Akhir-akhir ini
ramai diberitakan di koran-koran maupun media elektronik dan kita sungguh sangat
prihatin; ada pembuat baso yang mencampur bahan bakunya dengan daging babi, ada
pembuat jajanan anak-anak yang menggunakan bahan atau pewarna yang berbahaya,
penjual daging yang melaburi dagingnya dengan zat atau pengawet yang sangat
berbahaya bagi kesehatan, penjual buah dan sayur membohongi pembeli dengan
menambahkan atau menyuntik bau dan rasa tertentu pada dagangannya, warung/toko,
apotek menjual bebas minuman keras dan obat yang dapat disalahgunakan. Juga ada
oknum-oknum pelayan masyarakat yang meminta sesuatu atas pelayanan yg
diberikannya, korupsi, manipulasi dan sebagainya. Dan tentu masih banyak lagi
contoh-contoh perilaku rendahnya simpati dan tanggung jawab kepada masyarakat
tersebut. Perilaku tersebut juga menandakan tidak adanya keikhlasan atas
pekerjaan atau pelayanan yg diberikan dan tentu saja itu karena tipisnya
keimanan kepada Alloh swt. Mereka tidak takut akan dosa-dosa dan akan adanya pembalasan
dari Allloh swt atas perbuatan-perbuatannya.
Diturunkannya Islam
melalui Nabi saw adalah rahmatan lil
‘alamin yang memberikan rahmat atau kasih sayang bagi seluruh alam, manusia
dan segala isinya. Menyayangi berarti menjaga dan melindungi dari bahaya yang
mengancam, sekecil apapun bentuknya, sama seperti ketika kita menyayangi
keluarga kita.
Jadi sebagai
seorang muslim, di atas pundaknya ada tugas untuk menyayangi, tidak hanya
kepada keluarganya, tetapi kepada seluruh makhluk Alloh swt, bertanggung jawab
dan menjaganya dari perbuatan yang dapat mencederai atau merusak.
Maka hendaklah
apapun pekerjaan dan profesi kita, ada batasan-batasan agama yang harus kita patuhi.
Apapun yang kita kerjakan, Alloh swt selalu mengawasi kita dan pasti kitapun
akan mempertanggungjawabkan segala bentuk perbuatan kita, sehingga kita dipacu
untuk selalu jujur dan ikhlas dalam bekerja.
Jadilah kita
seorang muslim yang kuat. Kuat iman dan takwanya kepada Alloh swt, kuat
fisiknya, kuat hartanya, kuat jabatannya dan kuat ilmunya. Jangan kalah dan
jangan memberi peluang kepada orang non muslim untuk menguasai. Islam adalah
agama yang memberi ruang kepada penganutnya untuk menguasai dan menjadi kuat
dalam bidang apapun. Karena seorang muslim yang kuat, akan mampu menundukkan kemungkaran
dan menguasai dunia ini kearah jalan yang diridhoi Alloh swt, sebagaimana telah
dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw ketika hidupnya.
Marilah perkuat dan
perkuat iman dan takwa kita kepada Alloh swt. Makin dekat dan terus dekati
Alloh swt seperti Rasulullah ajarkan dan praktekkan; yakni senantiasa senang
membaca Al Qur’an, senang sholat berjamaah, senang sholat malam, senang
berinfak dan shodaqoh, senang menolong orang lain, senang bekerja keras, senang
bekerja dengan ikhlas, senang berdagang dengan jujur dan lain-lain. Maka jika
itu semua kita lakukan, Alloh swt juga akan senang kepada kita, Alloh akan
sayang kepada kita. Maka orang Islam yang taat, lalu bekerja keras, melayani
dengan ikhlas atau berdagang dengan jujur karena sayang kepada orang lain
seperti sayang kepada keluarganya, maka itulah golongan orang-orang terbaik
dalam pandangan Alloh swt.
“Sungguh, orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”. (Al Bayyinah
(98): 7).
Alangkah indah dan
beruntung orang-orang yang di dalam dadanya tertanam semangat untuk senantiasa
dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain, lapar menolong
orang lain dengan penuh keikhlasan. Dan alangkah indah dan beruntung
orang-orang yang di dalam hatinya selalu takut akan balasan Alloh swt, sehingga
setiap perbuatan yang dilakukannya jangan sampai menyakiti bahkan membahayakan
orang lain.
“Sebaik-baik manusia, adalah orang yang
paling bermanfaat untuk orang lain” (Al Hadist).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar