Kamis, 19 April 2018

KEAJAIBAN SYUKUR: Nilai & Kepuasan, tidak Diukur dari Jumlah & Harga

Di era kapitalis seperti saat ini, orang sudah jamak jika mengukur nilai sesuatu dilihat dari seberapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya. Sebuah mobil yang mahal dengan kualitas tertentu dianggap akan lebih banyak memberikan kepuasan daripada mobil yang berharga di bawahnya. Makanan dan minuman yang ada di restoran dianggap lebih enak jika dibandingkan dengan yang dijual di kaki lima. Punya lebih banyak barang dianggap lebih bangga dan puas dibandingkan tidak memilikinya atau hanya satu. Jadi kepuasan berbanding lurus dengan kuantitas dan kualitas(harga).

Jikalau benar, punya barang lebih mahal akan lebih bangga, nikmat dan puas dibandingkan dengan punya barang yang harganya murah, maka kasihan sekali orang-orang miskin yang tidak akan pernah bisa memilikinya yang berarti mereka tidak akan pernah bisa merasakan kepuasan.
Jikalau benar makanan di restoran dianggap lebih nikmat dibandingkan di kaki lima, maka kasihan sekali orang yang hanya bisa makan di kaki lima, yang berarti mereka tidak akan pernah bisa merasakan nikmatnya makanan.

Maka Alloh menurunkan satu konsep dahsyat dan adil, yaitu agar semua orang dengan keadaan dan kondisi apapun bisa menikmati suatu keadaan apapun dan pemberian apapun tanpa memperhatikan jumlah dan harga, konsep hebat itu adalah bersyukur.

Dengan bersyukur, keadaan apapun saat ini dan apapun yang dimilikinya saat ini pasti akan bisa memuaskan dirinya. Kekurangan tidak menjadi penghalang kepuasan dirinya dalam hidup. Kesederhanaan tetap mampu memberikan kebahagiaan. Kenikmatan hidup tidak lagi diukur dari seberapa mewah keadaannya, tetapi dari seberapa besar rasa syukur seseorang terhadap sesuatu. Nilai nikmat bukan dari harga karena kepuasan adanya di hati. Maka kepuasan sejati bisa didapatkan hanya jika kita mau bersyukur terhadap apapun yang telah Alloh swt berikan kepada kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar