Senin, 30 November 2015

Hidup Harus Berguna



Kita semua sudah mengetahui, bahwa Alloh swt telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia adalah suatu produk kecerdasan yang luar biasa dari Alloh swt.
Apakah ada kamera yang pernah dibuat oleh manusia yang dapat bekerja sehebat mata manusia?. Apakah ada komputer yang pernah dibuat oleh manusia di dunia ini yang dapat bekerja secanggih otak manusia?. Apakah ada robot yang pernah dibuat oleh manusia yang punya kemampuan yang sama dengan kemampuan manusia?
Tapi kesempurnaan itu tidak menjadi jaminan kemuliaan manusia dari makhluk ciptaan Alloh swt lainnya, karena boleh jadi, manusia akan berada pada derajat yang paling rendah diantara makhluk lainnya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. (At Tiin (95): 5)

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar manusia menjadi mulia dan tidak menjadi manusia yang rendah dan hina di hadapan Alloh swt?
Dimana letaknya kemuliaan manusia…..?. Apakah kemuliaan manusia ada karena pangkat dan jabatannya?. Apakah kemuliaan manusia ada karena harta kekayaannya?. Apakah kemuliaan manusia ada karena keturunannya?. Apakah kemuliaan manusia ada karena kepopulerannya?
Jawabannya adalah: apakah Firaun yang seorang raja, lebih mulia dari Musa, apakah Abu Jahal yang kaya raya lebih mulia dari Bilal yang seorang budak, dan banyak contoh-contoh lainnya.
Karena memang, kemuliaan manusia itu ada karena takwanya kepada Alloh swt.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (Al Hujurot (49): 13)

Adapun tanda-tanda manusia yang takwa banyak dijelaskan dalam beberapa ayat Al Qur’an, yang intinya ada dua syarat yaitu manusia yang beriman kepada Alloh swt dan manusia yang beramal soleh.
Iman kepada Alloh berarti percaya kepada Alloh swt dengan segala ketaatannya. Sedangkan amal soleh adalah pembuktian keimanan dan ketaatan kepada Alloh swt dalam kehidupan sehari-hari. Apakah benar keiman kepada Alloh swt dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari ketika berinteraksi dengan sesama manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Mungkin kita termasuk orang-orang yang bohong, tidak sempurna iman dan takwanya kepada Alloh, jika dalam kehidupan nyata, perilaku kita tidak mencerminkan orang-orang yang beriman dan taat kepada Alloh swt.  Amal soleh bisa juga dijelaskan sebagai, seberapa besar hidup kita saat ini, dapat memberikan manfaat kepada manusia dan makhluk lainnya. Bermanfaat saat di lingkungan pekerjaan. Bermanfaat untuk keluarga dan kaum kerabat. Bermanfaat untuk tetangga dan lingkungannya.
Maka beruntunglah, orang-orang yang sudah beriman kepada Alloh, lalu ia mampu beramal soleh, mampu memberikan manfaat untuk orang lain. Tidak mau berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain.

Karena, hanya ada satu permintaan manusia yang sudah meninggalkan dunia ini, hanya satu permintaan dan tidak lebih, jika ia bisa dikembalikan ke dunia ini walaupun sesaat…untuk apa? Apakah agar ia dapat menemui istrinya yang cantik jelita?. Apakah agar ia dapat mengambil hartanya atau dapat menduduki lagi jabatannya? Ternyata bukan itu, satu permintaan itu adalah, agar ia dapat beramal sholeh.

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal sholeh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah alasan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”. (Al Mu’minun (23): 99 – 100)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar