Minggu, 05 April 2009

Hari Ini adalah Hari Terbaikku

Hari Ini adalah Hari Terbaikku
Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari tiba, karena hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya. Hari yang saat ini mataharinya menyinari dan menghampiri kita, inilah hari kita,
Tidak usah memikirkan hari yang telah lalu, karena apapun yang terjadi kita tidak dapat memutarnya kembali, sebab seringkali jika memikirkan hari-hari lalu, akan timbul penyesalan-penyesalan dan kesedihan-kesedihan. Maka biarkanlah hari lalu melewati kita semua.
Jika kita masih dapat makan nasi hangat pada hari ini, mengapa kita harus bersedih telah makan nasi basi kemarin? Jika kita dapat tertawa pada hari ini, mengapa kita menyesal telah bersedih dihari kemarin? Dan jika kita telah mendapat keberuntungan saat ini, mengapa pula kita sangat menyesali kerugian dihari lalu?
Untuk apakah kita memikirkan sesuatu yang kita tidak dapat merubahnya?

Kita juga jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi. Hari esok merupakan sesuatu yang belum nyata, belum datang sama sekali. Kita sering disibukkan dan dicemaskan dengan memikirkan hari esok. Seringkali membayangkan datangnya hari esok sangat menakutkan; kekurangan penghidupan yang layak, masa depan keluarga yang berat dan situasi serba buruk lainnya. Padahal hari esok itu masih ada dalam genggaman Alloh SWT dan belum diturunkan ke bumi, maka tidak sepantasnya kita mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi.
Kita tidak mungkin dapat menyeberangi sebuah jembatan tanpa harus lewat diatasnya, maka siapa tahu kita tidak akan pernah sampai menuju jembatan tersebut atau mungkin jembatan itu sudah ambruk sebelum kita melewatinya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk membuka-buka alam yang masih gaib lalu kita terhanyut dalam kecemasan-kecemasan oleh hal tersebut disebut thulul ‘amal atau angan-angan kosong.

Diantara kita banyak yang terbawa oleh ramalan-ramalan masa depan kita; akan kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit bahkan krisis ekonomi yang katanya akan menimpa kita semua. Tanpa kita sadari, kita telah terbawa oleh kurikulum yang selalu diajarkan oleh setan-setan untuk menakut-nakuti manusia.

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Alloh menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Al Baqoroh(2): 268)

Biarkanlah hari esok datang dengan sendirinya dan jangan pernah menanyakan kabar beritanya dan menanti serangan buruknya. Hari ini kita semua sudah sangat sibuk dengan urusan kita masing-masing.
Jika hari ini kita takut, maka lebih menakutkan lagi terhadap orang-orang yang selalu sibuk mencemaskan masa depan hidupnya dan selalu menyesali masa lalunya.

Karena kita masih hidup pada hari ini, maka optimalkan waktu yang kita punyai saat ini untuk kebaikan. Mungkin usia kita tinggal saat ini, hari ini. Anggaplah seakan-akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini.
Oleh karena hidup kita hanya sampai hari ini, seharusnyalah pada hari ini kita bertekad akan mempersembahkan perbuatan terbaik.
Maka hari inilah, hari yang mataharinya masih menyinari kita, menjadi tonggak untuk kita mulai menata diri dan menjadi hari terbaik bagi kita semua. Jadikanlah hari ini menjadi hari terbaik untuk ibadah-ibadahku; dengan mendirikan sholat paling khusyu sepanjang usiaku, dengan mengeluarkan zakat dan sodaqoh paling ikhlas dalam hidupku. Hari ini adalah hari terbaik bagi keluargaku; hari paling sayang kepada isteri(suami), anak-anakku, kedua orang tuaku, saudara-saudaraku, pembantu, tetangga dan hari paling baik kepada semua orang. Hari ini adalah hari paling sabar yang pernah aku jalani, hari paling bahagia, paling tenteram dan damai sepanjang kehidupanku. Hari ini hari paling tebal keimananku kepada Alloh SWT, dan hari paling takut akan azdab-adzab-Nya.
Akan aku gunakan waktu dalam setiap menit, setiap detiknya, laksana ribuan tahun sebagai waktu terbaik dalam hidup dan ibadah-ibadahku.

Apa yang mesti ditakutkan melewati hari lalu dan menyongsong hari esok, jika mulai hari ini, mulai saat ini dan seterusnya, kita telah meraih keimanan dan ketakwaan kepada Alloh SWT. Dalam firman-Nya, Alloh telah menjanjika kehidupan yang sangat baik kepada kita yang telah meraih derajat ketakwaan:

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. (At-Tholaq(65): 2).

Oleh karena itu jadikanlah hari ini menjadi hari terbaik untuk kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar