Obat bebas (OTC) adalah obat yang dapat dibeli di toko
obat atau apotek tanpa resep dokter. Yang termasuk golongan obat ini yaitu pada
kemasannya terdapat tanda lingkaran hijau bergaris hitam (Obat Bebas), lingkaran
biru bergaris hitam (Obat Bebas Terbatas), fitofarmaka, jamu dan suplemen makanan. Walaupun
bebas, golongan obat ini belum tentu aman dikonsumsi terutama jika diberikan
pada bayi dan anak-anak usia di bawah 4 tahun, wanita hamil dan ibu yang sedang
menyusui.
Di bawah ini panduan jika mengkonsumsi obat bebas untuk
ibu hamil:
- Banyak obat bebas belum punya hasil pengujian tingkat keamanan yang memadai jika diberikan pada wanita hamil. Selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum menggunakan.
- Hindari minum obat bebas pada tiga bulan (trimester) pertama kehamilan, karena resikonya yang sangat besar pada kesehatan janin.
- Asetaminophen (paracetamol) adalah obat yang direkomendasikan boleh diberikan dalam jangka pendek untuk mengurangi rasa sakit atau demam.
- Hindari minum Aspirin (Asam Asetil Salisilat) karena dapat menyebabkan cacat janin, berat bayi lahir rendah dan masalah ketika kelahiran.
- Hindari minum obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS/NSAID), contohnya Ibuprofen, Naproxen, Ketoprofen, dll., terutama pada trimester pertama karena dapat menyebabkan kerusakan hati janin.
- Jangan minum obat batuk, flu, diare, konstipasi (pencahar) dan obat mual sebelum berkonsultasi dengan dokter.
- Hindari minum obat dalam kemasan dosis tinggi (extra strength, maximum strength, forte) atau obat dengan kerja panjang.
- Hati-hati minum dua obat atau lebih pada saat bersamaan, karena mungkin pada keduanya terdapat kandungan zat yang sama. Misalnya minum paracetamol dan obat flu yang juga terdapat paracetamolnya.
- Tanyakan pada dokter/apoteker kategori-kategori kemanan obat pada kehamilan, atau buka: Keamanan Obat pada Kehamilan di Apotek Arofat News (http://apotekarofat.blogspot.com/2011/01/keamanan-obat-pada-kehamilan.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar