“ Nak, mungkin ibu dan ayahmu bukan
orang tua yang ideal bagimu, tidak seperti kebanyakan orang lain yang serba
berkecukupan dalam harta, mereka mudah sekali mendapatkan sesuatu yang mereka
inginkan.
Ibu dan ayahmu juga bukan orang tua
yang sangat paham dalam beragama, sehingga dulu engkau tidak kami sekolahkan di
pesantren-pesantren atau ke lembaga-lembaga pendidikan khusus Islam lainnya. Oleh
karena itu dalam hal ini ibu dan ayahmu sungguh-sungguh memohon maaf kepadamu.
Tetapi walaupun kita serba
kekurangan dalam harta dan ilmu, ibu dan ayahmu tetap berusaha dengan sekuat
tenaga agar engkau bisa tumbuh dengan baik & sehat, bersekolah dengan
lancar walau untuk itu ibu dan ayahmu harus berkeringat darah. Tak mengapa nak,
karena semuanya kami lakukan dengan suka hati, dan bekerjapun selalu terasa ringan
karena setelah itu kami melihat kebahagiaan-kebahagian terpancar darimu.
Tak mungkin dan tak akan pernah kami
tampakkan kesusahan dan keletihan di hadapanmu, itu semua kami lakukan agar
engkau tidak sedih melihat kami, agar engkau tidak merasa kasihan dan merasa
bersalah di hadapan kami. Tak mengapa nak, kami selalu baik-baik saja. Kami
senang engkau memohon dan meminta sesuatu. Kebahagiaan dan kesuksesanmu adalah
prioritas kami berdua.
Anakku sayang, tidak ada yang ayah
dan ibumu minta, saat engkau sudah punya keluarga yang sedang kau bina saat
ini, kecuali ayah dan ibumu berharap, bangun keluargamu dengan baik atas dasar
keimanan dan ketakwaan kepada Alloh swt. Sekolahkan anak-anakmu agar mereka dapat berislam lebih baik. Didik keluargamu dengan sekuat
tenaga agar mereka senantiasa taat kepada Alloh swt seperti kami, seperti kamu,
seperti kakek-nenek kamu, seperti buyut-buyut kamu, seperti nenek moyang-nenek
moyang kamu, agar kita semua kelak dikumpulkan dalam suatu tempat yang sangat
indah, di surga-Nya sebagai satu keluarga besar ”
[Ath Thuur (52): 21]: “Dan orang-orang
yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami
hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun
dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang
dikerjakannya”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar