Ketika kita selalu
dikejar-kejar waktu untuk dapat memenuhi segala keinginan dan kebutuhan hidup,
ketika kita dituntut untuk terus dan terus untuk dapat meningkatkan kualitas
dan karir dalam pekerjaan kita, ketika kita selalu disibukkan oleh kurangnya
penghasilan dan kemiskinan yang selalu mendera dan ketika kita setiap hari,
setiap waktu dijejali oleh penawaran-penawaran, promosi-promosi atau
iklan-iklan yang terus menggoda keinginan kita untuk memilikinya, maka inilah
saatnya kita bersyukur kepada Alloh swt. Karena tanpa bersyukur, mustahil kita
dapat menikmati hidup kita saat ini dan tanpa bersyukur, mustahil kita dapat merasakan
lezatnya hidup ini.
Pengertian syukur
secara terminologi berasal dari kata bahasa Arab yang berati pujian atau ucapan/pernyataan
terima kasih. Sedangkan dalam kamus
besar bahasa Indonesia syukur berarti rasa berterima kasih kepada Alloh swt. Jadi
syukur adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan
atas segala nikmat yang telah diberikan Alloh swt.
Jangan berharap,
ketika kita dapat meraih sesuatu, lalu kita akan merasa puas dan bahagia.
Karena ternyata, banyak orang di sekeliling kita yang tetap tidak bahagia
setelah meraih hal tersebut. Malah banyak manusia masa kini maupun dalam kisah
nyata manusia jaman baheula yang
mendapatkan kenistaan dirinya setelah ia meraih dengan bersusah payah apa yang
telah menjadi keinginannya, misalnya Fir’aun yang nista karena kekuasaan dan jabatannya
dan Korun yang nista karena kekayaannya.
Ketika kita diberi
promosi atau posisi jabatan yang baik oleh atasan, maka kita harus berterima
kasih kepada atasan kita. Ketika kita diberi sesuatu atau hadiah yang halal
dari seseorang, maka kita harus berterima kasih kepada dia.
Maka ketika kita
dilimpahkan nikmat yang tiada terhingga oleh Alloh swt, semenjak terbuai dalam
kandungan, dari kesempurnaan yang ada dalam tubuh kita, kesempurnaan
ciptaan-Nya yang ada di dunia semuanya untuk kebaikan manusia sampai kepada
jaminan surga-Nya, maka wajib hukumnya kita berterima kasih dan bersyukur
kepada-Nya.
Dengan bersyukur
kita mendapatkan kebaikan, kepuasan batin, ketenteraman hati dan kebahagiaan
hidup, maka hakikat bersyukur kepada Alloh swt adalah mendapatkan kebaikan dan
kebahagiaan untuk diri kita sendiri.
“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia
bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak
bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhka sesuatu) lagi
Mahamulia” (QS An-Naml [27]: 40).
Ayat di atas
menjelaskan: kalau kita menginginkan kebaikan diri kita, maka bersyukurlah
kepada Alloh swt. Dan juga jika kita menginginkan dapat merasakan lezatnya
hidup kita saat ini, maka bersyukurlah atas apa saja yang telah Alloh swt
berikan kepada kita. Yakinlah bahwa apapun yang Alloh swt berikan, baik berupa
apa yang kita sebut sebagai kenikmatan maupun apa yang kita sebut sebagai musibah
atau bencana, itu semua diberikan kepada kita karena Alloh cinta dan sayang
kepada kita dan yakinlah semua yang diberikan-Nya itu semua untuk kebaikan
hidup kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Alloh swt telah menciptakan
matahari yang sinarnya menerangi dan memberikan kebaikan bagi makhluknya di
siang hari. Alloh swt juga menciptakan bulan yang sinarnya menerangi dan juga
memberikan kebaikan kepada makhluknya di malam hari.
Diciptakannya
matahari dan bulan untuk kebaikan manusia dan diciptakannya siang dan malam
juga untuk kebaikan manusia.
Dari analogi
matahari-bulan dan siang-malam itu, Alloh swt ingin meyakinkan kita semua, bahwa
diciptakannya kekayaan-kemiskinan, kesuksesan-kegagalan, kepandaian-kebodohan,
atasan-bawahan dan lain-lain itu semua untuk kebaikan kita dan semuanya harus
disyukuri. Ketika kita mendapatkan rizki yang melimpah, maka kita wajib
bersyukur dengan sabar dan ikhlas, dan ketika Alloh melambatkan rizki kita,
kita juga harus bersyukur dengan sabar dan ikhlas. Kalau hitam dan putih
merupakan warna yang disukai, maka kelebihan dan kekurangan hidup merupakan
rizki yang harus kita syukuri.
“Dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih
berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin
bersyukur” (QS. Al-Furqan (25): 62).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar