Minggu, 05 April 2009

Perintah Tunduk Kepada-Nya Merupakan Bentuk Kasih dan Sayang-Nya

Perintah Tunduk Kepada-Nya Merupakan Bentuk Kasih dan Sayang-Nya
Kita semua, tua-muda, besar-kecil dan kaya-miskin pasti menginginkan kehidupan di dunia ini tenteram lahir batin. Maka seringkali segala cara dikerahkan untuk mencapainya. Setiap orang berbeda-beda dalam usaha memenuhi keinginannya tersebut. Sebagian orang beranggapan bahwa dengan memenuhi segala kebutuhan dunianya ia dapat memuaskan dan menenteramkan hatinya.
§ Seorang anak kecil mungkin beranggapan ia akan terpuaskan hatinya setelah dibelikan mainan, boneka ataupun sepeda.
§ Seorang pelajar atau mahasiswa merasa akan terpuaskan hatinya jika ia memperoleh nilai baik dan atau lulus ujian.
§ Seorang pegawai atau pejabat beranggapan mungkin ia akan terpuaskan hatinya setelah ia dapat mencapai atau melampaui target pekerjaannya lalu dipromosikan jabatannya menjadi lebih tinggi.
§ Manusia pada umumnya beranggapan ia akan terpuaskan hatinya jika semua kebutuhan dunianya terpenuhi.

Betulkah setelah keinginannya tersebut tercapai mereka akan bahagia dan tenteram hatinya? Atau setelah tercapai semuanya hanya kepuasaan sesaat? Lalu biasa-biasa saja, atau justru dengan pencapaian barunya tersebut membuat seseorang merasa terganggu, tersiksa dan malah menjadi beban baru dan hidupnya bertambah berat.

Pada dasarnya, kepuasan dan ketenteraman hati manusia itu tidak pernah dapat terpuaskan oleh semua hal yang berbau keduniaan. Ada campur tangan setan yang membuat seseorang terus-menerus mengejarnya tanpa dapat terpuaskan hatinya.
Manusia yang telah tenggelam ke dalam kesenangan-kesenangan seperti itu adalah manusia yang telah menghamba kepada hartanya, kepada jabatannya dan kepada popularitasnya. Maka jiwa dan hatinya akan terombang-ambing oleh lautan nafsu-nafsunya. Fisiknya kelihatan kokoh rupawan dan sukses, tetapi jiwanya hampa, rapuh dan keropos. Kekayaan, jabatan dan popularitasnya tidak dapat menolong hatinya, jiwanya kering. Perhatikanlah! Orang-orang demikian walaupun berhasil akan pencapaian dunianya, tetapi ketika berkumpul dengan orang lain, yang keluar dari mulutnya hanya keluhan-keluhan karena ia merasa masih banyak kekurangan-kekurangan dunia lainnya yang belum ia dapatkan. Untuk apa segala yang ia dapatkan jika hanya kehampaan dan kekosongan hati yang ia peroleh?

Maka perintah hanya menyembah kepada Alloh-dan bukan menghamba kepada lainnya, merupakan bentuk kasih dan saying-Nya kepada kita semua.

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (Al Fatihah(1): 5)
“Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” (Al Fatihah(1): 3)

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tenteram”.
(Ar Ra’ad(13): 28)
Orang-orang yang patuh dan tunduk hanya kepada Alloh SWT adalah orang-orang yang paling beruntung hidup di dunia ini. Mereka mempunyai spirit dan energi hidup yang luar biasa besarnya dan efeknya akan mendapatkan kualitas hidup terbaik yang diangan-angankan oleh semua orang. Mulutnya mau ia buka jika yang dibicarakannya yang baik-baik saja, tangannya akan ringan jika untuk menolong orang lain, kakinya mau melangkah jika tujuannya bermanfaat dan bernilai kebaikan.
Seperti pedang bermata dua, orang-orang seperti ini sangat berguna dan mewarnai teman dan lingkungannya dalam keteladanan dan spirit hidup yang sangat baik. Sedangkan mata lainnya akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman hati bagi dirinya di dunia ini dan di keberuntungan akhirat kelak.

Maka raihlah kebahagiaan dan ketenteraman dengan kepatuhan secara keseluruhan hanya kepada Alloh SWT.
- jika setiap hari selalu ada waktu untuk membaca koran, maka jika dipaksakan pasti selalu ada waktu untuk mempelajari dan melaksanakan perintah Al Qur’an.
- jika setiap hari selalu ada waktu untuk melakukan hobi dan kesenangan, maka jika dipaksakan pasti selalu ada waktu untuk berdzikir mengingat Alloh.
- jika setiap hari selalu ada perbuatan dosa yang kita lakukan baik disengaja maupun tidak, maka jika mau, pasti selalu ada waktu untuk memperbaiki diri dan bertaubat.
Lakukanlah sekarang juga dan jangan ditunda-tunda lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar