Hidayah Pintu Masuk Menuju Takwa
Seringkali kita mengalami, ketika kita mengajak orang lain untuk beribadah atau berbuat kebaikan ia akan menjawab “Nanti saya mau melakukan kalau sudah dapat hidayah!”. Ini pernyataan yang harus kita luruskan bersama-sama karena sebagian orang beranggapan bahwa petunjuk atau hidayah Alloh SWT itu datang begitu saja tanpa melalui proses sebab akibat.
Mengharap datangnya hidayah seperti kita menginginkan buah yang lezat rasanya, petiklah ia selagi pas matangnya, jangan menunggu ia busuk, dipetik orang atau dimakan binatang. Suatu permohonan agar kita ditunjukkan kepada jalan yang lurus (Al Fatihah(1): 6) boleh jadi hanya sebuah harapan kosong, karena sesungguhnya hidayah itu datang jika kita sungguh-sungguh mengusahakannya.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al Ankabut(29): 69).
Jihad adalah perjuangan, usaha sungguh-sungguh, bekerja keras untuk melawan kemaksiatan dan kemungkaran. Jihad bermakna menjaga dan meningkatkan iman kepada Alloh SWT, mengerjakan perilaku islami dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak orang lain berlaku amar ma’ruf dan nahi mungkar yang dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh (Quraisy Shihab).
Makna jihad yang paling sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
“Ketika di sekitar kita terdapat kemaksiatan, kesesatan dan perbuatan dosa lainnya, maka hati, jiwa dan raga kita tergerak untuk melakukan perbaikan, menyadarkan, mengingatkan bahkan membimbing agar semua itu kembali kepada jalan yang diridhoi Alloh SWT”
Maka wajar jika kita berjihad, Alloh akan memberi kita hidayah. Seseorang yang mengharapkan suatu prestasi terbaik dalam pekerjaannya, maka ia harus berusaha dengan sungguh-sungguh dengan pekerjaannya sehingga cepat atau lambat prestasi atau penghargaan itu akan diraihnya.
Jika kita dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hidayah itu (istikomah), Alloh akan membalas orang tersebut dengan menambah hidayahnya dan memasukkannya menjadi golongan orang-orang yang bertakwa.
“Dan orang-orang yang mendapat hidayah, Alloh menambah hidayah kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya” (Muhammad(47): 17)
Ada 4 (empat) syarat berjihad di jalan Alloh:
Uzlah, yaitu bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari berbuat maksiat
Diam, yaitu tidak berkata yang tidak berguna
Lapar, tidak berlebihan dalam makan dan minum
Mengurangi tidur malam dengan melakukan ibadah dan sholat-sholat malam
Seringkali kita mengalami, ketika kita mengajak orang lain untuk beribadah atau berbuat kebaikan ia akan menjawab “Nanti saya mau melakukan kalau sudah dapat hidayah!”. Ini pernyataan yang harus kita luruskan bersama-sama karena sebagian orang beranggapan bahwa petunjuk atau hidayah Alloh SWT itu datang begitu saja tanpa melalui proses sebab akibat.
Mengharap datangnya hidayah seperti kita menginginkan buah yang lezat rasanya, petiklah ia selagi pas matangnya, jangan menunggu ia busuk, dipetik orang atau dimakan binatang. Suatu permohonan agar kita ditunjukkan kepada jalan yang lurus (Al Fatihah(1): 6) boleh jadi hanya sebuah harapan kosong, karena sesungguhnya hidayah itu datang jika kita sungguh-sungguh mengusahakannya.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al Ankabut(29): 69).
Jihad adalah perjuangan, usaha sungguh-sungguh, bekerja keras untuk melawan kemaksiatan dan kemungkaran. Jihad bermakna menjaga dan meningkatkan iman kepada Alloh SWT, mengerjakan perilaku islami dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak orang lain berlaku amar ma’ruf dan nahi mungkar yang dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh (Quraisy Shihab).
Makna jihad yang paling sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
“Ketika di sekitar kita terdapat kemaksiatan, kesesatan dan perbuatan dosa lainnya, maka hati, jiwa dan raga kita tergerak untuk melakukan perbaikan, menyadarkan, mengingatkan bahkan membimbing agar semua itu kembali kepada jalan yang diridhoi Alloh SWT”
Maka wajar jika kita berjihad, Alloh akan memberi kita hidayah. Seseorang yang mengharapkan suatu prestasi terbaik dalam pekerjaannya, maka ia harus berusaha dengan sungguh-sungguh dengan pekerjaannya sehingga cepat atau lambat prestasi atau penghargaan itu akan diraihnya.
Jika kita dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hidayah itu (istikomah), Alloh akan membalas orang tersebut dengan menambah hidayahnya dan memasukkannya menjadi golongan orang-orang yang bertakwa.
“Dan orang-orang yang mendapat hidayah, Alloh menambah hidayah kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya” (Muhammad(47): 17)
Ada 4 (empat) syarat berjihad di jalan Alloh:
Uzlah, yaitu bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari berbuat maksiat
Diam, yaitu tidak berkata yang tidak berguna
Lapar, tidak berlebihan dalam makan dan minum
Mengurangi tidur malam dengan melakukan ibadah dan sholat-sholat malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar