Kamis, 27 Januari 2011

Berapa Kadar Trigliserida Anda, Normal atau Tinggi?

Bagaimana membaca dan memahami hasil laboratorium mengenai kadar trigliserida dalam darah kita?. Apakah rendah, normal atau sangat tinggi?

Acuan kadar trigliserida yang menjadi rujukan kita adalah sebagai berikut: normal: kurang dari 150 mg/dl, batas tinggi: antara 150 sampai 199 mg/dl, tinggi: antara 200 sampai 499 mg/dl dan sangat tinggi: lebih dari 500 mg/dl. Maka ketika berbicara tentang kadar trigliserida yang sangat tinggi, yang dipahami umumnya adalah tentang kadar trigliserida darah yang lebih dari 500 mg/dl. Padahal sebenarnya, ketika kadar trigliserida sudah lebih dari 150 mg/dl, kondisi demikian harus sudah diwaspadai secara serius, karena dalam batas tersebut sudah awal dari resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan kadar trigliserida dalam darah sangat tinggi yaitu diabetes yang tidak terkontrol baik, hipotiroid dan penyakit ginjal. Pilihan gaya hidup tertentu juga dapat menyebabkan tingkat trigliserida darah tinggi, seperti makan makanan dengan kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan, banyak minum alkohol, merokok dan penggunaan obat-obat tertentu (beta-blockers, diuretik, estrogen, tamoxifen dan steroid).

Trigliserida merupakan sejenis lipid/lemak yang yang ada dalam darah. Trigliserida dalam tubuh sebagian besar (+95%) berasal dari eksternal (makanan) dan sisanya dari internal yang dihasilkan oleh hati. Berbeda dengan kolesterol (dalam tubuh digunakan untuk membangun sel dan hormone tertentu), trigliserida digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Asupan kalori dari makanan menjadi faktor yang harus diperhatikan agar kadar trigliserida dalam darah tetap normal. Pengukuran kadar trigliserida yang akurat yaitu dilakukan setelah berpuasa selama 9 – 12 jam.

Cara terbaik untuk menurunkan trigliserida adalah:

1. Menurunkan berat badan

2. Mengurangi asupan kalori dari makanan, sehingga kalori yang masuk sesuai dengan kebutuhan tubuh.

3. Kurangi makanan yang manis dan halus, seperti gula, sirup dan makanan olahan yang berasal dari tepung putih.

4. Diet asupan tinggi kolesterol (tidak lebih dari 300 mg/hari atau kurang dari 200 mg jika memiliki penyakit jantung), terutama yang berasal dari daging, kuning telur dan produk susu.

5. Pilih makanan yang mengandung lemak sehat (lemak tak jenuh), seperti yang ditemukan dalam zaitun, kacang tanah dan minyak canola.

6. Hindari makanan yang tinggi lemak trans-nya, seperti makanan yang digoreng, cookies, kerupuk dan makanan ringan.

7. Jangan merokok dan minum alkohol.

8. Makan makanan tinggi serat, seperti gandum, oatmeal dan buah-buahan.

9. Latihan teratur dengan aktifitas fisik minimal 30 menit/hari.

Pengobatan untuk Menurunkan Kadar Trigliserida

Jika perubahan gaya hidup sehat tidak cukup untuk mengendalikan trigliserid yang tinggi, dokter dapat merekomendasikan obat yang dapat membantu menurunkan trigliserid terutama dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL kolesterol) terlebih dahulu sebelum menangani trigliseridanya. Obat untuk mengobati kolesterol tinggi meliputi:

  • Niasin/nicotinic acid
  • Golongan Fibrate (fenofibrate, gemfibrozil)
  • Golongan Statin (simvastatin, lovastatin, pravastatin, dll.)
  • Suplemen yang mengandung Omega 3

Rabu, 26 Januari 2011

Jerawat dan Penanganannya

Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. Kemungkinan penyebab timbulnya jerawat adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah pada saat menstruasi, kehamilan, pemakaian pil Keluarga Berencana (KB) dan keadaan stress.

Penyebab Timbulnya Jerawat

1. Produksi Minyak Berlebihan

Jerawat tidak melulu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormone dan adanya kelebihan kelenjar minyak di kulit disertai bakteri di dalamnya.

2. Sel-Sel Kulit Mati

Umumnya jerawat dsebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen. Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati. Campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih. Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti pada punggung, dada dan lengan atas.

3. Bakteri

Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut p.acne, yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jerawat batu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.

Tipe-Tipe Jerawat

  • Komedo

Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.

  • Jerawat Biasa

Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembab, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.

  • Jerawat Batu (Cystic acne)

Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:

  1. Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
  2. Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal
  3. Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit

Cara Mengatasi Jerawat

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang biasa menyerang wajah. Menangani jerawat tidak boleh sembarangan. Secara umum, prinsip perawatan kulit wajah sebagai berikut.

  • Kulit wajah harus selalu bersih saat istirahat di rumah.
  • Hindari pemakaian kosmetika rias saat tidur.
  • Kebutuhan pembersih bagi kulit kering berbeda dengan kulit berminyak atau kulit normal, demikian juga sebaliknya.
  • Membersihkan wajah pada sore hari berbeda dengan pada pagi hari.

Cara Alami Mengatasi Jerawat

  1. Ambil 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dan jemur.
  2. Lumatkan daun pepaya tersebut dan diberi air kemudian diperas untuk diambil sarinya.
  3. Oleskan sari daun pepaya tersebut pada jerawat.

Perawatan untuk Mengatasi Jerawat

  1. Cucilah lobak secukupnya, kemudian parutlah lobak tersebut dan ambil airnya.
  2. Tambahkan cuka apel sedikit dan campur hingga rata.
  3. Oleskan pada jerawat, diamkan hingga mengering.
  4. Setelah kering, bersihkan dengan air.
  5. Lakukan secara rutin hingga jerawat teratasi.

Minggu, 16 Januari 2011

Keamanan Obat Pada Kehamilan






Menurut United States Food and Administration (FDA)- Badan POM nya Amerika, kategori keamanan obat berdasarkan resiko terhadap sistem reproduksi, kemungkinan timbulnya efek samping dan perbandingan besarnya faktor resiko dengan manfaat yang diperoleh, dibagi dalam 5 jenis, yaitu:
1. Kategori A: Studi kontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester selanjutnya), dan sangat rendah kemungkinannya untuk membahayakan janin.
Contoh: ascorbic acid, colecalciferol, doxylamin, folic acid, levothyroxine sodium, nystatin vaginal, potassium chloride, pyridoxine, riboflavin, zinc asetat.
2. Kategori B: Studi pada system reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).
Contoh: acarbose, acyclovir, amiloride, amoxicillin, ampicillin, azithromycine, bisacodyl, buspirone, caffeine, cefaclor, cefadroxil, cefepime, cefixime, cefotaxime, ceftriaxone, cetirizine, clavulanic acid, clindamycine, clopidogrel, clotrimazole, cyproheptadine, dexchlorpheniramine oral, dicloxaciline, dobutamin, erythromycin, famotidin, fondaparinux sodium, fosfomycin, glibenclamide + metformin oral, glucagon, ibuprofen oral, insulin, kaolin, ketamine, lansoprazole, lincomycin, loratadine, meropenem, metformin, methyldopa, metronidazole, mupirocin, pantoprazole, paracetamol oral, ranitidine, sucralfat, terbutalin, tetracycline topical, tranexamic acid, ursodeoxycholic acid, vancomycin oral. 
3. Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.
Contoh: acetazolamide, albendazole, albumin, allopurinol, aminophylin, amitriptyline, aspirin, astemizol, atropine, bacitracin, beclometasone, betacaroten, bupivacaine, calcitriol, calcium lactate, chloramphenicol, ciprofloxacin, clidinium bromide, clobetasol topical, clonidine, cotrimoxazole, codein + paracetamol, desoximetasone topical, dextromethorphan, digoxin, donepezil, dopamine, enalapril, ephedrine, fluconazole, fluocinonide topical, gabapentin, gemfibrozil, gentamycin (parenteral D), griseofulvin, guaifenesin, haloperidol, heparin, hydrocortisone, INH, isosorbid dinitrate, ketoconazole, lactulosa, levofloxacine, miconazole, nalidixic acid, nicotine oral, nimodipine, nystatin (vaginal A), ofloxacin, omeprazole, perphenazine, prazosin, prednisolone, promethazine, pseudoephedrine, pyrantel, pyrazinamide, rifampicin, risperidone, salbutamol, scopolamine, simethicon, spiramycin, spironolactone, streptokinase, sulfacetamide opth & topical, theophyline, thiopental sodium, timolol, tramadol, triamcinolone, trifluoperazine, trihexyphenidil.
4. Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
Contoh: alprazolam, amikacin, amiodarone, atenolol, bleomycin, carbamazepine, chlordiazepoxide, cisplatin, clonazepam, cyclosphosphamide, diazepam, kanamycin, minocycline,phenytoin, povidon iodine topical, propylthiouracil, streptomycin inj, tamoxifen, tetracycline oral dan ophthalmic, valproic acid. 
5. Kategori X : Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.
Contoh: alkohol (jika jumlahnya banyak & waktu penggunaan lama), amlodipin + atorvastatin, atorvastatin, caffeine + ergotamine, na cerivastatin, chenodeoxycholic, clomifene, coumarin, danazol, desogestrel + ethinyl estradiol, dihydroergotamine, ergometrine, estradiol, (+ norethisterone), fluorouracil, flurazepam, misoprostol, oxytocin, simvastatin, warfarin.

Sabtu, 15 Januari 2011

Domperidone: Obat Antiemetika (Antimuntah)



Nama Dagang: DOM (Lapi), Dombaz (Zenith Pharma), Domedon (Tempo Scan Pacific), Domet (Hexpharm), Dometa (Ikapharmindo), Dominal (Actavis), Galflux (Guardian), Gerdilium (Otto), Monell (Novell Pharma), Motilium (Janssen-Cilag), Novotil (Sandoz), Regit (Landson), Tilidon (Interbat), Vesperum (Ifars), Vomecho, Vomerin (Soho), Vometa (Dexa Medica), Vomidone (Pharos), Vomistop (Gracia Pharmindo), Vomitas (Kalbe Farma), Vosedon (Sanbe), Yaridon (yarindo).

Formulasi: Tablet Salut Selaput, Tablet Fast Disintegrating & Sirup (Suspensi)
Tiap 100 ml suspensi mengandung:
Domperidone 1 mg/ml
Gliserin 20 ml
Metilselulosa 50 ml
Paraben 0.1%
Aquadest ad 100 ml

Farmakologi: Domperidone (5-chloro-1-(1-[3-(2-oxo-2,3-dihydro-1H-benzo[d]imidazol-1-yl)propyl]piperidin-4-yl)-1H-benzo[d]imidazol-2(3H)-one) merupakan antagonis dopamine derivate benzimidazol yang mempunyai potensi sebagai antiemetika karena adanya kombinasi efek perifer (sebagai gastrokinetik) dan antagonis reseptor dopamine pada chemoreceptor trigger zone yang terletak di luar sawar darah otak.

Farmakodinamik: Domperidone memperlama kontraksi antro-duodenal, mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan tekanan springter esophagus bagian bawah. Domperidone tidak memberikan efek pada sekresi lambung.

Kontraindikasi: Pada pasien yang mengalami peningkatan motilitas lambung, domperidone dapat menyebabkan pendarahan, perforasi atau obstruksi mekanik serta pasien dengan tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.

Selasa, 11 Januari 2011

Hubungan antara Ikan Goreng dan Stroke

Orang bilang, kalau mau makan yang nikmat makanlah ketika lapar, apapun yang ada di depan kita semuanya menggoda selera, apalagi ada ikan goreng, sambal dan lalapnya, sayur asam dan tempe goreng kering, hmmm.

Tapi tunggu dulu, para peneliti dari Emory University (Atlanta, Georgia), University of Alabama (Birmingham, Alabama), dan Boston University (Boston) telah menemukan fakta bahwa banyak makan ikan goreng dapat menyebabkan terjadinya stroke. Study yang di pimpin oleh Dr Fadilah Nahab ini dilakukan di Negara bagian AS yaitu Carolina, Arkansas, dan Lousiana, di mana di tiga negara bagian itu, warganya rutin mengkonsumsi ikan goreng. Berdasarkan pengamatan, 32 persen penduduk di wilayah tersebut mengonsumsi ikan goreng dua kali sepekan atau lebih.

Peneliti menemukan adanya fakta terjadinya peningkatan stroke akibat kebiasaan warga yang mengonsumsi ikan goring tersebut. Menurut Dr. Fadilah Nahab, direktur program stroke di Emory University Hospital, pengolahan ikan dengan cara menggoreng akan membuat ikan kehilangan manfaatnya dalam pencegahan stroke karena ikan akan kehilangan asam lemak omega-3 yang merupakan golongan lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh akibat proses penggorengan.

Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang memasok nutrisi ke otak terhambat. Kondisi itu membuat sel saraf yang membutuhkan oksigen mati. Selain itu, semua faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi, juga dapat memicu terjadinya serangan stroke. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan memiliki "efek positif bagi agregasi trombosit, tekanan darah, profil lipid, fungsi endotel, dan risiko stroke iskemi. Hilangnya kandungan asam lemak omega-3 akibat penggorengan terutama terjadi pada ikan laut seperti salmon, sementara untuk jenis ikan lainnya, penurunan kandungan omega-3 tidak terlalu signifikan.