Selasa, 11 Januari 2011

Hubungan antara Ikan Goreng dan Stroke

Orang bilang, kalau mau makan yang nikmat makanlah ketika lapar, apapun yang ada di depan kita semuanya menggoda selera, apalagi ada ikan goreng, sambal dan lalapnya, sayur asam dan tempe goreng kering, hmmm.

Tapi tunggu dulu, para peneliti dari Emory University (Atlanta, Georgia), University of Alabama (Birmingham, Alabama), dan Boston University (Boston) telah menemukan fakta bahwa banyak makan ikan goreng dapat menyebabkan terjadinya stroke. Study yang di pimpin oleh Dr Fadilah Nahab ini dilakukan di Negara bagian AS yaitu Carolina, Arkansas, dan Lousiana, di mana di tiga negara bagian itu, warganya rutin mengkonsumsi ikan goreng. Berdasarkan pengamatan, 32 persen penduduk di wilayah tersebut mengonsumsi ikan goreng dua kali sepekan atau lebih.

Peneliti menemukan adanya fakta terjadinya peningkatan stroke akibat kebiasaan warga yang mengonsumsi ikan goring tersebut. Menurut Dr. Fadilah Nahab, direktur program stroke di Emory University Hospital, pengolahan ikan dengan cara menggoreng akan membuat ikan kehilangan manfaatnya dalam pencegahan stroke karena ikan akan kehilangan asam lemak omega-3 yang merupakan golongan lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh akibat proses penggorengan.

Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang memasok nutrisi ke otak terhambat. Kondisi itu membuat sel saraf yang membutuhkan oksigen mati. Selain itu, semua faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi, juga dapat memicu terjadinya serangan stroke. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan memiliki "efek positif bagi agregasi trombosit, tekanan darah, profil lipid, fungsi endotel, dan risiko stroke iskemi. Hilangnya kandungan asam lemak omega-3 akibat penggorengan terutama terjadi pada ikan laut seperti salmon, sementara untuk jenis ikan lainnya, penurunan kandungan omega-3 tidak terlalu signifikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar