Jumat, 04 Januari 2013

Memupuk Keikhlasan dalam Bekerja



Akhir-akhir ini ramai diberitakan di koran-koran maupun media elektronik dan kita sungguh sangat prihatin; ada pembuat baso yang mencampur bahan bakunya dengan daging babi, ada pembuat jajanan anak-anak yang menggunakan bahan atau pewarna yang berbahaya, penjual daging yang melaburi dagingnya dengan zat atau pengawet yang sangat berbahaya bagi kesehatan, penjual buah dan sayur membohongi pembeli dengan menambahkan atau menyuntik bau dan rasa tertentu pada dagangannya, warung/toko, apotek menjual bebas minuman keras dan obat yang dapat disalahgunakan. Juga ada oknum-oknum pelayan masyarakat yang meminta sesuatu atas pelayanan yg diberikannya, korupsi, manipulasi dan sebagainya. Dan tentu masih banyak lagi contoh-contoh perilaku rendahnya simpati dan tanggung jawab kepada masyarakat tersebut. Perilaku tersebut juga menandakan tidak adanya keikhlasan atas pekerjaan atau pelayanan yg diberikan dan tentu saja itu karena tipisnya keimanan kepada Alloh swt. Mereka tidak takut akan dosa-dosa dan akan adanya pembalasan dari Allloh swt atas perbuatan-perbuatannya.

Diturunkannya Islam melalui Nabi saw adalah rahmatan lil ‘alamin yang memberikan rahmat atau kasih sayang bagi seluruh alam, manusia dan segala isinya. Menyayangi berarti menjaga dan melindungi dari bahaya yang mengancam, sekecil apapun bentuknya, sama seperti ketika kita menyayangi keluarga kita.

Jadi sebagai seorang muslim, di atas pundaknya ada tugas untuk menyayangi, tidak hanya kepada keluarganya, tetapi kepada seluruh makhluk Alloh swt, bertanggung jawab dan menjaganya dari perbuatan yang dapat mencederai atau merusak.
Maka hendaklah apapun pekerjaan dan profesi kita, ada batasan-batasan agama yang harus kita patuhi. Apapun yang kita kerjakan, Alloh swt selalu mengawasi kita dan pasti kitapun akan mempertanggungjawabkan segala bentuk perbuatan kita, sehingga kita dipacu untuk selalu jujur dan ikhlas dalam bekerja.

Jadilah kita seorang muslim yang kuat. Kuat iman dan takwanya kepada Alloh swt, kuat fisiknya, kuat hartanya, kuat jabatannya dan kuat ilmunya. Jangan kalah dan jangan memberi peluang kepada orang non muslim untuk menguasai. Islam adalah agama yang memberi ruang kepada penganutnya untuk menguasai dan menjadi kuat dalam bidang apapun. Karena seorang muslim yang kuat, akan mampu menundukkan kemungkaran dan menguasai dunia ini kearah jalan yang diridhoi Alloh swt, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw ketika hidupnya.

Marilah perkuat dan perkuat iman dan takwa kita kepada Alloh swt. Makin dekat dan terus dekati Alloh swt seperti Rasulullah ajarkan dan praktekkan; yakni senantiasa senang membaca Al Qur’an, senang sholat berjamaah, senang sholat malam, senang berinfak dan shodaqoh, senang menolong orang lain, senang bekerja keras, senang bekerja dengan ikhlas, senang berdagang dengan jujur dan lain-lain. Maka jika itu semua kita lakukan, Alloh swt juga akan senang kepada kita, Alloh akan sayang kepada kita. Maka orang Islam yang taat, lalu bekerja keras, melayani dengan ikhlas atau berdagang dengan jujur karena sayang kepada orang lain seperti sayang kepada keluarganya, maka itulah golongan orang-orang terbaik dalam pandangan Alloh swt.

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”. (Al Bayyinah (98): 7).

Alangkah indah dan beruntung orang-orang yang di dalam dadanya tertanam semangat untuk senantiasa dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain, lapar menolong orang lain dengan penuh keikhlasan. Dan alangkah indah dan beruntung orang-orang yang di dalam hatinya selalu takut akan balasan Alloh swt, sehingga setiap perbuatan yang dilakukannya jangan sampai menyakiti bahkan membahayakan orang lain.

Sebaik-baik manusia, adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain” (Al Hadist).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar