Beberapa solusi untuk penanganan bayi yang selalu terjaga di
malam hari, diantaranya:
1. Terlalu lelah di siang hari
Terlalu banyak kegiatan di siang hari mulai ditimang-timang,
menonton video, hingga bermain air di bak mandi, semestinya di waktu malam bayi
sudah tidak beraktivitas lagi. Baginya, tidur sama dengan berhenti dari semua
kegiatan yang seru. Namun, saat-saat yang menyenangkan itu juga bisa membuat si
kecil menjadi amat kelelahan. “Jika terlalu lelah, anak akan semakin sulit
untuk tidur”, kata Jodi Mindell, PhD, penasihat Parents dan penulis Sleeping Through the Night. “Dan, itu
membuat bayi Anda semakin sering terbangun di malam hari.”
Solusinya:
Ubah kebiasaan Anda saat menidurkan bayi. Jika Anda biasa menggelitik
perutnya hingga ia terkekeh-kekeh, sekarang gantilah dengan masase lembut, lagu
pengantar tidur, baca dongeng, atau timang dengan tenang. Matikan televisi
karena bisa menstimulasi dan membuat bayi semakin sulit tidur.
Anda harus paham temperamennya sebelum membuat ritual
menjelang tidur, karena tidak semuanya bisa menenangkan, kebiasaaan mandi,
misalnya belum tentu tepat. “Bagi sebagian bayi,mandi justru menyenangkan dan
membuat mereka bersemangat,” kata Ann Douglas, penulis Sleep Solutions for Your Baby, Toddler, and
Preschooler. Jika demikian kasusnya, mandikan bayi Anda jauh
sebelum waktu tidur.
Perhatikan juga suasana hati Anda –jika Anda tidak bisa diam
cenderung tegang, besar kemungkinan bayi Anda akan seperti itu. “Saat membawa
si kecil untuk tidur, Anda sendiri harus rileks”, kata Dr. Mindell. “Perlambat
gerakan Anda dan kurangi cahaya lampu. Waktu tidur hendaknya menjadi saat-saat
yang nyaman bagi Anda bersama si kecil.”
2. Tipe sensitif
Anda menghabiskan masa kehamilan dengan mencari CD lagu
pengantar tidur yang paling tepat dan perlengkapan tidur bayi yang paling
nyaman. Meski Anda sudah berusaha keras, belum tentu si kecil nyaman. “Ada bayi yang sangat
sensitif terhadap lingkungan,” ujar Harvey Karp, M.D. penasihat Parents dan
penulis The Happiest Baby on the Block.
“ Dia bisa terganggu oleh dering telepon, label di kerah baju, atau sensasi di
dalam tubuhnya, misalnya saat mencerna makanan.” Bayi bisa mengabaikan
sensasi-sensasi itu sepanjang hari jika di sekelilingnya banyak suara, namun
tidak demikian di waktu malam.
Solusinya:
Ciptakan lingkungan senyaman mungkin. Bila Anda meragukan penyebab bayi
tidak nyaman, gunting saja label piyamanya, ganti seprei yang lembut, dan
redupkan cahaya di dalam kamarnya. Orang tua sering berpikir bayi perlu selimut
tebal dan baju hangat, padahal bisa saja ia kepanasan. “Sentuh leher dan
telinganya. Jika terasa panas, lepaskan satu atau dua lapis pakaiannya”, kata
Dr. Karp.
Di sisi lain, bayi mungkin kesal karena kurangnya stimulasi
di kamar – apalagi bagi bayi di bawah usia 4 bulan. “Bayi merasakan dekapan,
getaran, sentuhan, dan mendengar bunyi-bunyian lembut secara konstan di dalam
rahim,” ujar Dr. Karp. “Biasanya dia merindukan ritme yang menenangkan
itu.” Balutan kain (bedong) bisa menciptakan perasaan yang mirip ketika di
dalam rahim ibu hingga bayi berusia sekitar 4 bulan. Bunyi yang lembut, seperti
dari mesin cuci atau memutar CD, dapat membantu bayi untuk tidur.
3. Tidak melihat cahaya
Anda jarang membawa bayi keluar rumah atau membuka kerai
jendela? Kurang membiasakan bayi terhadap cahaya bisa mengganggu jadwal tidur
si kecil. “Bayi yang terbiasa dengan cahaya sepanjang siang akan lebih mudah
tidur,” kata Dr. Mindell.
Solusinya:
Kuncinya adalah cahaya matahari pagi. “Cahaya pagi bisa menekan
melatonin– hormon yang mengatur siklus tidur–agar dapat mencapai puncaknya pada
waktu yang tepat,” ujar Dr. Mindell. Pindah posisi
kursi makan bayi atau kursi Anda saat menyusui ke tempat yang terekspos sinar
matahari. Jalan-jalan di pagi hari juga baik meski cuaca sedikit mendung. Jika
kegiatan itu tidak bisa dilakukan, nyalakan lampu-lampu di rumah. Tapi, jangan
lupa untuk mengurangi cahaya lampu satu atau dua jam sebelum waktu tidur si
kecil. “Agar bayi Anda mengasosiasikan terang dengan aktivitas di siang hari,
dan gelap dengan istirahat di malam hari,” kata Dr. Karp.
4. Suka makan tengah malam
“Ini bisa jadi penyebab utama bayi susah tidur,” kata
Cathryn Tobin, M.D., penulis The
Lull-A-Baby Sleep Plan. Jika Anda selalu menyusui bayi sesaat sebelum
dia tidur, dia akan mengasosiasikan menyusu dengan tidur–apalagi jika anda
membiarkan dia tertidur di dada Anda. Tidak masalah jika hal itu terjadi jam 7
malam. Baru akan menjadi masalah jika dia terbangun jam 3 dini hari dan Anda
harus menidurkannya dengan cara itu.
Solusinya:
“Anda tidak perlu mengubah drastis ritual sebelum tidur. Anda hanya
perlu memajukan sedikit lebih awal sebelum tiba waktunya untuk tidur,” kata Dr.
Mindell. Cobalah menyusui, mengganti popok, dan menidurkannya kembali jika dia
terbangun. Usahakan jangan menyusui di kamar tidur –agar dia mengerti bahwa
kamar tidur itu khusus untuk tidur.
Bayi Anda akan belajar untuk menenangkan diri sendiri saat
terjaga di malam hari. Tapi, kalau masih terus rewel, mungkin dia lapar. Dr.
Karp menyarankan untuk memberikan ekstra kalori agar bayi tidak merasa lapar di
tengah malam dengan cara menyusuinya setiap satu atau dua jam sekali pada sore
hari. Misalnya, Anda menjadwalkan si kecil tidur jam 8 malam, berikan ASI jam 5
atau 6 sore, dan satu kali lagi sebelum Anda menidurkan di ranjangnya.
5. Tidak bisa tidur sendiri
Bayi yang selalu ditimang atau ditepuk-tepuk menjadi sangat
tergantung dengan kehadiran Anda untuk bisa tertidur.
Solusinya:
Jangan diacuhkan sepenuhnya. Lebih baik kurangi sedikit demi sedikit
waktu yang Anda lewatkan di kamarnya pada malam hari, dan berikan benda
penenang sebagai transisi, seperti empeng atau selimut bayi. (Ya, Anda boleh
memberikan empeng untuk tidur malam –panduan terbaru dari American Academy
of Pediatrics merekomendasikannya.) Namun, pastikan bayi sudah berusia sekitar
6 bulan untuk menggunakan empeng. Kalau masih terlalu kecil, benda-benda itu
berisiko meningkatkan SIDS (sudden infant
death syndrom). Tapi, Anda boleh menimang dengan selimut yang kelak
menjadi benda kesayangannya. Jika dia tertarik dengan gambar-gambar di selimut,
maka selimut itu bisa menjadi pelengkap ritual sebelum tidur sampai dia cukup
usia untuk dibiarkan tidur dengan benda kesayangannya.
6. Selalu ingin bersama Anda
Anda ingin tidur di kamar Anda, tapi si kecil tidak mau
tidur sendiri di dalam boksnya. Semakin lama Anda tidur bersamanya, semakin
lama pula ia belajar mandiri.
Solusinya:
“Ini perlu waktu. Jadi, lakukanlah secara bertahap,” kata Dr. Mindell.
Pertama, biarkan dia tidur siang sendiri. Jika sudah terbiasa, lakukan ritual
sebelum tidur di kamarnya. Lalu, pindahkan boks bayi ke kamar Anda atau
letakkan di kamar dia sendiri, tapi Anda harus tetap membawa si kecil tidur ke
kamar Anda jika dia terbangun di malam hari. Kalau dia tetap kesulitan untuk
tidur sendiri, sesaat Anda perlu mengacuhkan rengekannya. Ketika bayi menyadari
bahwa Anda tidak datang menjemput, dia akan belajar untuk menenangkan diri
sendiri.
7. Anti tidur siang
Bayi yang menolak tidur siang akan lebih menyita waktu Anda
di malam hari. “Anak yang melewatkan tidur siang atau hanya tidur sejenak di
siang hari, akan lebih sulit tidur dan akan lebih sering terjaga di malam
hari,” kata Dr. Mindell.
Solusinya:
“Pada bayi berusia di bawah 12 bulan, hanya masalah ketepatan waktu,”
kata Dr. Tobin. “Anda harus jeli melihat waktu yang tepat –saat mulai menguap,
matanya terlihat berat– atau, Anda akan kehilangan kesempatan untuk menidurkan
si kecil.” Ketika momen-momen itu luput dari perhatian Anda, dia sudah terlalu
lelah dan akan sulit untuk tidur. Perhatikan tanda-tandanya mengantuk dan
segera bawa dia tidur. Lakukan hal itu secara konsisten. Jika bayi terbiasa
mendengar lagu atau dongeng sebelum tidur, lakukan hal yang sama saat tidur
siang. Kalau bayi bisa tidur, bagus. Jika dia hanya terdiam selama satu jam
tanpa terlelap, tidak apa-apa karena setidaknya dia beristirahat. Bayi yang
baru lahir, tidur sesuka hati. Menginjak usia 4 bulan, bayi akan terbiasa tidur
panjang dua kali (pagi dan sore) atau tiga kali dengan durasi yang lebih
pendek.
8. Anda membuat dia terbangun
Apakah Anda langsung terlelap begitu berbaring di tempat
tidur? Kemungkinan besar tidak. Begitu juga bayi Anda. Jadi, jika Anda masuk ke
kamar bayi sesaat setelah ia berbaring, bisa jadi Anda mengganggu bahkan
membangunkan dia dari tidur.
Solusinya:
Tahan keinginan untuk selalu mengecek bayi Anda saat dia tidur. “Jika
Anda tidak memberi kesempatan kepada si kecil untuk menenangkan diri sendiri,
dia tidak akan pernah mempelajari kemampuan itu,” kata Dr. Tobin. Dan, jika
Anda menggunakan monitor bayi, kecilkan volumenya agar Anda hanya dapat
mendengar teriakannya, bukan ketika dia mengigau.
Sumber: Parentsindonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar