Jumat, 25 Januari 2013

Ketika Bayi Sulit Tidur di Malam Hari



Beberapa solusi untuk penanganan bayi yang selalu terjaga di malam hari, diantaranya:

1.      Terlalu lelah di siang hari

Terlalu banyak kegiatan di siang hari mulai ditimang-timang, menonton video, hingga bermain air di bak mandi, semestinya di waktu malam bayi sudah tidak beraktivitas lagi. Baginya, tidur sama dengan berhenti dari semua kegiatan yang seru. Namun, saat-saat yang menyenangkan itu juga bisa membuat si kecil menjadi amat kelelahan. “Jika terlalu lelah, anak akan semakin sulit untuk tidur”, kata Jodi Mindell, PhD, penasihat Parents dan penulis Sleeping Through the Night. “Dan, itu membuat bayi Anda semakin sering terbangun di malam hari.”
Solusinya: Ubah kebiasaan Anda saat menidurkan bayi. Jika Anda biasa menggelitik perutnya hingga ia terkekeh-kekeh, sekarang gantilah dengan masase lembut, lagu pengantar tidur, baca dongeng, atau timang dengan tenang. Matikan televisi karena bisa menstimulasi dan membuat bayi semakin sulit tidur.
Anda harus paham temperamennya sebelum membuat ritual menjelang tidur, karena tidak semuanya bisa menenangkan, kebiasaaan mandi, misalnya belum tentu tepat. “Bagi sebagian bayi,mandi justru menyenangkan dan membuat mereka bersemangat,” kata Ann Douglas, penulis Sleep Solutions for Your Baby, Toddler, and Preschooler. Jika demikian kasusnya, mandikan bayi Anda jauh sebelum waktu tidur.
Perhatikan juga suasana hati Anda –jika Anda tidak bisa diam cenderung tegang, besar kemungkinan bayi Anda akan seperti itu. “Saat membawa si kecil untuk tidur, Anda sendiri harus rileks”, kata Dr. Mindell. “Perlambat gerakan Anda dan kurangi cahaya lampu. Waktu tidur hendaknya menjadi saat-saat yang nyaman bagi Anda bersama si kecil.”


2.      Tipe sensitif

Anda menghabiskan masa kehamilan dengan mencari CD lagu pengantar tidur yang paling tepat dan perlengkapan tidur bayi yang paling nyaman. Meski Anda sudah berusaha keras, belum tentu si kecil nyaman. “Ada bayi yang sangat sensitif terhadap lingkungan,” ujar Harvey Karp, M.D. penasihat Parents dan penulis The Happiest Baby on the Block. “ Dia bisa terganggu oleh dering telepon, label di kerah baju, atau sensasi di dalam tubuhnya, misalnya saat mencerna makanan.” Bayi bisa mengabaikan sensasi-sensasi itu sepanjang hari jika di sekelilingnya banyak suara, namun tidak demikian di waktu malam.
Solusinya: Ciptakan lingkungan senyaman mungkin. Bila Anda meragukan penyebab bayi tidak nyaman, gunting saja label piyamanya, ganti seprei yang lembut, dan redupkan cahaya di dalam kamarnya. Orang tua sering berpikir bayi perlu selimut tebal dan baju hangat, padahal bisa saja ia kepanasan. “Sentuh leher dan telinganya. Jika terasa panas, lepaskan satu atau dua lapis pakaiannya”, kata Dr. Karp.
Di sisi lain, bayi mungkin kesal karena kurangnya stimulasi di kamar – apalagi bagi bayi di bawah usia 4 bulan. “Bayi merasakan dekapan, getaran, sentuhan, dan mendengar bunyi-bunyian lembut secara konstan di dalam rahim,” ujar Dr. Karp. “Biasanya dia merindukan ritme  yang menenangkan itu.” Balutan kain (bedong) bisa menciptakan perasaan yang mirip ketika di dalam rahim ibu hingga bayi berusia sekitar 4 bulan. Bunyi yang lembut, seperti dari mesin cuci atau memutar CD, dapat membantu bayi untuk tidur.

3.      Tidak melihat cahaya

Anda jarang membawa bayi keluar rumah atau membuka kerai jendela? Kurang membiasakan bayi terhadap cahaya bisa mengganggu jadwal tidur si kecil. “Bayi yang terbiasa dengan cahaya sepanjang siang akan lebih mudah tidur,” kata Dr. Mindell.
Solusinya: Kuncinya adalah cahaya matahari pagi. “Cahaya pagi bisa menekan melatonin– hormon yang mengatur siklus tidur–agar dapat mencapai puncaknya pada waktu yang tepat,” ujar Dr. Mindell. Pindah posisi kursi makan bayi atau kursi Anda saat menyusui ke tempat yang terekspos sinar matahari. Jalan-jalan di pagi hari juga baik meski cuaca sedikit mendung. Jika kegiatan itu tidak bisa dilakukan, nyalakan lampu-lampu di rumah. Tapi, jangan lupa untuk mengurangi cahaya lampu satu atau dua jam sebelum waktu tidur si kecil. “Agar bayi Anda mengasosiasikan terang dengan aktivitas di siang hari, dan gelap dengan istirahat di malam hari,” kata Dr. Karp.

4.      Suka makan tengah malam

“Ini bisa jadi penyebab utama bayi susah tidur,” kata Cathryn Tobin, M.D., penulis The Lull-A-Baby Sleep Plan. Jika Anda selalu menyusui bayi sesaat sebelum dia tidur, dia akan mengasosiasikan menyusu dengan tidur–apalagi jika anda membiarkan dia tertidur di dada Anda. Tidak masalah jika hal itu terjadi jam 7 malam. Baru akan menjadi masalah jika dia terbangun jam 3 dini hari dan Anda harus menidurkannya dengan cara itu.
Solusinya: “Anda tidak perlu mengubah drastis ritual sebelum tidur. Anda hanya perlu memajukan sedikit lebih awal sebelum tiba waktunya untuk tidur,” kata Dr. Mindell. Cobalah menyusui, mengganti popok, dan menidurkannya kembali jika dia terbangun. Usahakan jangan menyusui di kamar tidur –agar dia mengerti bahwa kamar tidur itu khusus untuk tidur.
Bayi Anda akan belajar untuk menenangkan diri sendiri saat terjaga di malam hari. Tapi, kalau masih terus rewel, mungkin dia lapar. Dr. Karp menyarankan untuk memberikan ekstra kalori agar bayi tidak merasa lapar di tengah malam dengan cara menyusuinya setiap satu atau dua jam sekali pada sore hari. Misalnya, Anda menjadwalkan si kecil tidur jam 8 malam, berikan ASI jam 5 atau 6 sore, dan satu kali lagi sebelum Anda menidurkan di ranjangnya.

5.      Tidak bisa tidur sendiri

Bayi yang selalu ditimang atau ditepuk-tepuk menjadi sangat tergantung dengan kehadiran Anda untuk bisa tertidur.
Solusinya: Jangan diacuhkan sepenuhnya. Lebih baik kurangi sedikit demi sedikit waktu yang Anda lewatkan di kamarnya pada malam hari, dan berikan benda penenang sebagai transisi, seperti empeng atau selimut bayi. (Ya, Anda boleh memberikan empeng untuk tidur malam –panduan terbaru dari American Academy of Pediatrics merekomendasikannya.) Namun, pastikan bayi sudah berusia sekitar 6 bulan untuk menggunakan empeng. Kalau masih terlalu kecil, benda-benda itu berisiko meningkatkan SIDS (sudden infant death syndrom). Tapi, Anda boleh menimang dengan selimut yang kelak menjadi benda kesayangannya. Jika dia tertarik dengan gambar-gambar di selimut, maka selimut itu bisa menjadi pelengkap ritual sebelum tidur sampai dia cukup usia untuk dibiarkan tidur dengan benda kesayangannya.

6.      Selalu ingin bersama Anda

Anda ingin tidur di kamar Anda, tapi si kecil tidak mau tidur sendiri di dalam boksnya. Semakin lama Anda tidur bersamanya, semakin lama pula ia belajar mandiri.
Solusinya: “Ini perlu waktu. Jadi, lakukanlah secara bertahap,” kata Dr. Mindell. Pertama, biarkan dia tidur siang sendiri. Jika sudah terbiasa, lakukan ritual sebelum tidur di kamarnya. Lalu, pindahkan boks bayi ke kamar Anda atau letakkan di kamar dia sendiri, tapi Anda harus tetap membawa si kecil tidur ke kamar Anda jika dia terbangun di malam hari. Kalau dia tetap kesulitan untuk tidur sendiri, sesaat Anda perlu mengacuhkan rengekannya. Ketika bayi menyadari bahwa Anda tidak datang menjemput, dia akan belajar untuk menenangkan diri sendiri.

7.      Anti tidur siang

Bayi yang menolak tidur siang akan lebih menyita waktu Anda di malam hari. “Anak yang melewatkan tidur siang atau hanya tidur sejenak di siang hari, akan lebih sulit tidur dan akan lebih sering terjaga di malam hari,” kata Dr. Mindell.
Solusinya: “Pada bayi berusia di bawah 12 bulan, hanya masalah ketepatan waktu,” kata Dr. Tobin. “Anda harus jeli melihat waktu yang tepat –saat mulai menguap, matanya terlihat berat– atau, Anda akan kehilangan kesempatan untuk menidurkan si kecil.” Ketika momen-momen itu luput dari perhatian Anda, dia sudah terlalu lelah dan akan sulit untuk tidur. Perhatikan tanda-tandanya mengantuk dan segera bawa dia tidur. Lakukan hal itu secara konsisten. Jika bayi terbiasa mendengar lagu atau dongeng sebelum tidur, lakukan hal yang sama saat tidur siang. Kalau bayi bisa tidur, bagus. Jika dia hanya terdiam selama satu jam tanpa terlelap, tidak apa-apa karena setidaknya dia beristirahat. Bayi yang baru lahir, tidur sesuka hati. Menginjak usia 4 bulan, bayi akan terbiasa tidur panjang dua kali (pagi dan sore) atau tiga kali dengan durasi yang lebih pendek.

8.      Anda membuat dia terbangun

Apakah Anda langsung terlelap begitu berbaring di tempat tidur? Kemungkinan besar tidak. Begitu juga bayi Anda. Jadi, jika Anda masuk ke kamar bayi sesaat setelah ia berbaring, bisa jadi Anda mengganggu bahkan membangunkan dia dari tidur.
Solusinya: Tahan keinginan untuk selalu mengecek bayi Anda saat dia tidur. “Jika Anda tidak memberi kesempatan kepada si kecil untuk menenangkan diri sendiri, dia tidak akan pernah mempelajari kemampuan itu,” kata Dr. Tobin. Dan, jika Anda menggunakan monitor bayi, kecilkan volumenya agar Anda hanya dapat mendengar teriakannya, bukan ketika dia mengigau.
Sumber: Parentsindonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar