Jumat, 03 April 2009

Sifat-sifat Orang yang Bertakwa

Sifat-sifat Orang yang Bertakwa
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(Ali 'Imron (3): 31)

Takwa merupakan jabatan tertinggi manusia dihadapan Alloh. Ia adalah tiket VVIP (very very importen person) yang dikeluarkan Alloh bagi manusia yang telah meraihnya. Ia pembuka pintu-pintu kebahagiaan hidup manusia, berlaku di dua wahana: dunia dan akhirat. Takwa merupakan tiket kebahagiaan hidup manusia yang tidak lekang oleh waktu dan tidak akan pernah kadaluarsa. Orang yang membawa tiket takwa selalu memberikan warna yang baik ketika ia berada di suatu tempat, keadaan dan situasi apapun.

Berbeda dengan takwa, banyak tiket kebahagian palsu yang beredar di masyarakat. Banyak orang membeli tiket palsu untuk meraih kebahagiaannya, padahal kebahagiaan yang mereka peroleh itu palsu, hanya sesaat.

Banyak orang yang sombong dengan kekayaannya, jabatannya, rupanya dan kepandaiannya, dan mereka beranggapan bahwa dengan itu semua mereka dapat meraih kebahagiaan. Tetapi seringkali itu semua justru menyengsarakan dirinya, merasa tersiksa dalam apa yang telah diraihnya, laksana pemain sirkus, ia diterkam oleh hewan peliharaannya.
Mereka salah memilih tiket kebahagiaan hidup, karena tiket hidup kebahagiaan yang sesungguhnya adalah takwa.

Alloh SWT yang telah menciptakan kita, sangat mengerti betul kebutuhan kita, manusia-ciptaannya. Oleh karea kasih dan sayang-Nya, maka diturunkannya bulan Romadhon, karena menyadari manusia selalu memerlukan bimbingan dan arahan-Nya.
Jika takwa itu dianalogikan sebagai sebuah benda yang tersembunyi di suatu tempat dan harus dicari dengan suatu tahapan atau sistem, maka Romadhon-lah sistem itu.
Orang yang dapat melewati sistem ini dengan baik, jujur dan sempurna dijamin dapat meraih tiket tersebut.


Ada empat ujian yang harus dilewati oleh setiap manusia yang ingin meraih ketakwaannya dan keempatnya dapat dilatih atau dihasilkan jika orang berpuasa Romadhon dengan baik dan sempurna (Ali ’Imron (3): 134)

1. Menafkahkan hartanya, baik diwaktu lapang maupun sempit
2. Dapat menahan amarahnya
3. Selalu memaafkan kesalahan orang lain

” (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali ’Imron (3): 134)

4. Orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, lalu ingat kepada Alloh dan memohon ampunan-Nya

” Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”(Ali 'Imron (3): 135)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar