Kamis, 17 Januari 2013

Bersyukur untuk Menikmati Hidup



Ketika kita selalu dikejar-kejar waktu untuk dapat memenuhi segala keinginan dan kebutuhan hidup, ketika kita dituntut untuk terus dan terus untuk dapat meningkatkan kualitas dan karir dalam pekerjaan kita, ketika kita selalu disibukkan oleh kurangnya penghasilan dan kemiskinan yang selalu mendera dan ketika kita setiap hari, setiap waktu dijejali oleh penawaran-penawaran, promosi-promosi atau iklan-iklan yang terus menggoda keinginan kita untuk memilikinya, maka inilah saatnya kita bersyukur kepada Alloh swt. Karena tanpa bersyukur, mustahil kita dapat menikmati hidup kita saat ini dan tanpa bersyukur, mustahil kita dapat merasakan lezatnya hidup ini.

Pengertian syukur secara terminologi berasal dari kata bahasa Arab yang berati pujian atau ucapan/pernyataan terima kasih. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia syukur berarti rasa berterima kasih kepada Alloh swt. Jadi syukur adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala nikmat yang telah diberikan Alloh swt.

Jangan berharap, ketika kita dapat meraih sesuatu, lalu kita akan merasa puas dan bahagia. Karena ternyata, banyak orang di sekeliling kita yang tetap tidak bahagia setelah meraih hal tersebut. Malah banyak manusia masa kini maupun dalam kisah nyata manusia jaman baheula yang mendapatkan kenistaan dirinya setelah ia meraih dengan bersusah payah apa yang telah menjadi keinginannya, misalnya Fir’aun yang nista karena kekuasaan dan jabatannya dan Korun yang nista karena kekayaannya.

Ketika kita diberi promosi atau posisi jabatan yang baik oleh atasan, maka kita harus berterima kasih kepada atasan kita. Ketika kita diberi sesuatu atau hadiah yang halal dari seseorang, maka kita harus berterima kasih kepada dia.
Maka ketika kita dilimpahkan nikmat yang tiada terhingga oleh Alloh swt, semenjak terbuai dalam kandungan, dari kesempurnaan yang ada dalam tubuh kita, kesempurnaan ciptaan-Nya yang ada di dunia semuanya untuk kebaikan manusia sampai kepada jaminan surga-Nya, maka wajib hukumnya kita berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya.
Dengan bersyukur kita mendapatkan kebaikan, kepuasan batin, ketenteraman hati dan kebahagiaan hidup, maka hakikat bersyukur kepada Alloh swt adalah mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan untuk diri kita sendiri.

“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhka sesuatu) lagi Mahamulia” (QS An-Naml [27]: 40).

Ayat di atas menjelaskan: kalau kita menginginkan kebaikan diri kita, maka bersyukurlah kepada Alloh swt. Dan juga jika kita menginginkan dapat merasakan lezatnya hidup kita saat ini, maka bersyukurlah atas apa saja yang telah Alloh swt berikan kepada kita. Yakinlah bahwa apapun yang Alloh swt berikan, baik berupa apa yang kita sebut sebagai kenikmatan maupun apa yang kita sebut sebagai musibah atau bencana, itu semua diberikan kepada kita karena Alloh cinta dan sayang kepada kita dan yakinlah semua yang diberikan-Nya itu semua untuk kebaikan hidup kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Alloh swt telah menciptakan matahari yang sinarnya menerangi dan memberikan kebaikan bagi makhluknya di siang hari. Alloh swt juga menciptakan bulan yang sinarnya menerangi dan juga memberikan kebaikan kepada makhluknya di malam hari.
Diciptakannya matahari dan bulan untuk kebaikan manusia dan diciptakannya siang dan malam juga untuk kebaikan manusia.
Dari analogi matahari-bulan dan siang-malam itu, Alloh swt ingin meyakinkan kita semua, bahwa diciptakannya kekayaan-kemiskinan, kesuksesan-kegagalan, kepandaian-kebodohan, atasan-bawahan dan lain-lain itu semua untuk kebaikan kita dan semuanya harus disyukuri. Ketika kita mendapatkan rizki yang melimpah, maka kita wajib bersyukur dengan sabar dan ikhlas, dan ketika Alloh melambatkan rizki kita, kita juga harus bersyukur dengan sabar dan ikhlas. Kalau hitam dan putih merupakan warna yang disukai, maka kelebihan dan kekurangan hidup merupakan rizki yang harus kita syukuri.

“Dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” (QS. Al-Furqan (25): 62).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar