Sabtu, 28 Oktober 2017

7 MANFAAT BERHENTI MEROKOK



1. TUBUH KEMBALI BERSIH SEPERTI BAYI
Ketika berhenti merokok, maka tubuh cenderung memiliki kebersihan seperti bayi; Tekanan darah akan normal, denyut nadi dan suhu tubuh juga normal.


2. BATUK-BATUK BERAT AKAN HILANG
Setelah berhenti merokok, kecenderungan batuk berat akan menurun, sesak napas dan napas berat akan berangsur hilang karena paru-paru akan memulai fungsi reguler dengan normal. Hal ini akan meningkatkan kemampuan paru-paru untuk menangani lendir, membersihkan paru-paru dan mengurangi risiko berbagai infeksi.


3. SETIAP MALAM BISA BULAN MADU
Jika kita berhenti merokok, kehidupan seks akan membaik, laki-laki akan mendapatkan ereksi dan wanita akan menjadi terangsang dengan mudah.


4. BAU ROKOK AKAN HILANG
Jika kita berhenti merokok, dalam beberapa menit bau rokok dari tubuh akan hilang dan tempat tinggal kita akan segar dan bersih.


 
5. MENGURANGI RESIKO BERBAGAI PENYAKIT
Merokok membuat hidup kita rentan terkena berbagai penyakit seperti impotensi, kesuburan, katarak, degenerasi makula, penyakit gusi, kehilangan gigi dan osteoporosis.


6. PANJANG UMUR
Berhentilah merokok jika ingin melihat cucu-cucu & cicit-cicit kita lahir dan tumbuh dewasa kelak.


7. SEMAKIN PERCAYA DIRI
Merokok menyebabkan penuaan dini, merokok menyebabkan keriput & menyebabkan kulit kusam.


Publikasi By Apotek Arofat Cirebon

Senin, 30 November 2015

Hidup Harus Berguna



Kita semua sudah mengetahui, bahwa Alloh swt telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia adalah suatu produk kecerdasan yang luar biasa dari Alloh swt.
Apakah ada kamera yang pernah dibuat oleh manusia yang dapat bekerja sehebat mata manusia?. Apakah ada komputer yang pernah dibuat oleh manusia di dunia ini yang dapat bekerja secanggih otak manusia?. Apakah ada robot yang pernah dibuat oleh manusia yang punya kemampuan yang sama dengan kemampuan manusia?
Tapi kesempurnaan itu tidak menjadi jaminan kemuliaan manusia dari makhluk ciptaan Alloh swt lainnya, karena boleh jadi, manusia akan berada pada derajat yang paling rendah diantara makhluk lainnya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. (At Tiin (95): 5)

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar manusia menjadi mulia dan tidak menjadi manusia yang rendah dan hina di hadapan Alloh swt?
Dimana letaknya kemuliaan manusia…..?. Apakah kemuliaan manusia ada karena pangkat dan jabatannya?. Apakah kemuliaan manusia ada karena harta kekayaannya?. Apakah kemuliaan manusia ada karena keturunannya?. Apakah kemuliaan manusia ada karena kepopulerannya?
Jawabannya adalah: apakah Firaun yang seorang raja, lebih mulia dari Musa, apakah Abu Jahal yang kaya raya lebih mulia dari Bilal yang seorang budak, dan banyak contoh-contoh lainnya.
Karena memang, kemuliaan manusia itu ada karena takwanya kepada Alloh swt.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (Al Hujurot (49): 13)

Adapun tanda-tanda manusia yang takwa banyak dijelaskan dalam beberapa ayat Al Qur’an, yang intinya ada dua syarat yaitu manusia yang beriman kepada Alloh swt dan manusia yang beramal soleh.
Iman kepada Alloh berarti percaya kepada Alloh swt dengan segala ketaatannya. Sedangkan amal soleh adalah pembuktian keimanan dan ketaatan kepada Alloh swt dalam kehidupan sehari-hari. Apakah benar keiman kepada Alloh swt dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari ketika berinteraksi dengan sesama manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Mungkin kita termasuk orang-orang yang bohong, tidak sempurna iman dan takwanya kepada Alloh, jika dalam kehidupan nyata, perilaku kita tidak mencerminkan orang-orang yang beriman dan taat kepada Alloh swt.  Amal soleh bisa juga dijelaskan sebagai, seberapa besar hidup kita saat ini, dapat memberikan manfaat kepada manusia dan makhluk lainnya. Bermanfaat saat di lingkungan pekerjaan. Bermanfaat untuk keluarga dan kaum kerabat. Bermanfaat untuk tetangga dan lingkungannya.
Maka beruntunglah, orang-orang yang sudah beriman kepada Alloh, lalu ia mampu beramal soleh, mampu memberikan manfaat untuk orang lain. Tidak mau berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain.

Karena, hanya ada satu permintaan manusia yang sudah meninggalkan dunia ini, hanya satu permintaan dan tidak lebih, jika ia bisa dikembalikan ke dunia ini walaupun sesaat…untuk apa? Apakah agar ia dapat menemui istrinya yang cantik jelita?. Apakah agar ia dapat mengambil hartanya atau dapat menduduki lagi jabatannya? Ternyata bukan itu, satu permintaan itu adalah, agar ia dapat beramal sholeh.

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal sholeh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah alasan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”. (Al Mu’minun (23): 99 – 100)

Jumat, 27 November 2015

Tips Agar Bisa Kaya Menurut Li Ka-Shing


Li Ka-Shing, pengusaha terkenal dari Hongkong membagikan caranya untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Orang yang juga dikenal sebagai orang terkaya di Asia ini memiliki cara unik yang bisa ditiru jika mau menjadi orang yang sukses.

Alokasikan pendapatan: Berapapun penghasilannya, selalu bagi menjadi 5 bagian.

Dana 1 Biaya Hidup
Gunakan Sebagian Pengahasilanmu Untuk Hidup Sehari-hari
 “Pilih makanan yang murah. Untuk sarapan kamu cuma perlu susu dan telur. Makan siang bisa kamu isi dengan menu sederhana dan buah. Memasaklah sendiri untuk makan malam. Menunya cukup dua jenis sayur dan segelas susu sebelum tidur. Selama badanmu masih muda, kamu tidak akan bermasalah dengan pola makan seperti ini”.

Dana 2: Menjamu Teman
Sisihkan Penghasilanmu Untuk Biaya Sosial
Perluas pergaulanmu. Ini akan membuat kamu jadi pribadi yang berkembang. Gunakan uang ini untuk biaya telepon dan mentraktir teman. Ingat, teman yang kamu jamu haruslah yang lebih dari kamu. Dia harus punya semangat yang lebih darimu, lebih kaya dari kamu atau punya pengaruh dalam perkembangan karirmu. Dalam setahun, kamu akan punya banyak teman. Dan dikenal sebagai orang yang baik dan pemurah

Dana 3: Dana Belajar
 Pisahkan Penghasilanmu Untuk Beli Buku dan Ikut Pelatihan
 “Karena kamu belum punya banyak uang, kamu harus fokus ke belajar. Sisihkan uang untuk beli buku setiap bulan. Resapi dan pelajari apa yang diajarkan di buku itu. Setelah selesai membaca, tuliskan lagi isi bukunya sesuai dengan pemahamanmu. Jangan ragu-ragu juga untuk mengikuti pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuanmu

 Dana 4: Uang Untuk Wisata
 Gunakan Sebagian Penghasilanmu Untuk Berlibur
Pergilah berwisata minimal sekali setahun. Tinggal saja di hotel yang murah agar menghemat biaya. Gunakan kesempatan ini untuk mengisi ulang energimu agar kamu tetap bersemangat dalam bekerja

Dana 5: Dana Investasi
Manfaatkan Penghasilanmu Untuk Berinvestasi
Belajarlah untuk berinvestasi. Masukkan uang ke bank sebagai modal awal. Cara termudah adalah datang ke penjual grosir, lalu cari barang yang bisa kamu jual lagi. Saat kamu sudah bisa menghasilkan uang dari bisnis kecil-kecilan ini, kamu akan bersemangat untuk belajar bisnis lebih banyak lagi

Sumber: www.hipwee.com

Hakikat Berkurban


Sesungguhnya hidup ini dalam semua aspek kehidupannya adalah suatu pengorbanan. Seorang suami sebagai pencari nafkah bekerja membanting tulang dalam berbagai pekerjaan dan profesinya, adalah suatu pengorbanan. Seorang istri yang kadang-kadang dia sambil bekerja tetapi tetap bertindak dan bertugas sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi kebutuhan suami dan anak-anaknya, adalah juga suatu pengorbanan. Seorang anak bersekolah bekerja giat untuk meraih cita-citanya, juga suatu pengorbanan. Seorang pegawai atau karyawan, hormat dan melaksanakan perintah atasannya adalah juga dengan suatu pengorbanan. Seorang pemimpin, bekerja dan menghormati bawahannya adalah dengan pengorbanan.

Oleh karena hidup itu harus dengan pengorbanan, maka pengorbanan seperti apa yang harus kita lakukan, agar pengorbanan itu tidak sia-sia, agar pengorbanan itu diterima oleh Alloh swt, agar pengorbanan-pengorbanan itu dapat membahagiakan kita baik di dunia maupun di akhirat. Jawabannya tentu saja seperti yang Alloh tunjukkan pada kisah agung Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Dikisahkan, ada seorang ibu, Siti Hajar namanya, bersama seorang bayi yang masih kecil harus ditinggal oleh suaminya Ibrahim, disuatu tempat, Bakkah namanya, yang tidak ada tanda-tanda kehidupan, tanpa dibekali makanan dan minuman. Kekhawatiran dan ketakutan Siti Hajar beralasan, sebabnya adalah, disamping memang dia hanya berdua dengan anaknya Ismail yang masih bayi dan di daerah tersebut merupakan daerah gersang yang tidak nyaman untuk tempat tinggal, juga kepergian Ibrahim tidak jelas sampai kapan kembalinya. Maka sewaktu Ibrahim pergi, Siti Hajar bertanya,: “Wahai Ibrahim, apakah ini perintah Alloh?” Nabi Ibrahim hanya menoleh, dan dia melanjutkan jalannya. Siti Hajar pun mengejarnya, lalu bertanya lagi,: “Wahai Ibrahim apakah ini perintah Alloh?” Nabi Ibrahim-pun hanya menoleh lalu tetap berjalan. Siti Hajar mengejarnya lagi, lalu bertanya untuk yang ketiga kalinya, “ Wahai Ibrahim, apakah ini perintah Alloh?”, Ibrahim akhirnya menganggukkan kepalanya.

Dan (Ibrahim) berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.(As Shaffat (37): 99)

Ismail, adalah anak yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh Ibrahim. Maka tentu saja, bayi Ismail adalah bayi kesayangan orang tuanya. Dalam As Shaffat (37): 100-101, Ibrahim berdo’a kepada Alloh agar di anugerahkan seorang anak.

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar”.

Sepeninggal Ibrahim, mulailah cobaan-cobaan dan kesulitan-kesulitan menghampiri Siti Hajar dan bayi kecilnya Ismail. Mulai dari terus-menerus menangisnya bayi Ismail karena air susu ibunya sudah habis, sedangkan disekitarnya sama sekali tidak ada air. Hingga Siti Hajar 7 kali berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwa naik-turun bukit yang terjal dan tandus itu. Jarak antara kedua bukit itu kurang lebih 450 meter. Singkatnya, setelah kelelahan mencari air tanpa hasil, atas izin Alloh swt, kaki bayi Ismail ketika menjejakkan kakinya ke tanah, lalu dari dalam tanah keluarlah air zam-zam hingga saat ini.

Ketika Ismail sudah agak besar (ada yg meriwayatkan 7 tahun dan ada yang meriwayatkan 13 Tahun), maka datanglah Ibrahim dari perjalanannya untuk menemui Siti Hajar dan Ismail. Pada seusia itu Ismail sudah mampu membantu ayahnya bekerja. Maka pada suatu hari, turunlah perintah Alloh swt kepada Ibrahim melalui mimpi agar ia menyembelih anaknya Ismail. Ibrahim sangat mempercayai bahwa mimpi itu benar-benar perintah Alloh SWT.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu,  insya Alloh engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Ash Shaaffaat ( 37): 102)

Tatkala keduanya telah berserah diri kepada Alloh swt, lalu Ibrahim membaringkan anaknya untuk disembelih, maka nyatalah kesabaran, kepasrahan dan ketaatan keduanya kepada Alloh swt.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (As Shoffat (37): 103 – 106).

Itulah kisah singkat, contoh dari suatu pengorbanan yang tidaksia-sia, pengorbanan yang sangat berguna bagi keduanya dan keluarganya. Pengorbanan yang Alloh cinta, Alloh suka, yang Alloh ridho kepada keduanya. Inilah pengorbanan yang dilandasi karena kepasrahan kepada Alloh, pengorbanan yang dilandasi karena ketaatan kepada Alloh.

Maka jangan sampai, pengorbanan-pengorbanan yang kita lakukan selama ini, yaitu pengorbanan yang jauh-jauh lebih ringan dari pengorbanan yang telah dicontohkan oleh keluarga Nabi Ibrahim; seperti pengorbanan untuk keluarga, pengorbanan di masyarakat, pengorbanan di tempat tugas, di tempat pekerjaan dan lain-lain, semuanya hanya menjadi pengorbanan yang sia-sia, pengorbanan yang tidak mendapat nilai apa-apa dihadapan Alloh swt.
Maka peliharalah dua hal ini, dua hal yang dapat menjadikan hidup kita tidak sia-sia, dua hal yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Dua hal itu adalah sholat dan berkurban:


Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakan sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus” (Al Kautsar (108): 1-3).