Kamis, 17 Januari 2013

Bersyukur untuk Menikmati Hidup



Ketika kita selalu dikejar-kejar waktu untuk dapat memenuhi segala keinginan dan kebutuhan hidup, ketika kita dituntut untuk terus dan terus untuk dapat meningkatkan kualitas dan karir dalam pekerjaan kita, ketika kita selalu disibukkan oleh kurangnya penghasilan dan kemiskinan yang selalu mendera dan ketika kita setiap hari, setiap waktu dijejali oleh penawaran-penawaran, promosi-promosi atau iklan-iklan yang terus menggoda keinginan kita untuk memilikinya, maka inilah saatnya kita bersyukur kepada Alloh swt. Karena tanpa bersyukur, mustahil kita dapat menikmati hidup kita saat ini dan tanpa bersyukur, mustahil kita dapat merasakan lezatnya hidup ini.

Pengertian syukur secara terminologi berasal dari kata bahasa Arab yang berati pujian atau ucapan/pernyataan terima kasih. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia syukur berarti rasa berterima kasih kepada Alloh swt. Jadi syukur adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala nikmat yang telah diberikan Alloh swt.

Jangan berharap, ketika kita dapat meraih sesuatu, lalu kita akan merasa puas dan bahagia. Karena ternyata, banyak orang di sekeliling kita yang tetap tidak bahagia setelah meraih hal tersebut. Malah banyak manusia masa kini maupun dalam kisah nyata manusia jaman baheula yang mendapatkan kenistaan dirinya setelah ia meraih dengan bersusah payah apa yang telah menjadi keinginannya, misalnya Fir’aun yang nista karena kekuasaan dan jabatannya dan Korun yang nista karena kekayaannya.

Ketika kita diberi promosi atau posisi jabatan yang baik oleh atasan, maka kita harus berterima kasih kepada atasan kita. Ketika kita diberi sesuatu atau hadiah yang halal dari seseorang, maka kita harus berterima kasih kepada dia.
Maka ketika kita dilimpahkan nikmat yang tiada terhingga oleh Alloh swt, semenjak terbuai dalam kandungan, dari kesempurnaan yang ada dalam tubuh kita, kesempurnaan ciptaan-Nya yang ada di dunia semuanya untuk kebaikan manusia sampai kepada jaminan surga-Nya, maka wajib hukumnya kita berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya.
Dengan bersyukur kita mendapatkan kebaikan, kepuasan batin, ketenteraman hati dan kebahagiaan hidup, maka hakikat bersyukur kepada Alloh swt adalah mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan untuk diri kita sendiri.

“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhka sesuatu) lagi Mahamulia” (QS An-Naml [27]: 40).

Ayat di atas menjelaskan: kalau kita menginginkan kebaikan diri kita, maka bersyukurlah kepada Alloh swt. Dan juga jika kita menginginkan dapat merasakan lezatnya hidup kita saat ini, maka bersyukurlah atas apa saja yang telah Alloh swt berikan kepada kita. Yakinlah bahwa apapun yang Alloh swt berikan, baik berupa apa yang kita sebut sebagai kenikmatan maupun apa yang kita sebut sebagai musibah atau bencana, itu semua diberikan kepada kita karena Alloh cinta dan sayang kepada kita dan yakinlah semua yang diberikan-Nya itu semua untuk kebaikan hidup kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Alloh swt telah menciptakan matahari yang sinarnya menerangi dan memberikan kebaikan bagi makhluknya di siang hari. Alloh swt juga menciptakan bulan yang sinarnya menerangi dan juga memberikan kebaikan kepada makhluknya di malam hari.
Diciptakannya matahari dan bulan untuk kebaikan manusia dan diciptakannya siang dan malam juga untuk kebaikan manusia.
Dari analogi matahari-bulan dan siang-malam itu, Alloh swt ingin meyakinkan kita semua, bahwa diciptakannya kekayaan-kemiskinan, kesuksesan-kegagalan, kepandaian-kebodohan, atasan-bawahan dan lain-lain itu semua untuk kebaikan kita dan semuanya harus disyukuri. Ketika kita mendapatkan rizki yang melimpah, maka kita wajib bersyukur dengan sabar dan ikhlas, dan ketika Alloh melambatkan rizki kita, kita juga harus bersyukur dengan sabar dan ikhlas. Kalau hitam dan putih merupakan warna yang disukai, maka kelebihan dan kekurangan hidup merupakan rizki yang harus kita syukuri.

“Dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” (QS. Al-Furqan (25): 62).

Kamis, 10 Januari 2013

Obat Bebas dan Kehamilan



Obat bebas (OTC) adalah obat yang dapat dibeli di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Yang termasuk golongan obat ini yaitu pada kemasannya terdapat tanda lingkaran hijau bergaris hitam (Obat Bebas), lingkaran biru bergaris hitam (Obat Bebas Terbatas), fitofarmaka, jamu dan suplemen makanan. Walaupun bebas, golongan obat ini belum tentu aman dikonsumsi terutama jika diberikan pada bayi dan anak-anak usia di bawah 4 tahun, wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui.
Di bawah ini panduan jika mengkonsumsi obat bebas untuk ibu hamil:
  1. Banyak obat bebas belum punya hasil pengujian tingkat keamanan yang memadai jika diberikan pada wanita hamil. Selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum menggunakan.
  2. Hindari minum obat bebas pada tiga bulan (trimester) pertama kehamilan, karena resikonya yang sangat besar pada kesehatan janin.
  3. Asetaminophen (paracetamol) adalah obat yang direkomendasikan boleh diberikan dalam jangka pendek untuk mengurangi rasa sakit atau demam.
  4. Hindari minum Aspirin (Asam Asetil Salisilat) karena dapat menyebabkan cacat janin, berat bayi lahir rendah dan masalah ketika kelahiran.
  5. Hindari minum obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS/NSAID), contohnya Ibuprofen, Naproxen, Ketoprofen, dll., terutama pada trimester pertama karena dapat menyebabkan kerusakan hati janin.
  6. Jangan minum obat batuk, flu, diare, konstipasi (pencahar) dan obat mual sebelum berkonsultasi dengan dokter.
  7. Hindari minum obat dalam kemasan dosis tinggi (extra strength, maximum strength, forte) atau obat dengan kerja panjang.
  8. Hati-hati minum dua obat atau lebih pada saat bersamaan, karena mungkin pada keduanya terdapat kandungan zat yang sama. Misalnya minum paracetamol dan obat flu yang juga terdapat paracetamolnya.
  9. Tanyakan pada dokter/apoteker kategori-kategori kemanan obat pada kehamilan, atau buka: Keamanan Obat pada Kehamilan di Apotek Arofat News (http://apotekarofat.blogspot.com/2011/01/keamanan-obat-pada-kehamilan.html)

Selasa, 08 Januari 2013

5 Sumber Pemicu Alergi di Rumah



Cara terbaik untuk mencegah alergi adalah menghindari alergen. Inilah 5 sumber allergen di rumah.

1. Hewan kesayangan
Cukup banyak orang yang menderita alergi hewan, tetapi sumbernya bukan si pus atau si dogi. Pemicu sebenarnya adalah cairan ludah hewan, urin, atau sel kulit mati yang terbang di udara dan mendarat di karpet, furnitur, atau seprei. Bulu binatang juga bisa menyebabkan alergi karena mengandung debu dan sel kulit mati.

Untuk mengurangi alergi, bersihkan rumah lebih sering. Selain mengelap, sedot debu lebih sering akan membantu. Cucilah tangan setelah mengajak main hewan kesayangan.

2. Karpet
Karpet merupakan penyebab utama Anda alergi debu karena serat-seratnya menyimpan kutu debu. Untuk mengurangi paparan debunya, gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA. Atau, singkirkan karpet dari rumah Anda dan jaga kelembaban rumah di bawah 55 persen.

3. Buku-buku
Buku merupakan harta berharga bagi para pecinta baca, namun buku bisa menjadi sarang kutu debu, spora, dan organisme berukuran sangat kecil lainnya yang bisa menjadi alergen. Siasati dengan menyedot permukaan buku secara teratur atau simpan buku dalam tempat tertutup.

4. Sofa
Furnitur yang empuk biasanya juga menyimpan kutu debu. Untuk mencegahnya, gunakan bahan kulit, vinil, atau permukaan yang licin lainnya. Hindari juga menyimpan furnitur di tempat yang lembab.

5. Tempat tidur
Saat tidur kita bukan cuma beristirahat tetapi juga melepaskan sel-sel kulit mati yang akan tersimpan di tempat tidur dan menarik kutu debu. Apalagi kita menghabiskan waktu 7-8 jam setiap malam di tempat tidur.

Cara paling efektif untuk mencegah tumpukan kutu debu adalah dengan menggunakan bahan anti alergen pada bantal dan kasur. Selain itu, cucilah seprai dan sarung bantal seminggu sekali dengan air hangat.

Senin, 07 Januari 2013

Memilih Pemimpin yang Baik dalam Islam



Nabi Muhammad saw adalah tauladan kita semua, apapun pekerjaan dan profesi kita. Keteladanan Beliau tak lekang dimakan waktu. Sikap, sabda dan sifat Beliau menjadi nasihat dan pelajaran hidup kita sepanjang masa. Beliau adalah contoh manusia yang sukses dunia dan akhirat menurut pandangan Alloh swt.

Nabi Muhammad saw adalah contoh dan pemimpin kita semua; pemimpin umat, pemimpin agama, pemimpin negara, komandan perang, qadi (hakim), suami yang adil, ayah yang bijaksana, orang yang paling penyabar, pekerja keras dalam bekerja, mulai dari menjadi pelaksana sebagai penggembala kambing dan pedagang suruhan, lalu meningkat menjadi supervisor sampai menjadi manager (pemilik dan pengatur).
Pantaslah Alloh swt menyematkan pada diri Beliau agar kita selalu menteladaninya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab [33]: 2l).

Dikisahkan, pada bulan Rabiul Awwal di tahun wafatnya, Beliau berkeinginan mengirim seorang sahabatnya ke negeri Yaman untuk menyampaikan ajaran Islam. Setelah melalui proses yang panjang pilihan beliau pun jatuh kepada Mu'adz bin Jabal RA. Imam Malik dalam riwayatnya, mengisahkan, ketika itu Rasulullah mengantarkan kepergian Mu’adz sampai ke ujung Kota Madinah. Dalam perjalanan menjelang gerbang kota, Mu’adz berkata, “Wahai Rasulullah, apa nasihat Engkau padaku?” Rasulullah menjawab, “Bertakwalah kamu kepada Alloh SWT dalam kondisi apa pun!” “Apalagi ya Rasulullah?” kata Mu’adz Rasulullah menjawab, "Ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya!” Mu'adz kembali bertanya, “Apalagi, ya Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Bergaullah kamu dengan manusia dengan akhlak yang baik!”

Keteladanan Rasulullah saw pada kisah di atas tergambar pada cara beliau memilih orang sebagai ulama, guru dan pemimpin yaitu orang-orang yang mengerti terhadap Islam. Mu'adz adalah sahabat Rasulullah saw yang paling memahami hukum syariah.
Kisah Mu'adz bin Jabal ini seakan memperlihatkan pada kita bahwa Rasulullah ingin Islam ini kelak dipimpin dan diajarkan oleh mereka yang mengerti Islam dan menjadi contoh rakyatnya dalam kebaikan menjalankan syariah agama.

Sosok pemimpin dalam Islam, telah digambarkan dalam Al Qur’an:

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah (QS. Al-Anbiya’(21): 73)

Ayat itu berbicara mengenai sosok ideal seorang pemimpin yang akan memberikan dampak kebaikan dalam kehidupan rakyat secara keseluruhan, seperti sosok yang ada pada para Nabi pilihan Alloh swt. Ayat ini merupakan landasan prinsip dalam mencari figur pemimpin ideal yang akan memberi dampak kebaikan dan keberkahan bagi rakyatnya dimanapun dan kapanpun.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, menuliskan, ciri utama pemimpin ideal seperti yang disebutkan pada ayat tersebut adalah bahwa para pemimpin ideal itu senantiasa mengajak rakyatnya kepada jalan Alloh swt dan memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari yaitu menegakkan shalat, menunaikan zakat dan semua yang dikerjakannya semata-mata karena iman kepada Alloh swt, jauh dari kepentingan politis maupun terpaksa karena jabatannya. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang bukan hanya tampil dalam urusan dunia, tetapi juga tampil di barisan terdepan dalam urusan agama. Dalam sejarah, kepemimpinan Rasulullah dan para sahabat sesudahnya adalah, pemimpin di masa itu adalah juga menjadi pemimpin atau imam dalam shalat.

Islam adalah agama yang sempurna, sebagai karunia dan kasih sayang Alloh untuk manusia. Sempurna dalam memberikan dan mengatur arah kehidupan seluruh manusia, agar manusia memperoleh kebahagiaan dan selamat dunia akhirat. Islam secara jelas mengatur kehidupan manusia dari hal-hal kecil, misalnya tata cara masuk kamar mandi sampai hal-hal yang besar misalnya cara memilih pemimpin yang baik. Oleh karena itu sangat keliru kalau ada yang mau memisahkan Islam dengan politik kekuasaan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” (An Nisa (4): 144)

Dalam ayat lain Alloh berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maidah (5): 57)

Dari dua ayat tersebut di atas, sangat jelas bahwa kita umat Islam harus terlibat aktif dalam proses memilih seorang pemimpin, dengan tidak memilih pemimpin dari kalangan orang-orang jahil dan orang-orang kafir.

Jumat, 04 Januari 2013

Memupuk Keikhlasan dalam Bekerja



Akhir-akhir ini ramai diberitakan di koran-koran maupun media elektronik dan kita sungguh sangat prihatin; ada pembuat baso yang mencampur bahan bakunya dengan daging babi, ada pembuat jajanan anak-anak yang menggunakan bahan atau pewarna yang berbahaya, penjual daging yang melaburi dagingnya dengan zat atau pengawet yang sangat berbahaya bagi kesehatan, penjual buah dan sayur membohongi pembeli dengan menambahkan atau menyuntik bau dan rasa tertentu pada dagangannya, warung/toko, apotek menjual bebas minuman keras dan obat yang dapat disalahgunakan. Juga ada oknum-oknum pelayan masyarakat yang meminta sesuatu atas pelayanan yg diberikannya, korupsi, manipulasi dan sebagainya. Dan tentu masih banyak lagi contoh-contoh perilaku rendahnya simpati dan tanggung jawab kepada masyarakat tersebut. Perilaku tersebut juga menandakan tidak adanya keikhlasan atas pekerjaan atau pelayanan yg diberikan dan tentu saja itu karena tipisnya keimanan kepada Alloh swt. Mereka tidak takut akan dosa-dosa dan akan adanya pembalasan dari Allloh swt atas perbuatan-perbuatannya.

Diturunkannya Islam melalui Nabi saw adalah rahmatan lil ‘alamin yang memberikan rahmat atau kasih sayang bagi seluruh alam, manusia dan segala isinya. Menyayangi berarti menjaga dan melindungi dari bahaya yang mengancam, sekecil apapun bentuknya, sama seperti ketika kita menyayangi keluarga kita.

Jadi sebagai seorang muslim, di atas pundaknya ada tugas untuk menyayangi, tidak hanya kepada keluarganya, tetapi kepada seluruh makhluk Alloh swt, bertanggung jawab dan menjaganya dari perbuatan yang dapat mencederai atau merusak.
Maka hendaklah apapun pekerjaan dan profesi kita, ada batasan-batasan agama yang harus kita patuhi. Apapun yang kita kerjakan, Alloh swt selalu mengawasi kita dan pasti kitapun akan mempertanggungjawabkan segala bentuk perbuatan kita, sehingga kita dipacu untuk selalu jujur dan ikhlas dalam bekerja.

Jadilah kita seorang muslim yang kuat. Kuat iman dan takwanya kepada Alloh swt, kuat fisiknya, kuat hartanya, kuat jabatannya dan kuat ilmunya. Jangan kalah dan jangan memberi peluang kepada orang non muslim untuk menguasai. Islam adalah agama yang memberi ruang kepada penganutnya untuk menguasai dan menjadi kuat dalam bidang apapun. Karena seorang muslim yang kuat, akan mampu menundukkan kemungkaran dan menguasai dunia ini kearah jalan yang diridhoi Alloh swt, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw ketika hidupnya.

Marilah perkuat dan perkuat iman dan takwa kita kepada Alloh swt. Makin dekat dan terus dekati Alloh swt seperti Rasulullah ajarkan dan praktekkan; yakni senantiasa senang membaca Al Qur’an, senang sholat berjamaah, senang sholat malam, senang berinfak dan shodaqoh, senang menolong orang lain, senang bekerja keras, senang bekerja dengan ikhlas, senang berdagang dengan jujur dan lain-lain. Maka jika itu semua kita lakukan, Alloh swt juga akan senang kepada kita, Alloh akan sayang kepada kita. Maka orang Islam yang taat, lalu bekerja keras, melayani dengan ikhlas atau berdagang dengan jujur karena sayang kepada orang lain seperti sayang kepada keluarganya, maka itulah golongan orang-orang terbaik dalam pandangan Alloh swt.

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”. (Al Bayyinah (98): 7).

Alangkah indah dan beruntung orang-orang yang di dalam dadanya tertanam semangat untuk senantiasa dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain, lapar menolong orang lain dengan penuh keikhlasan. Dan alangkah indah dan beruntung orang-orang yang di dalam hatinya selalu takut akan balasan Alloh swt, sehingga setiap perbuatan yang dilakukannya jangan sampai menyakiti bahkan membahayakan orang lain.

Sebaik-baik manusia, adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain” (Al Hadist).

Jumat, 21 Desember 2012

Minum Aspirin dalam Jangka Panjang Beresiko Kebutaan



Aspirin selama ini dikenal sebagai obat favorit bagi mereka yang memiliki penyakit jantung dan kardiovaskular lain. Namun sebuah penelitian baru menyatakan penggunaan aspirin dalam jangka waktu lama atau sekitar lebih dari 10 tahun dapat berakibat fatal bagi mata Anda. Disebut berakibat fatal karena menambah resiko kebutaan yang behubungan dengan usia, disebut degenerasi makular.
“Apakah fungsi aspirin dalam mencegah resiko kematian karena penyakit jantung sebanding dengan degenerasi makular?” kata ketua peneliti Dr. Barbara Klein, dari University's School of Medicine dan Public Health, Amerika Serikat.
Meskipun penelitian ini merujuk pada efek samping aspirin yang dapat menambah resiko kebutaan, namun bukan berarti orang tidak boleh mengonsumi aspirin.
Penelitian yang dipublikasi pada bulan Desember dalam Jurnal American Medical Association ini mengambil data dari sebanyak hampir 5000 orang pria dan wanita. Para partisipan ini diperiksa matanya selama 5 tahun sekali selama jangka waktu 20 tahun, dan mereka ditanya tentang kebiasaannya mengonsumsi aspirin.
Setelah 15 tahun, ternyata sebanyak 512 orang mengalami degenerasi makular lebih cepat. Dan mereka adalah yang rutin mengonsumsi aspirin. Sedangkan ada 117 orang yang mengalami degenerasi makular lebih lama, yaitu bukan yang rutin mengonsumsi aspirin. Sehingga para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi aspirin selama lebih dari 10 tahun dapat meningkatkan resiko terkena degenarasi makular lebih cepat sebanyak 200%.
Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara denegerasi makular dengan konsumsi aspirin dalam waktu lama, namun belum menunjukkan hubungan sebab akibat.
Klein mencatat bahwa mekanisme biologis dari hubungan ini belum diketahui, namun setidaknya hasil ini dapat menjadi dasar bagi pentingnya alternatif untuk melindungi orang dari serangan jantung dan stroke.
Dr. Gregg Fonarow, professor kardiologi dari University of California, Los Angeles berpendapat, terlalu cepat untuk mengatakan aspirin dapat berakibat buruk bagi penglihatan. Sampel yang dilakukan pada penelitian ini masih acak dan belum berdasarkan uji klinis. Namun tidak ada salahnya untuk waspada.
“Konsumsi aspirin dalam dosis kecil dan terapi penyembuhan penyakit jantung mungkin bisa menjadi jalan tengah,” katanya. (Sumber: Kompas.com).

Senin, 17 Desember 2012

Penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS)



GBS merupakan penyakit yang berhubungan dengan autoimun. Gangguan pada sistem imun itu membuat tubuh seseorang menghasilkan suatu antibodi yang merusak sistem saraf dan tak jarang berakhir pada kelumpuhan. Secara epidemiologi, GBS termasuk penyakit sangat jarang.
Angka kejadiannya kurang lebih sekitar antara 0,5 sampai 1,5 setiap 100.000 penduduk dan ini angkanya hampir sama di seluruh negara, baik pada negara maju atau berkembang. Kasus GBS umumnya cenderung lebih banyak terjadi pada pria ketimbang wanita.

GBS dapat dialami semua usia, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tapi puncaknya, yang banyak kita dapati adalah pada pasien usia produktif,

Kelainan neurologi (saraf) apapun penyebabnya seringkali memberikan gejala klinis yang hampir sama. Pada awalnya, gejala GBS hanya berupa rasa kesemutan dan sifatnya simetris (kanan dan kiri sama) kemudian kelemahan. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesalahan, maka diagnosa perlu segera ditegakkan.

Gejala GBS yang lebih spesifik dibandingkan dengan kelumpuhan lain adalah keluhannya biasanya dimulai dari ujung-ujung jari kaki atau tangan, kemudian berlanjut pada kelumpuhan,
Untuk mendiagnosis penyakit GBS, selain dengan gejala yang timbul dan analisa cairan otak, juga dapat dilakukan pemeriksaan EMG dan kecepatan hantar saraf dimana akan memberikan informasi pada awal gejala penyakit.
Pemulihan dan perbaikan pasien GBS sangat ditentukan oleh kecepatan dalam memberikan terapi, sehingga perlu menegakkan diagnosis sedini mungkin. Jenis terapi yang direkomendasikan saat ini adalah dengan pemberian Intra Vena Imunoglobulin (IvIG) dan plasmapharesis atau pengambilan antibodi yang merusak dengan jalan penggantian plasma darah.
GBS menjadi salah satu penyebab kelumpuhan yang utama setelah era panyakit polio. GBS adalah penyakit akut, tetapi kalau ditangani dengan baik, maka dapat memperbaiki kualitas hidup pasien,