Sabtu, 21 April 2012

Hubungan Antara Penurun Kolesterol Gol. Statin & Risiko Diabetes



Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat (FDA) akan mewajibkan produsen obat penurun kolesterol golongan statin untuk menyatakan di kemasan adanya efek samping peningkatan risiko diabetes.

Keputusan tersebut diambil setelah banyaknya laporan dari pasien yang mengonsumsi statin mengalami kenaikan gula darah. "FDA juga mengetahui adanya studi yang menunjukkan statin terkait dengan peningkatan risiko diabetes melitus," demikian pernyataan FDA yang dikeluarkan Selasa (28/2).

Beberapa obat penurun kolesterol golongan statin diantaranya adalah Lipitor, Pravachol, Crestor, Zocor, dan beberapa obat generik lainnya.

"Kami ingin agar petugas kesehatan dan pasien mendapatkan informasi yang lengkap mengenai risiko statin. Namun pasien juga harus diyakinkan bahwa obat ini bermanfaat untuk menurunkan kolesterol," kata Mary Parks, direktur FDA divisi metabolisme dan endokrinologi.

Perusahaan farmasi sendiri mengatakan bahwa penggunaan statin yang dikombinasikan dengan pola makan yang baik dan olahraga akan efektif untuk menurunkan kolesterol.

Revisi lain yang akan dilakukan dalam kemasan obat statin adalah dihapuskannya anjuran bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan enzim liver. Menurut FDA, enzim liver bisa diukur sebelum pasien mulai mengonsumsi statin.

"Gangguan serius pada liver akibat statin sangat jarang dan sulit diprediksi," kata FDA. Meski begitu pasien harus melaporkan pada dokter jika mengalami gejala gangguan liver, seperti nyeri perut, kelelahan, berkurangnya nafsu makan, warna urin pekat, atau warna kulit menguning.

FDA juga mengatakan adanya risiko penurunan daya ingat dan kebingungan jika mengonsumsi statin, namun risiko itu bisa dihilangkan jika konsumsi statin dihentikan.

Pada kesempatan lain FDA juga mengingatkan dalam pengumuman resminya, konsumsi dosis tinggi obat kolesterol simvastatin (nama generik) dapat meningkatkan risiko kerusakan pada otot (myopathy) dan berpotensi menimbulkan gangguan pada ginjal. Peringatan ini juga sekaligus merupakan rekomendasi kepada para dokter agar lebih berhati-hati meresepkan obat kolesterol dalam dosis tinggi.
FDA mengatakan, pasien-pasien yang menggunakan dosis 80 miligram obat merek Zocor atau generik simvastatin memiliki risiko lebih tinggi ketimbang mereka yang menggunakannya dalam dosis rendah, atau memakai obat dari golongan statin lainnya.
Dosis 80 miligram sebaiknya hanya digunakan untuk para pasien yang pernah menggunakannya lebih dari satu tahun tanpa ada gejala cedera.  Untuk pasien-pasien baru, kata FDA, disarankan mengawali terapi pengobatan dengan dosis  lebih rendah. Dosis yang disetujui FDA untuk penggunaan obat ini  5 hingga 80 miligram.
Data FDA menunjukkan, lebih dari 2,1 juta pasien di Amerika Serkat diberi resep Zocor atau simvastatin pada tahun lalu. Perusahaan farmasi yang memproduksi Zocor, Merck, mengatakan, sekitar 12 persen pasien saat ini menggunakan obat ini dalam dosis tertinggi.
"Ini merupakan pengobatan yang penting bagi pasien-pasien tersebut karena mereka berisiko  tinggi mengalami sakit jantung. Pasien-pasien ini seharusnya tidak menghentikan pengobatan atas keinginannya sendiri. Mereka harus berkonsultasi dengan dokter," kata Dr Michael Rosenblatt, chief medical officer dari Merck.
Pasien-pasien yang kelebihan dosis, kata FDA, dapat mengalami cedera otot  disebut myopathy, yakni rasa sakit, lemah, dan meningkatnya enzim otot yang disebut creatine kinase. Akibat paling serius dari myopathy, yang disebut rhabdomyolysis, dapat menimbulkan cedera fatal pada ginjal. Kondisi ini memang jarang terjadi, dan hanya memengaruhi sekitar 5 dari setiap 100.000 pasien yang menggunakan Zocor selama satu tahun.
"Obat jenis statin lainnya, seperti Lipitor (atorvastatin) dan Crestor (rosuvastatin), mampu menurunkan kolesterol dengan risiko cedera otot yang lebih rendah," kata Dr Gregg C Fonarow, profesor kardiologi pada University of California di Los Angeles. 
Ia menambahkan, "Pasien-pasien harus mempertimbangkan lagi dan mengambil kesempatan untuk mendiskusikannya dengan dokter.  Tanyalah kepada dokter jenis terapi statin yang mana  yang paling tepat dalam meningkatkan kualitas kesehatan.
(Sumber: kompas.com)

1 komentar:

  1. AdAkah hubungan antara mengkonsumsi simvastatin dwngan tekanan darah rendah?

    BalasHapus