Setiap orang pasti punya waktu luang, dimana dalam satu kesempatan ia berhenti sejenak/lama dari segala aktifitas.
Istirahat itu waktu luang, waktu sebelum dan sesudah bekerja itu waktu luang. Pensiun itu waktu luang, sudah tidak ada yang bisa dikerjakan saat bekerja itupun waktu luang, bahkan kondisi sehat saat ini juga termasuk waktu luang dalam hidup kita.
Waktu luang inilah yang harus mendapatkan perhatian khusus dari kita semua, agar kita tidak menyesalinya nanti terhadap apa yang telah kita isi pada waktu-waktu luang tersebut.
Nabi Muhammad Saw sudah mengingatkan:
"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu dengannya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang" (Al Bukhari No. 6412, dari Ibnu 'Abbas).
Kalau waktu luangmu digunakan untuk beristirahat atau sedikit refreshing, tentu agar esok harinya kualitas pekerjaan kita terus terjaga bahkan bisa meningkat.
Kalau sehat itu waktu luangmu dalam hidup, maka jangan kau kotori & cemari nilai sehatmu dengan melakukan hal-hal yang akan merusak kesehatanmu.
Dan jika kita orang yang beriman, yang menginginkan kualitas keimanan kita terus meningkat, maka jangan kita sia-siakan waktu luang yang kita punya dengan melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kualitas keimanan kita.
Tutuplah celah-celah itu sekecil apapun. Jangan pernah mencoba untuk masuk apalagi mendekatinya, karena seringkali waktu luang banyak diisi dengan sesuatu yang tidak berguna. Sedangkan salah satu ciri orang beriman yang beruntung adalah tidak mengerjakan sesuatu yang tidak berguna.
‘’Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna’’. (Al Mu‘minun(23): 3)
Waktu sibuk & waktu luang adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Maka jadikan kedua-duanya menjadi ladang kebaikan & amal saleh untuk kita semua. Jadikan seluruh anugerah duniamu bernilai akhirat, maka Alloh akan mencukupkan seluruh kebutuhan duniamu.
“Dan
carilah pada apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu di dunia” [Al
Qoshosh (28): 77]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar