Minggu, 20 Mei 2018

Autophagy dan Banyak Manfaat Kesehatan Lainnya dari Berpuasa


Ditulis Oleh: Arda Kartiwan, Apt.
(Dari berbagai sumber)

Sudah banyak diketahui, bahwa berpuasa memiliki banyak manfaat kesehatan. Dari berbagai temuan dan penelitian oleh para ahli, diantara manfaat kesehatan dari berpuasa yaitu: dapat membantu mencegah penyakit jantung, mempercepat kehilangan lemak (lipolisis) dan memperlambat penuaan dini. Hal ini disebabkan, pada saat tubuh berpuasa terjadi mekanisme-mekanisme fisiologi dalam tubuh manusia yaitu:

1.Berkurangnya inflamasi, suatu respon fisiologis tubuh terhadap adanya gangguan dari luar tubuh.
2.Berkurangnya stres oksidatif, yaitu keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya
3.Meningkatan jumlah dan kualitas mitokondria, suatu organel yang bekerja dalam proses:
a.Respirasi sel, yaitu suatu proses perombakan molekul organik kompleks yang kaya akan energi potensial menjadi produk limbah yang berenergi lebih rendah
b.Metabolisme asam lemak, yaitu  proses internal untuk menghancurkan asam lemak menjadi komponen-komponen yang dapat digunakan, diantaranya untuk membangun protein baru serta untuk menyimpan energi.
c.Biosintesis pirimidina, yang digunakan untuk produksi DNA dan RNA
d.Homeostasis/kesetimbangan kalsium, suatu proses penarikan kalsium dari makanan
e.Transduksi sinyal sel, yaitu suatu proses dimana informasi yang dibawa oleh sebuah molekul sinyal yang terdapat di luar sel dapat menyebabkan perubahan di dalam sel tersebut
f. Penghasil energi
4.  Meningkatkan Autophagy

  
  Autophagy adalah sebuah kemampuan sel makhluk hidup untuk secara alami, teratur, serta destruktif, mendegradasi komponen rusak atau disfungsi dari dirinya sendiri.
Nama autophagy sendiri dipopulerkan pertama kali oleh peneliti biokimia asal Belgia, Christian de Duve pada tahun 1963. Penggunaan nama tersebut berkaitan dengan temuan di tahun 1960-an, bahwa ternyata sebuah sel dapat menghancurkan komponennya sendiri dengan jalan menutup membrannya, membentuk semacam gelembung karung (disebut sebagai autophagosome), yang lalu dipindahkan ke kompartemen daur ulang (bernama lysosome/lisosom), untuk selanjutnya terdegradasi atau dihancurkan. Pada tahun 1974, Christian de Duve akhirnya menerima Penghargaan Nobel untuk kategori pengobatan, atas penemuannya mengenai lisosom. Sejak tahun 1990-an, Prof. Yoshinori Ohsumi (pemenang Nobel Bidang Fisiologi & Kedokteran tahun 2016) berhasil menghadirkan paradigma baru mengenai autophagy, bagaimana sebuah sel mampu untuk mendaur ulang komponen-komponennya. Penemuannya membuka jalur baru untuk memahami proses penting autophagy pada berbagai proses fisik. Satu contoh sederhana saja yang biasa ditemui sehari-hari, proses autophagy dapat menyediakan energi serta proses daur ulang komponen sel, yang mana hal tersebut merupakan respon penting dari sel pada saat menghadapi kelaparan atau tipe stress yang lain. Selain itu, autophagy dapat mencegah masuknya bakteri maupun virus pada saat terjadi infeksi. Autophagy juga berkontribusi pada proses perkembangan embrio serta pembelahan sel. Sel juga menggunakan autophagy untuk mengeliminasi kerusakan protein dan organ-organ sel, sebuah mekanisme kontrol untuk menahan resiko-resiko negatif masalah penuaan. Gangguan proses autophagy, seperti mutasi pada gen pengontrol misalnya, sudah terbukti menjadi penyebab banyak penyakit modern. Parkinson, diabetes tipe 2, dan beberapa penyakit lain yang muncul di masa tua, terbukti terkait dengan gangguan proses autophagy. Mutasi gen autophagy juga menjadi penyebab sakit genetik. Gangguan terhadap mekanisme autophagy juga terkait dengan penyakit kanker. Nah, inilah yang saat ini menjadi fokus banyak ilmuwan, mencari solusi atasi kanker terkait hubugannya dengan mekanisme autophagy. Mereka sedang berusaha meracik obat yang tepat, untuk dapat mengobati kanker, dan penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan autophagy.
5. Proses pembersihan diri sel
6. Kadar insulin dalam tubuh rendah
Fungsi insulin adalah untuk meningkatkan penyimpanan energi dan pertumbuhan organisme. Ketika insulin meningkat, sebagian untuk menyimpan lemak dan sebagiannya untuk mengikat glukosa darah. Dan sebaliknya, saat kadar insulin rendah terjadi pembakaran lemak (lipolisis)

Berapa Lama Waktu Puasa yang Dapat Memberikan Manfaat Optimal?
Ted Naiman, M.D., dalam tulisannya yang berjudul “Progressive alterations in lipid and glucose metabolism during short-term fasting in young adult men” menyimpulkan bahwa lama waktu puasa yang efektif untuk penurunan terbaik kadar insulin tubuh (40 pmol/L) serta terjadinya lipolisis terbaik yaitu antara 18 – 24 jam. Sedangkan durasi puasa yang sangat umum dan juga tetap efektif yaitu sekitar 16 jam.


Jumat, 18 Mei 2018

Puasa Ramadhan, Takwa dan Manusia Unggul

Kalau puasa Ramadhan tujuannya hanya untuk menahan lapar & haus saja, maka pasti banyak orang yang tidak akan sanggup berpuasa, atau kalau ikut puasapun, nilai puasanya tidak maksimal. Sholat tarawih/qiyamullail jadi malas, membaca Al Qur'an juga malas dan mengerjakan ibadah-ibadah lain juga ikut malas.

Tapi kalau niat berpuasa tujuannya agar menjadi orang yang bertakwa kepada Alloh sesuai perintah puasa pada Surat Al Baqarah (2): 183, maka insya Alloh dalam melaksanakan puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lain di dalamnya akan semangat mengerjakannya.

Apa itu takwa? Sebegitu pentingkah takwa bagi manusia sampai Nabi-Nabi pun diperintahkan juga agar bertakwa kepada Alloh SWT.
Di dalam Al Qur'an ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang makna takwa serta ciri-ciri orang yg bertakwa. Dari itu semua minimal terdapat 3 ciri manusia takwa:

1. Total Keimanannya kepada Alloh dan semua yang terkait dengan-Nya: (malaikat-malaikat, kitab-kitab yang diturunkan, para Nabi & Rasul, perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, takdir-takdir-Nya dan sebagainya).
2. Semua yang dimiliki (harta, jabatan, ilmu, popularitas, jiwa dan raga) semuanya bernilai akhirat. Berguna bagi Islam dan bermanfaat bagi manusia, alam dan makhluk lainnya.
3. Hatinya lapang (lapang dada). Hatinya jauh dari kata benci kepada orang lain, bisa menahan amarah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, mudah memberi maaf kepada orang lain, selalu bersyukur atas apa saja yang diterima dan bersabar jika ditimpa musibah atau cobaan.

Bagaimana cara menggapai sifat takwa tersebut:
1. Dirikan sholat dan terus perbaiki sholat-sholat kita supaya bisa tepat waktu & khusyu. Sholat fardhu harus berjamaah (pria) dan yang sunah dirikan minimal 12 rakaat per hari. Lalu senantiasa menghidupkan malam untuk beribadah ( sholat tahajud & dzikir kepada Alloh). Dan di waktu sahr (kira-kira 20 menit sebelum Subuh) banyak-banyak memohon ampunan (istighfar) kepada Alloh SWT.
2. Perbaiki dan perbanyak amal-amal saleh. Niatkan setiap hari di awal waktu, agar semua aktivitas yang akan dijalankan pada hari itu semuanya bernilai pahala. Jika akan mencari rizki, niatkan bahwa rizki yang akan kita cari itu rizki yang halal sumbernya, lalu halal cara mendapatkannya dan berkah menggunakannya.
3. Interaksi dengan Al Qur'an
Al Qur'an itu kurikulum hidup, petunjuk hidup, tempat kita dibimbing dalam perjalanan kehidupan ini. Interaksi dengan Al Qur'an bisa berupa: membaca, memahami, menghafal & mengamalkan isi Al Qur'an. Dan kalau ingin mencontoh praktek isi Al Qur'an dalam kehidupan nyata, maka tauladani kehidupan Nabi Muhammad Saw (alhadist). Sedangkan orang-orang yang mengerti isi kandungan Al Qur'an saat ini adalah para ulama, para mubaligh/ah, maka ikuti taklim-taklimnya.

Dan Ramadhan menjadi waktu  terbaik untuk mewujudkan segala amalan-amalan takwa tersebut. Ramadhan mengingatkan kepada kita untuk menghadirkan Alloh dalam semua aktifitas kita, di semua waktu kehidupan kita. Di siang-siangnya, di malam-malamnya, saat di masjid, saat di rumah, saat di kantor, saat luang maupun saat sibuknya. Di Ramadhan Alloh telah mengingatkan, bahwa saat  malampun jangan pernah kau lupa dengan Alloh, banyak berkah Alloh di malam-malam itu, diingatkan Alloh saat kita qiyamullail, saat  sahur, saat tadarus dan lain-lain. Sedangkan kebaikan-kebaikananya saat Ramadhan dilipatgandakan pahalanya serta dosa-dosa diampuni. Ya dosa-dosa yang banyak membebani hati dan menghalangi hati untuk menerima segala kebaikan dan petunjuk Alloh. Sehingga dengan terhapusnya dosa-dosa itu, hati kita menjadi lapang (qolbun salim) sehingga akan mudah masuknya kebaikan dan hidayah Alloh SWT.
Maka jika kita bisa bener-benar memaksimalkan amalan-amalan di Ramadhan, manusia akan bisa meraih sifat-sifat ketakwaan.
Takwa adalah kemuliaan manusia di hadapan Alloh SWT. Kalau manusia sudah mulia dihadapan Alloh, maka tidak perlu lagi menginginkan sanjungan kemuliaan dari manusia.
Dan jangan lupa, bahwa sifat-sifat ketakwaan itu sesungguhnya kebutuhan, keinginan dan harapan manusia, agar bisa menjalani kehidupan ini dengan sukses dan akhirnya bahagia. Sifat takwa itu modal segalanya untuk sukses dalam hidup, di kantor, di rumah, saat berbisnis, saat bertetangga, bersekolah, berteman dan lain-lain. Sifat apa yang diinginkan oleh orang tua terhadap anak-anaknya?, tentu anak-anak yang soleh/solehah, patuh & hormat pada orang tua, yang rajin. Nah itu semua sifat orang-orang takwa. Sifat apa yang diinginkan oleh seorang atasan terhadap bawahannya, pasti ingin yang jujur, loyal, gesit. Nah itu semua sifat orang-orang takwa. Begitu juga ayah/ibu yang baik, pedagang yang jujur, pemimpin yang adil pasti karena dia punya sifat-sifat takwa.
Jadi takwa itu kebutuhan manusia untuk sukses dalam hidup (dunia & akhirat). Takwa itu sifat terunggul manusia dibandingkan dengan yang lain. Jadi kalau orientasi puasa Ramadhan kita agar kita bisa menjadi manusia-manusia yang unggul, punya sifat-sifat terbaik, terpuji sehingga mudah meraih kesuksesan baik d dunia dan akhirat, maka dalam berpuasa kita benar-benar akan dijalankan dengan sungguh-sungguh serta dengan senang hati mengerjakan semua amalan-amalan yang akan mengantarkannya menjadi manusia unggul (takwa).

Kamis, 19 April 2018

ASAL KAU RIDHO, AKU RELA MENEMUI ORANG YANG MEMUSUHIKU

Oleh: Arda Kartiwan, Apt.


Pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian (akhir Mei – awal Juni 619 M), Rasululloh pergi dari Mekah ke Tha’if yang berjarak sekitar 96,5 KM bersama mantan budaknya Zaid ibn Haritsah untuk mengajak penduduk Tha’if memeluk Islam. Namun selama 10 hari berdakwah di sana, tidak ada satu orangpun yang menyambut seruannya -memeluk Islam. Bahkan saat hendak keluar dari Tha’if, Beliau dibuntuti oleh orang-orang jahat dan budak-budak suruhan mereka dengan berteriak-teriak mencaci-maki Beliau. Tidak hanya itu, Beliau pun sampai dilempari batu oleh mereka hingga tumit Beliau terluka dan berdarah. Sementara Zaid yang berusaha membentengi Beliau, terluka kepalanya hingga berdarah-darah akibat terkena lemparan batu-batu.

Beliau bersama Zaid terus berlari menjauhi kejaran orang-orang Tha’if sejauh kurang lebih 5 KM hingga berhasil masuk ke sebuah kebun kurma milik Uthbah dan Syaibah, bersembunyi di sana sampai situasi benar-benar aman.

Beliau dan Zaid lalu berteduh di bawah serumpun anggur sambil bersandar ke sebuah dinding. Setelah tenang, Beliau memanjatkan do’a kepada Alloh; menumpahkan segala duka lara yang baru saja dialami akibat tak seorangpun yang mau menyambut seruannya dan juga akibat siksaan-siksaan yang dilakukan oleh orang-orang Tha’if. 


“Ya Alloh, hanya kepada-Mu ku adukan kelemahanku, ketidakberdayaanku dan kehinaanku dimata manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih diantara para pengasih, Engkau adalah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah akan Kau serahkan diriku? Kepada orang-orang asing yang bermuka masam kepadaku ataukah kepada musuh yang akan menguasai urusanku? Aku tidak peduli asalkan Engkau tidak murka kepadaku, sebab amat luas afiat-Mu bagiku. Aku berlindung dengan cahaya Dzat-Mu yang menyinari kegelapan dan memperbaiki urusan dunia dan akhirat dari amarah yang akan Kau turunkan atau murka yang akan Kau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku sampai Engkau ridho. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas perkenan-Mu”. 


Engkau benar-benar tauladan terbaik bagi manusia wahai Rasululloh. Telah engkau tunaikan perintah Rabb-mu dengan sebaik-baiknya untuk berdakwah kepada mereka. Tetapi mereka mengingkarimu, mencaci-maki dirimu dan melukai fisik dan hatimu, tetapi engkau tetap berdo’a kepada-Nya: 


“Kepada siapakah akan Kau serahkan diriku? Kepada orang-orang asing yang bermuka masam kepadaku ataukah kepada musuh yang akan menguasai urusanku? Aku tidak peduli asalkan Engkau tidak murka kepadaku”.


Ya, mardhatillah atau RIDHO ALLOH adalah puncak dari cita-cita tertinggi seorang muslim dalam hidupnya. Jika sudah menjalankan segala ketaatan, baik itu perintah-perintah-Nya maupun larangan-larangan-Nya, maka tidak akan peduli apapun halangan, rintangan dan cacian yang akan menghadang, yang paling penting adalah Alloh ridho terhadap apapun yang kita lakukan. karena kalau Alloh sudah ridho, hidup pasti berkah, sukses dan sempurna.

 “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya”. (Al Baqarah (2): 207)

KEAJAIBAN SYUKUR: Nilai & Kepuasan, tidak Diukur dari Jumlah & Harga

Di era kapitalis seperti saat ini, orang sudah jamak jika mengukur nilai sesuatu dilihat dari seberapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya. Sebuah mobil yang mahal dengan kualitas tertentu dianggap akan lebih banyak memberikan kepuasan daripada mobil yang berharga di bawahnya. Makanan dan minuman yang ada di restoran dianggap lebih enak jika dibandingkan dengan yang dijual di kaki lima. Punya lebih banyak barang dianggap lebih bangga dan puas dibandingkan tidak memilikinya atau hanya satu. Jadi kepuasan berbanding lurus dengan kuantitas dan kualitas(harga).

Jikalau benar, punya barang lebih mahal akan lebih bangga, nikmat dan puas dibandingkan dengan punya barang yang harganya murah, maka kasihan sekali orang-orang miskin yang tidak akan pernah bisa memilikinya yang berarti mereka tidak akan pernah bisa merasakan kepuasan.
Jikalau benar makanan di restoran dianggap lebih nikmat dibandingkan di kaki lima, maka kasihan sekali orang yang hanya bisa makan di kaki lima, yang berarti mereka tidak akan pernah bisa merasakan nikmatnya makanan.

Maka Alloh menurunkan satu konsep dahsyat dan adil, yaitu agar semua orang dengan keadaan dan kondisi apapun bisa menikmati suatu keadaan apapun dan pemberian apapun tanpa memperhatikan jumlah dan harga, konsep hebat itu adalah bersyukur.

Dengan bersyukur, keadaan apapun saat ini dan apapun yang dimilikinya saat ini pasti akan bisa memuaskan dirinya. Kekurangan tidak menjadi penghalang kepuasan dirinya dalam hidup. Kesederhanaan tetap mampu memberikan kebahagiaan. Kenikmatan hidup tidak lagi diukur dari seberapa mewah keadaannya, tetapi dari seberapa besar rasa syukur seseorang terhadap sesuatu. Nilai nikmat bukan dari harga karena kepuasan adanya di hati. Maka kepuasan sejati bisa didapatkan hanya jika kita mau bersyukur terhadap apapun yang telah Alloh swt berikan kepada kita semua.

Rabu, 18 April 2018

SURAT UNTUKMU


“ Nak, mungkin ibu dan ayahmu bukan orang tua yang ideal bagimu, tidak seperti kebanyakan orang lain yang serba berkecukupan dalam harta, mereka mudah sekali mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

Ibu dan ayahmu juga bukan orang tua yang sangat paham dalam beragama, sehingga dulu engkau tidak kami sekolahkan di pesantren-pesantren atau ke lembaga-lembaga pendidikan khusus Islam lainnya. Oleh karena itu dalam hal ini ibu dan ayahmu sungguh-sungguh memohon maaf kepadamu.
Tetapi walaupun kita serba kekurangan dalam harta dan ilmu, ibu dan ayahmu tetap berusaha dengan sekuat tenaga agar engkau bisa tumbuh dengan baik & sehat, bersekolah dengan lancar walau untuk itu ibu dan ayahmu harus berkeringat darah. Tak mengapa nak, karena semuanya kami lakukan dengan suka hati, dan bekerjapun selalu terasa ringan karena setelah itu kami melihat kebahagiaan-kebahagian terpancar darimu.

Tak mungkin dan tak akan pernah kami tampakkan kesusahan dan keletihan di hadapanmu, itu semua kami lakukan agar engkau tidak sedih melihat kami, agar engkau tidak merasa kasihan dan merasa bersalah di hadapan kami. Tak mengapa nak, kami selalu baik-baik saja. Kami senang engkau memohon dan meminta sesuatu. Kebahagiaan dan kesuksesanmu adalah prioritas kami berdua.

Anakku sayang, tidak ada yang ayah dan ibumu minta, saat engkau sudah punya keluarga yang sedang kau bina saat ini, kecuali ayah dan ibumu berharap, bangun keluargamu dengan baik atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Alloh swt. Sekolahkan anak-anakmu agar mereka dapat berislam lebih baik. Didik keluargamu dengan sekuat tenaga agar mereka senantiasa taat kepada Alloh swt seperti kami, seperti kamu, seperti kakek-nenek kamu, seperti buyut-buyut kamu, seperti nenek moyang-nenek moyang kamu, agar kita semua kelak dikumpulkan dalam suatu tempat yang sangat indah, di surga-Nya sebagai satu keluarga besar ”


[Ath Thuur (52): 21]:Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”.

Senin, 16 April 2018

IMAN SEBELAH KAKI

Ada dimana kualitas keislaman & keimanan kita saat ini? Apakah telah masuk dengan seluruh hati, jiwa & ragamu? Atau hanya setengah hati?. Kau hanya masuk di tepian. Yang kau masukan hanya sebagian saja anggota tubuhmu, satu kaki kau injakkan di dalam, sedangkan yang sebelahnya tetap kau simpan di luar. Engkau tidak sepenuhnya yakin dengan keislaman & keimananmu saat ini.

Saat engkau dilancarkan rizkinya, engkau merasa sangat senang & puas dalam hidup, engkau merasa Alloh sedang memuliakanmu saat itu, tetapi saat rizkimu dilambatkan atau diberikan musibah dan atau cobaan, engkau merasa muram, mengeluh dan marah kepada Alloh SWT, karena menganggap Dia tidak sayang & tidak adil kepadamu.

"Dan diantara manusia ada yang menyembah Alloh hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata". (Alhajj(22): 11)

Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan disemua aspek kehidupanmu; dalam mengatur Keluarga, saat mencari nafkah, saat bertetangga, saat bersosialisasi dengan orang lain dan sebagainya.
Jangan merasa takut jika iman & Islammu kau bawa kemanapun, kau tidak akan bahagia, tidak akan sukses, tidak akan terhormat dalam hidup. Karena kalau itu yang engkau rasakan, berarti engkau telah terperangkap dalam tipu daya kurikulum syetan - musuh yang nyata bagi manusia.

"Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji, sedangkan Alloh menjanjikan ampunan dan karunia kepadamu. Dan Alloh Maha Luas, Maha Mengetahui" (Al Baqarah (2): 268).

Jangan pernah ragu, jalankan cara-cara Islam pada seluruh aspek kehidupanmu, jalan Islam adalah jalan terbaik bagi manusia menuju kesuksesan hidup di dunia ini dan di akhirat kelak.