakan semua amalan-amalan yang akan mengantarkannya menjadi manusia unggul (takwa).
Tapi kalau niat berpuasa tujuannya agar menjadi orang yang bertakwa kepada Alloh sesuai perintah puasa pada Surat Al Baqarah (2): 183, maka insya Alloh dalam melaksanakan puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lain di dalamnya akan semangat mengerjakannya.
Apa itu takwa? Sebegitu pentingkah takwa bagi manusia sampai Nabi-Nabi pun diperintahkan juga agar bertakwa kepada Alloh SWT.
Di dalam Al Qur'an ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang makna takwa serta ciri-ciri orang yg bertakwa. Dari itu semua minimal terdapat 3 ciri manusia takwa:
1. Total Keimanannya kepada Alloh dan semua yang terkait dengan-Nya: (malaikat-malaikat, kitab-kitab yang diturunkan, para Nabi & Rasul, perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, takdir-takdir-Nya dan sebagainya).
2. Semua yang dimiliki (harta, jabatan, ilmu, popularitas, jiwa dan raga) semuanya bernilai akhirat. Berguna bagi Islam dan bermanfaat bagi manusia, alam dan makhluk lainnya.
3. Hatinya lapang (lapang dada). Hatinya jauh dari kata benci kepada orang lain, bisa menahan amarah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, mudah memberi maaf kepada orang lain, selalu bersyukur atas apa saja yang diterima dan bersabar jika ditimpa musibah atau cobaan.
Bagaimana cara menggapai sifat takwa tersebut:
1. Dirikan sholat dan terus perbaiki sholat-sholat kita supaya bisa tepat waktu & khusyu. Sholat fardhu harus berjamaah (pria) dan yang sunah dirikan minimal 12 rakaat per hari. Lalu senantiasa menghidupkan malam untuk beribadah ( sholat tahajud & dzikir kepada Alloh). Dan di waktu sahr (kira-kira 20 menit sebelum Subuh) banyak-banyak memohon ampunan (istighfar) kepada Alloh SWT.
2. Perbaiki dan perbanyak amal-amal saleh. Niatkan setiap hari di awal waktu, agar semua aktivitas yang akan dijalankan pada hari itu semuanya bernilai pahala. Jika akan mencari rizki, niatkan bahwa rizki yang akan kita cari itu rizki yang halal sumbernya, lalu halal cara mendapatkannya dan berkah menggunakannya.
3. Interaksi dengan Al Qur'an
Al Qur'an itu kurikulum hidup, petunjuk hidup, tempat kita dibimbing dalam perjalanan kehidupan ini. Interaksi dengan Al Qur'an bisa berupa: membaca, memahami, menghafal & mengamalkan isi Al Qur'an. Dan kalau ingin mencontoh praktek isi Al Qur'an dalam kehidupan nyata, maka tauladani kehidupan Nabi Muhammad Saw (alhadist). Sedangkan orang-orang yang mengerti isi kandungan Al Qur'an saat ini adalah para ulama, para mubaligh/ah, maka ikuti taklim-taklimnya.
Dan Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk mewujudkan segala amalan-amalan takwa tersebut. Ramadhan mengingatkan kepada kita untuk menghadirkan Alloh dalam semua aktifitas kita, di semua waktu kehidupan kita. Di siang-siangnya, di malam-malamnya, saat di masjid, saat di rumah, saat di kantor, saat luang maupun saat sibuknya. Di Ramadhan Alloh telah mengingatkan, bahwa saat malampun jangan pernah kau lupa dengan Alloh, banyak berkah Alloh di malam-malam itu, diingatkan Alloh saat kita qiyamullail, saat sahur, saat tadarus dan lain-lain. Sedangkan kebaikan-kebaikananya saat Ramadhan dilipatgandakan pahalanya serta dosa-dosa diampuni. Ya dosa-dosa yang banyak membebani hati dan menghalangi hati untuk menerima segala kebaikan dan petunjuk Alloh. Sehingga dengan terhapusnya dosa-dosa itu, hati kita menjadi lapang (qolbun salim) sehingga akan mudah masuknya kebaikan dan hidayah Alloh SWT.
Maka jika kita bisa bener-benar memaksimalkan amalan-amalan di Ramadhan, manusia akan bisa meraih sifat-sifat ketakwaan.
Takwa adalah kemuliaan manusia di hadapan Alloh SWT. Kalau manusia sudah mulia dihadapan Alloh, maka tidak perlu lagi menginginkan sanjungan kemuliaan dari manusia.
Dan jangan lupa, bahwa sifat-sifat ketakwaan itu sesungguhnya kebutuhan, keinginan dan harapan manusia, agar bisa menjalani kehidupan ini dengan sukses dan akhirnya bahagia. Sifat takwa itu modal segalanya untuk sukses dalam hidup, di kantor, di rumah, saat berbisnis, saat bertetangga, bersekolah, berteman dan lain-lain. Sifat apa yang diinginkan oleh orang tua terhadap anak-anaknya?, tentu anak-anak yang soleh/solehah, patuh & hormat pada orang tua, yang rajin. Nah itu semua sifat orang-orang takwa. Sifat apa yang diinginkan oleh seorang atasan terhadap bawahannya, pasti ingin yang jujur, loyal, gesit. Nah itu semua sifat orang-orang takwa. Begitu juga ayah/ibu yang baik, pedagang yang jujur, pemimpin yang adil pasti karena dia punya sifat-sifat takwa.
Jadi takwa itu kebutuhan manusia untuk sukses dalam hidup (dunia & akhirat). Takwa itu sifat terunggul manusia dibandingkan dengan yang lain. Jadi kalau orientasi puasa Ramadhan kita agar kita bisa menjadi manusia-manusia yang unggul, punya sifat-sifat terbaik, terpuji sehingga mudah meraih kesuksesan baik d dunia dan akhirat, maka dalam berpuasa kita benar-benar akan dijalankan dengan sungguh-sungguh serta dengan senang hati mengerjakan semua amalan-amalan yang akan mengantarkannya menjadi manusia unggul (takwa).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar